Menhub Cek Langsung Kelayakan Bus Wisata di Candi Borobudur

Kompas.com - 28/12/2018, 12:03 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi dan jajarannya saat mengecek kelayakan bus wisata di kawasan Candi Borobudur Magelang, Kamis (27/12/2018) KOMPAS.com/IKA FITRIANA Menhub Budi Karya Sumadi dan jajarannya saat mengecek kelayakan bus wisata di kawasan Candi Borobudur Magelang, Kamis (27/12/2018)


MAGELANG, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi karya Sumadi melakukan pengecekan moda transportasi (rampcheck) umum di kawasan parkir Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah, Kamis (27/12/2018),

Budi dan jajarannya satu per satu memeriksa kelayakan teknis sejumlah bus wisata yang terparkir di lokasi itu. Menurutnya, bus wisata kerap mengalami kecelakaan karena bus tidak laik jalan.

"Oleh karena itu, kami melakukan rampcheck, untuk melihat fungsi rem, lampu dan sebagainya. Kami minta kepada pengelola bus pariwisata untuk memperhatikan hal tersebut," jelas Budi, di sela-sela pengecekan.

Baca juga: Kunjungi Tawangmangu, Menhub Budi Karya Cek Rem Bus Pariwisata


Di samping kelayakan teknis, keselamatan perjalanan juga bergantung pada kondisi pengemudi. Pengemudi harus memperhatikan kecepatan laju kendaraan baik di jalan tol maupun di jalan umum.

"Adanya jalan tol memang mengurangi kemacetan, namun yang tetap harus diingat adalah soal keselamatan kita semua," ucapnya.

Pihaknya bersama dengan kepolisian sudah melakukan pembatasan kecepatan di jalan tol, karena masih banyak pengemudi yang ingin mencapai kota tujuan dengan lebih cepat namun mengabaikan keselamatan.

"Kecepatan di jalan tol dibatasi maksimal 100 kilometer per jam. Ada cara-cara melakukan pembatasan itu dengan memasang kamera di beberapa lokasi, tetapi sementara ini belum terlalu ketat," ungkapnya.

Budi menjelaskan, dalam industri trasportasi, keselamatan menduduki ranking tertinggi. Keselamatan harus dijaga karena berkaitan dengan nyawa manusia.

Pada liburan Natal dan tahun baru ini, Kemenhub melakukan pemetaan wilayah pergerakan penumpang. Disebutkan, transportasi darat merupakan moda paling besar dalam pergerakan penumpang.

"Pulau Jawa menjadi tempat pergerakan paling banyak. Pemetaan yang kedua adalah bus pariwisata yang banyak mengalami kecelakaan di tahun-tahun lalu. Hal itu disebabkan karena kendaraan atau sopir yang tidak laik," imbuhnya.

Tahun ini Kemenhub menargetkan sebanyak 35.000 unit di-rampcheck, terdiri dari bus pariwisata maupun bus umum. Sampai saat ini sudah tercapai sekitar 70 persen dari angka tersebut. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Regional
Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X