Soal OTT Bupati Cianjur, Ridwan Kamil: Saya Sangat Sedih, Sangat Prihatin...

Kompas.com - 12/12/2018, 19:29 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (7/12/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (7/12/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil prihatin atas operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) terhadap kepala daerah dan sejumlah pejabat di Kabupaten Cianjur, Rabu (12/12/2018).

"Kalau disebut sedih saya sangat sedih, disebut prihatin sangat prihatin," kata Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (12/12/2018).

Dalam berbagai pertemuan bersama bupati dan wali kota, Emil sudah berulangkali mengingatkan para kepala daerah agar tak bermain di ranah integritas.

Baca juga: OTT di Cianjur, KPK Tangkap Kepala Daerah

"Tugas dari saya adalah menjalankan undang-undang memberikan bimbingan, nasihat, termasuk nasihat kepada diri saya sendiri untuk selalu mengingatkan. Tapi ujungnya itu pilihan, keputusan batin dari setiap individu," ungkap Emil.

Menurut Emil, persoalan korupsi merupakan urusan niat individu. Jadi, kata dia, serapat apapun sistem pencegahan bisa ditembus.

"Sistem hebat saja kalau memang individunya punya niat, makanya saya bilang Innamal A'malu binniat. Apakah niat kekuasaan itu mencapai tujuannya mencari nafkah atau apa atau mau membawa perubahan? Kalau niatnya mencari nafkah biasanya selalu bermodus," jelasnya. 

Baca juga: OTT di Cianjur, KPK Temukan Rp 1,5 Miliar yang Diduga untuk Bupati



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X