Kompas.com - 03/12/2018, 23:18 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau kondisi Sungai Citarum beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau kondisi Sungai Citarum beberapa waktu lalu.


BANDUNG, KOMPAS.com - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menargetkan membangun 7 kolam retensi baru di sepanjang Sungai Citarum.

Kepala BBWS Citarum Bob Arthur Lombogia mengatakan, proyek kolam retensi diharapkan jadi solusi persoalan banjir tahunan di Kabupaten Bandung.

"Ada 7 titik, lahannya mesti dibebaskan. Untuk sementara ada lokasi-lokasi yang dipilih. Priorotas di daerah paling dekat (dengan titik banjir), kalau saya mau menentukan itu di daerah yang paling dekat banjir di lokasi genangan," kata Bob saat ditemui di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (3/12/2018).

Baca juga: Baru 20 Persen Warga Sekitar Citarum yang Manfaatkan Bank Sampah

Saat ini, kata Bob, rencana itu dikaji oleh Japan International Cooperation Agency (JICA). Kriteria daerah yang dipilih, lanjut Bob, merupakan kawasan dengan titik elevasi terendah.

"Ada rencana beberapa kolam yang JICA studi, konsultan dari JICA. Mereka kayak melakukan feasibility study melihat potensi di mana kita bisa membuat kolam retensi," tuturnya.

"Kolam retensi akan tempat di daerah Dayeuhkolot dan Baleendah, pokoknya di daerah situ. Tentunya kami pilih yang elevasinya di bawah. Supaya kalau di bawah, kami gali sedikit airnya mudah masuk," tambahnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

BBWS saat ini baru membangun kolam retensi Cieunteung. Menurut Bob, progres pengerjaan hampir rampung.

"Cieunteung itu sekarang (progres proyeknya) sudah 97 persen. Cuma karena mesin pompa yang terpasang kami belum operasikan, sebetulnya itu tak termasuk bobot tapi kalau kami hitung sudah 97 persen, nanti kami hitung setelah mesin dioperasikan," jelasnya. 



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X