14 Orang Terluka Akibat Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Lombok - Kompas.com

14 Orang Terluka Akibat Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Lombok

Kompas.com - 07/12/2018, 18:49 WIB
Gempabumi di Lombok, Kamis (6/12/2018) pukul 08.02 WIB,Dok. BMKG Gempabumi di Lombok, Kamis (6/12/2018) pukul 08.02 WIB,

MATARAM, KOMPAS.com - Belasan korban terluka akibat gempa tektonik magnitudo 5,3 mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (6/12/2018) pagi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis, total 14 orang mengalami luka ringan hingga sedang akibat berlari menyelamatkan diri menghindari bangunan.

Beberapa korban mengalami luka ringan hingga sedang, kaki keseleo dan pingsan karena kaget saat gempa dengan kedalaman 10 kilometer mengguncang Lombok.

Di Kabupaten Lombok Barat tercatat 5 korban mengalami luka ringan dan 5 luka sedang. Sementara di Kabupaten Lombok Utara, sebanyak 4 orang mengalami luka sedang.

Tidak ada laporan kerugian materil akibat gempa yang terletak pada koordinat 8,5 LS dan 116,06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 10 kilometer arah barat laut Kota Mataram ini.

"BPBD Provinsi NTB dan BPBD kabupaten/kota di Provinsi NTB masih melakukan pemantauan mengenai dampak yang terjadi," terang Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam rilis tertulis.

Baca juga: PVMBG Sebut Gempa yang Guncang NTB Berasosiasi dengan Sesar Busur Belakang Flores

Sebelumnya, Lombok kembali diguncang gempa pada Kamis (6/12/208) pagi. Sebagian besar warga yang tengah memulai aktivitas pagi, panik dan berhamburan ke luar rumah saat gempa magnitudo 5,3 mengguncang Lombok.

Dampak gempa bumi dirasakan di sebagian besar pulau Lombok hingga Bali.

BMKG menyebutkan, dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya, maka gempa yang terjadi merupakan gempa jenis dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," terang Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.

Baca juga: Gempa 5,7 SR di Lombok Sebabkan Kerusakan Bangunan di Bali



Close Ads X