Gempa 5,7 SR di Lombok Sebabkan Kerusakan Bangunan di Bali

Kompas.com - 06/12/2018, 13:52 WIB
Gempa bumi bermagnitudo 5.7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat, Kamis (6/12/2018) pagi. dok BMKGGempa bumi bermagnitudo 5.7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Barat, Kamis (6/12/2018) pagi.

DENPASAR, KOMPAS.com - Gempa berkekuatan 5,7 skala richter yang mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (6/12/2018) pagi, terasa hingga ke Bali.

Bahkan, gempa tersebut menimbulkan kerusakan bangunan di Kabupaten Karangasem, Bali.

Kepala BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, akibat gempa, sebuah bale subak di Pura Subak Abian Ketapang, Banjar Pengalon, Desa Pekraman Angantelu, Karangasem, rubuh hingga atapnya menyentuh tanah.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Lombok, Anak-anak Sekolah Berhamburan

“Laporannya masuk satu persatu, sementara ini berdasarkan laporan yang diperoleh dari lapangan, ada bale subak rubuh dan dapur warga yang rusak,” kata Arimbawa, saat dihubungi, Kamis siang.

Pihaknya terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Proses pelaporan dilakukan secara berjenjang dari tingkat desa, kecamatan, kemudian masuk ke BPBD.

“Sementara ini korban jiwa masih nihil, nilai kerugian juga masih dihitung,” ujar dia.

Gempa sendiri menguncang Bali sekitar pukul 08.00 Wita. Gempa berpusat di Lombok pada pada kedalaman 10 KM.

Baca juga: Gempa Lumayan Besar, Saya Langsung Jemput Anak di Sekolah...

Gempa ini dirasakan juga di sebagian besar wilayah Bali. Baik Denpasar, Klungkung, Karangasem, Buleleng, dan kabupaten lain.

Kepanikan sempat melanda yang membuat warga lari berhamburan keluar rumah.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Hilang di Teluk Ambon, WNA Amerika Sempat Direkam Suami Saat Menyelam Bersama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X