Bayi Berbalut Kain Batik Menangis Saat Ditemukan Warga di Belakang Kios - Kompas.com

Bayi Berbalut Kain Batik Menangis Saat Ditemukan Warga di Belakang Kios

Kompas.com - 08/12/2018, 23:43 WIB
Sepasang kaki bayi di dalam selimut (ilustrasi)BBC Sepasang kaki bayi di dalam selimut (ilustrasi)

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Warga Desa Mane Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, dihebohkan dengan penemuan bayi di belakang kios warga setempat, Jumat (7/12/2018) sekitar pukul 22.30 WIB.

Bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 3,1 kilogram itu ditemukan hanya dibalut dengan kain batik panjang. Bayi itu awalnya ditemukan oleh Razali warga setempat. Diduga, bayi itu baru lahir beberapa jam sebelum ditemukan.

“Saya baru pulang pengajian saat mendengar ada suara bayi menangis. Saya takut juga akan suara bayi malam hari. Maka, saya sampaikan ke warga lainnya," ungkap Razali, Sabtu (8/12/2018).

Dia menduga, bayi itu sengaja dibuang oleh orangtuanya di dekat permukiman penduduk dengan harapan bisa dijaga oleh masyarakat.

“Semoga orangtuanya bisa segera ditemukan polisi,” katanya.

Dia menyebutkan, bayi itu ditemukan dalam bungkusan kain dengan sebotol susu. Penemuan bayi itu lalu dilaporkan ke Polsek Blang Mangat, Kota Lhokseumawe. Setelah itu, polisi membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit Cut Mutia (RSCM) milik Aceh Utara.

Sementara itu, Kapolsek Blang Mangat, Lhokseumawe, Ipda Iskandar menyebutkan polisi sudah membawa bayi itu ke rumah sakit untuk perawatan. Dia juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Lhokseumawe untuk perawatan bayi tersebut.

“Terkait keberadaan orangtua bayi itu masih kami selidiki,” pungkasnya.


Terkini Lainnya

Pria Spanyol Simpan Jenazah Ibunya di Dalam Rumah selama Setahun

Pria Spanyol Simpan Jenazah Ibunya di Dalam Rumah selama Setahun

Internasional
Dikira Anjing Liar, Pemilik Toko Hewan Ternyata Selamatkan Rubah Perak

Dikira Anjing Liar, Pemilik Toko Hewan Ternyata Selamatkan Rubah Perak

Internasional
Ada Gelaran Semarang 10K, Perhatikan Penutupan Ruas-Ruas Jalan Ini

Ada Gelaran Semarang 10K, Perhatikan Penutupan Ruas-Ruas Jalan Ini

Regional
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pesta Seks di Sleman

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Pesta Seks di Sleman

Regional
Cegah Jajanan Terkontaminasi E-Coli, Dinkes Depok Imbau Warga Bawa Tempat Makan dan Minum Sendiri

Cegah Jajanan Terkontaminasi E-Coli, Dinkes Depok Imbau Warga Bawa Tempat Makan dan Minum Sendiri

Megapolitan
Sekjen PAN Menduga Kader Palsu PAN Ingin Cari Keuntungan dari Tim Jokowi-Ma'ruf

Sekjen PAN Menduga Kader Palsu PAN Ingin Cari Keuntungan dari Tim Jokowi-Ma'ruf

Nasional
PAN: Mereka Bukan Kader, Mungkin Orang yang Disewa, Dipakaikan Baju PAN untuk Foto

PAN: Mereka Bukan Kader, Mungkin Orang yang Disewa, Dipakaikan Baju PAN untuk Foto

Nasional
Keluarga Korban Lion Air JT 610 Dilarang Gugat Boeing

Keluarga Korban Lion Air JT 610 Dilarang Gugat Boeing

Regional
Bersiap, 'Agen-agen KPK' akan Sambangi Sekolah!

Bersiap, "Agen-agen KPK" akan Sambangi Sekolah!

Edukasi
Kementerian ESDM Pastikan Izin Lingkungan Pertambangan Jadi Kewenangan Pemda

Kementerian ESDM Pastikan Izin Lingkungan Pertambangan Jadi Kewenangan Pemda

Regional
KPAI: Putusan MK Beri Ruang untuk Kesempatan Pendidikan 12 Tahun

KPAI: Putusan MK Beri Ruang untuk Kesempatan Pendidikan 12 Tahun

Nasional
Ada Kasus E-coli, Dinkes Depok Tingkatkan Pengawasan Jajanan Sekolah

Ada Kasus E-coli, Dinkes Depok Tingkatkan Pengawasan Jajanan Sekolah

Megapolitan
Maleo dan Satwa Endemik Jadi Magnet Ekowisata 6 Desa di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Maleo dan Satwa Endemik Jadi Magnet Ekowisata 6 Desa di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Regional
Polri Ungkap Peredaran Sabu 22 Kg dari Malaysia

Polri Ungkap Peredaran Sabu 22 Kg dari Malaysia

Nasional
Nonton Langsung Pesta Seks, Setiap Orang Dipungut Biaya Rp 1,5 Juta

Nonton Langsung Pesta Seks, Setiap Orang Dipungut Biaya Rp 1,5 Juta

Regional

Close Ads X