Luncurkan Belis, UGM Bagikan Becak Listrik ke 12 Tukang Becak

Kompas.com - 20/12/2018, 20:09 WIB
12 becak listrik yang dikembangkan oleh Fakultas Teknik UGM diserahkan ke tukang becak, Kamis (20/12/2018).KOMPAS.com/ DOK HUMAS UGM 12 becak listrik yang dikembangkan oleh Fakultas Teknik UGM diserahkan ke tukang becak, Kamis (20/12/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Universitas Gadjah Mada (UGM) menyerahkan 12 becak listrik (belis) kepada tukang becak. Belis ini dikembangkan oleh Fakultas Teknik UGM sejak tahun 2016 melalui riset mandiri.

Penyerahan belis ini merupakan rangkaian kegiatan peluncuran belis yang dibuat Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan dan Inovation Center for Automatic UGM, Kamis (20/12/2018). Pengembangan belis dilakukan Fakultas Teknik UGM dengan dukungan pendanaan dari Pertamina dan PLN.

"Ada sebanyak 12 becak listrik yang diberikan kepada tukang becak. Untuk saat ini baru untuk tukang becak yang berada di sekitar kampus UGM," jelas Fahmy Radhi, peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Kamis.

Fahmy mengatakan, inovasi tenaga penggerak energi listrik pada becak dapat meringankan beban tukang becak. Di era saat ini, pemanfaatan tenaga manusia dinilai kurang manusiawi.

" Becak listrik ini sebagai upaya membantu tukang becak agar mampu meningkatkan jasa layanannya," ujar Fahmy dalam pers rilis Humas UGM, Kamis (20/12/2018).

Baca juga: Becak Listrik Tenaga Surya Karya Pak Guru untuk Yogyakarta Tercinta

Fahmy menjelaskan, inovasi tenaga penggerak energi listrik dapat mengurangi penggunaan energi fosil. Selain itu, tenaga energi listrik juga ramah lingkungan.

Menurut Fahmy, 12 becak listrik ini baru permulaan. Ke depan, pihaknya bercita-cita akan mengembangkan becak listrik lebih banyak lagi, sehingga bisa digunakan oleh tukang becak di seluruh Indonesia.

"Kami bercita-cita bisa mengembangkan 100 becak listrik, lalu menjadi 1.000 hingga 1 juta becak listrik untuk tukang becak di seluruh Indonesia," ucapnya

Dekan Fakultas Teknik UGM, Nizam menyampaikan, di era teknologi saat ini moda transportasi becak semakin tersisihkan. Terlebih dengan hadirnya becak motor.

"Harapannya, dengan adanya becak listrik ini mampu meningkatkan perekonomian para pengayuh becak," tandasnya

Selain ramah lingkungan, kehadiran becak listrik ini nantinya diharapkan dapat menjadi ikon wisata Yogyakarta.

Ketua Paguyuban Belis, Sutaryo menyampaikan terima kasih kepada UGM karena telah memberikan bantuan becak listrik.

"Ada 12 orang yang mendapatkan becak listrik. Bantuan ini sangat membantu kami," katanya.

Spesifikasi

Kepala ICA UGM, Jayan Sentanuhady menjelaskan, pengembangan belis dilakukan sejak tahun 2016 silam melalui riset mandiri.

"Belis yang dihasilkan saat ini merupakan generasi ke enam sejak awal riset, " tuturnya

Belis dilengkapi dengan motor listrik 48 Volt, menggunakan tenaga aki 48 Volt 12 Ah, dan daya 1.500 Watt. Pengisian daya listrik bisa dilakukan dengan mudah. 

"Charger yang berada di dalam becak cukup disambungkan ke colokan listrik, sekali di-charge selama 3-4 jam bisa digunakan untuk menempuh jarak 30-35 km," urainya.

Baca juga: Saat Mobil hingga Becak Listrik UGM Mejeng Keliling Jogja

Jayan menyampaikan, ke depan pihaknya akan terus mengembangkan becak listrik. Rencananya akan dikembangkan becak listrik dengan teknologi pedal assist.

"Jadi nanti akan adoption bantuan tenaga 30 persen, 60 persen, dan 90 persen," tandasnya.


Terkini Lainnya

Kronologi Dosen UNM Bunuh Wanita Rekan Kerjanya dengan 'Seat Belt'

Kronologi Dosen UNM Bunuh Wanita Rekan Kerjanya dengan "Seat Belt"

Regional
BMKG: Warga Maluku Lakukan Evakuasi Mandiri, Jangan Tunggu Peringatan Dini Tsunami

BMKG: Warga Maluku Lakukan Evakuasi Mandiri, Jangan Tunggu Peringatan Dini Tsunami

Regional
CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

CPNS Mundur Setelah Lolos Seleksi, Alasannya Tempat Tugas Terlalu Jauh

Regional
Lagi, Murid 'Bullying' Gurunya Sendiri di Jakarta

Lagi, Murid "Bullying" Gurunya Sendiri di Jakarta

Megapolitan
Pihak Ratna Sarumpaet Keberatan JPU Hadirkan Saksi Penyidik dari Polda Metro

Pihak Ratna Sarumpaet Keberatan JPU Hadirkan Saksi Penyidik dari Polda Metro

Megapolitan
Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Potensi Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno Dinilai Belum Dioptimalkan

Nasional
Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Ganjar Pranowo Pastikan UNBK Hari Pertama Berjalan Lancar

Regional
Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Kronologi Kecelakaan Maut di Jambi, 5 Pegawai Bank Tewas Terjebak di Mobil yang Terbakar

Regional
Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Pentagon Sepakat Kucurkan Dana Rp 14 Triliun untuk Bangun Tembok Perbatasan

Internasional
Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Ketika Jokowi dan Prabowo Mengaku Kerap Dihina dan Difitnah...

Nasional
Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan 'KandidatFest'!

Masih Bingung Pilih Calon Pemimpin? Saksikan "KandidatFest"!

Nasional
26 Maret 1885, Kremasi Dilegalkan di Inggris

26 Maret 1885, Kremasi Dilegalkan di Inggris

Internasional
Tak Laporkan Dana Kampanye, 4 Parpol di Ngada Flores Didiskualifikasi dari Pileg 2019

Tak Laporkan Dana Kampanye, 4 Parpol di Ngada Flores Didiskualifikasi dari Pileg 2019

Regional
Ini Tarif Baru Ojek Online di Sumatera, Jawa dan Bali Mulai Mei 2019

Ini Tarif Baru Ojek Online di Sumatera, Jawa dan Bali Mulai Mei 2019

Regional
Transjakarta ke Pondok Cabe dan UI Diminati Masyarakat, tapi Terkendala Macet

Transjakarta ke Pondok Cabe dan UI Diminati Masyarakat, tapi Terkendala Macet

Megapolitan

Close Ads X