Istri Matius Palinggi Korban KKB Papua Dapat Santunan Rp 25 Juta

Kompas.com - 12/12/2018, 14:54 WIB
Keluarga Korban mendapat santunan dari PT Istaka Karya di rumah duka di kelurahan Pangli Selatan, kecamatan Sesean, Toraja Utara, Rabu (12/12/2018) pagi KOMPAS.com/AMRAN AMIR Keluarga Korban mendapat santunan dari PT Istaka Karya di rumah duka di kelurahan Pangli Selatan, kecamatan Sesean, Toraja Utara, Rabu (12/12/2018) pagi

TORAJA UTARA, KOMPAS.com – Pihak PT Istaka Karya menyalurkan santunan kepada Bertha Pagayang, istri Matius Palinggi, keluarga korban penembakan kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Nduga, Papua.

Penyerahan dilakukan di rumah duka di kelurahan Pangli Selatan, Kecamatan Sesean, Toraja Utara, Rabu (12/12/2018) pagi.

Manager Pemasaran PT Istaka Karya wilayah Sulawesi, Heru Isti Maryono, yang menyerahkan langsung santunan mengatakan, pihaknya mewakili PT Istaka Karya melakukan serah terima jenazah dan menyerahkan santunan.

Baca juga: Pesan Terakhir Matius Palinggi kepada Istri: Mama Baik-baik di Rumah, Bapak Pergi Kerja Dulu

“Kami sangat berduka atas kejadian ini dan mengucapkan bela sungkawa yang mendalam. Kami memberikan santunan sesuai aturan perusahaan, mudah-mudahan itu menjadi bantuan yang sangat berharga dan nilai ini masih awal, dan selanjutnya akan dipenuhi secara bertahap kepada keluarga,” kata Heru, Rabu (12/12/2018).

Pemberian santunan kepada keluarga korban pada tahap awal ini sebesar Rp 25 juta, dan pihak PT Istaka Karya telah melakukan kontak komunikasi dengan keluarga korban.

“Kami sudah melakukan kontak dengan ahli waris, jadi kami dengan ahli waris ibu Bertha bahwa penyelesaiannya akan sesuai dengan jadwal yang kami punya. Tahap awal ini kami memberikan sebesar Rp 25 juta, nanti sisanya akan diselesaikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh perusahaan," ujar dia.

"Total keseluruhan akan diputuskan oleh pimpinan kami di kantor pusat sebagai tali asih, begitu juga mungkin dari Kementerian BUMN, itu juga mungkin akan ada, mungkin nilainya juga akan diputuskan oleh perwakilan dari kementerian itu sendiri,” tambah dia.

Baca juga: Istri Matius Palinggi Korban KKB di Nduga: Saya Harus Terima Kepergiannya

Terkait dengan rencana pemberian beasiswa kepada anak-anak keluarga korban, pihak Istaka karya mengatakan hal ini tergantung jika korban memiliki anak usia sekolah.

“Kalau ahli waris korban masih ada berusia anak-anak, mereka akan dibantu sampai dengan usia SLTA, bantuan ini dari pihak BUMN, jadi penjelasan lengkapnya dari kementerian BUMN,” ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Sebuah Sumur Kecil di Ladang yang jadi Asa Ratusan KK

Kisah Sebuah Sumur Kecil di Ladang yang jadi Asa Ratusan KK

Regional
Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Rabu Pagi, Kualitas Udara Sumbar Masuk Level Tidak Sehat

Regional
Kronologi Pembunuhan 'Debt Collector' yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Kronologi Pembunuhan "Debt Collector" yang Tubuhnya Terpisah dari Kepala

Regional
183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X