Kompas.com - 01/12/2018, 10:38 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Belum lama ini beredar sebuah post di media sosial yang mengabarkan bahwa ada penyelundupan senjata oleh pekerja China yang dibawa menggunakan truk kontainer, dan ditemukan oleh pekerja di PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah.

Adapun, post itu ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai informasi yang harus ditindaklanjuti pemerintah.

Informasi ini tersebar di Facebook pada Jumat (23/11/2018). PT IMIP kemudian mengklarifikasi informasi yang beredar.

Menurut PT IMIP, kabar itu dipastikan bohong atau hoaks.

Narasi yang beredar:

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, informasi ini terdapat dalam post berjudul "Selangkah Lagi Indonesia Bisa Berubah Menjadi Indochina, Penyelundupan Senjata Berkontainer di Morowali".

Penyelundupan, menurut post itu, dilakukan oleh tenaga kerja asing asal China yang ditempatkan di PT IMIP.

Dalam post tersebut, dituliskan bahwa senjata api dalam jumlah yang cukup signifikan ini ditemukan oleh pekerja Indonesia yang bekerja di PT IMIP.

Kemudian, post itu juga menjelaskan sebanyak 70 persen dari 80.000 pekerja di PT IMIP ini berasal dari Tiongkok atau China. Mereka disebut sebagai pekerja non skill dan tidak bisa berbahasa Indonesia.

Adapun penempatan pekerja asal China ini yakni sebagai tenaga administrasi, bagian sampel, buruh, sampai bagian kebersihan.

Lalu, pekerja asal China itu nantinya dilatih oleh pekerja Indonesia, yang kemudian mereka diangkat menjadi mandor atau supervisor. Sementara, pekerja Indonesia yang dilatih malah tidak mengalami kenaikan jabatan.

Informasi tersebut didapatkan oleh si pengunggah melalui sebaran di media sosial dan juga melakukan komunikasi dan investigasi ke lapangan.

Hasil dari komunikasi dan investigasi yang dilakukan, yakni terdapat sebuah petikemas (kontainer) yang penuh berisi senjata. Namun, menurut pengunggah, hingga saat ini belum diketahui berapa banyak kontainer yang membawa senjata api yang diselundupkan.

Dalam unggahan itu juga disebutkan beberapa rekomendasi saran yang ditujukan kepada Pemerintah Indonesia.

Penelusuran Kompas.com:

Humas PT IMIP Morowali, Dedi Kurniawan, menegaskan bahwa unggahan yang mengabarkan adanya penyelundupan senjata api di daerah Morowali merupakan hoaks.

"Isu itu tidak benar. Isu ini sudah beredar tahun lalu juga di media sosial," ujar Dedi saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (1/12/2018).

Adapun perusahaan ini bertempat di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Dedi juga mengungkapkan bahwa beberapa petugas dari Kepolisian RI, Tentara Nasional Indonesia, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) telah memeriksa secara langsung ke PT IMIP Morowali.

"Pemeriksaan itu kalau tidak salah sekitar Juli 2018. Pihak kami atas izin dari Bea Cukai membuka seluruh segel kontainer yang ada di terminal jetty kami dan mempersilakan aparat untuk memeriksanya satu per satu," ujar Dedi.

"Seluruh kontainer baik yang bersegel diperiksa tapi senjata yang dimaksud dalam post itu tidak ditemukan," kata dia.

Selain itu, post tersebut juga menjelaskan mengenai jumlah pekerja di PT IMIP yang didominasi pekerja yang berasal dari China.

PT IMIP juga membantah informasi itu. Menurut Dedi, saat ini tenaga kerja di PT IMIP berjumlah 29.600 orang dan seluruhnya adalah WNI.

"Sementara jumlah TKA yang bekerja di sini lebih dari 2.000 orang. Beberapa TKA asal Tiongkok (China) sudah dipulangkan karena sudah terjadi transfer teknologi ke tenaga kerja Indonesia," ujar Dedi.

Adapun pengurangan jumlah TKA tidak bisa dilakukan sekaligus, karena proses transfer teknologi membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Hingga kini, pihak IMIP belum melaporkan kejadian ini kepada kepolisian agar ditangani lebih lanjut dan segera mencari pelaku penyebaran hoaks ini.

Dedi juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap pemberitaan mengenai PT IMIP yang menyelundupkan senjata api.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Kereta Api Makassar Segmen Barru-Maros Diresmikan, Gubernur Sulsel Harapkan Dorong Perekonomian dan Pariwisata

Regional
Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Agendakan Jumat Bersih, OPD Kolaka Timur dan Berbagai Pihak Kompak Bersihkan Kelurahan Rate-rate

Regional
Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Pemkab Banyuwangi Bakal Rekonstruksi 36 Jembatan pada 2023, Bupati Ipuk Minta Warga Dilibatkan

Regional
NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

NTP Riau Naik 5,64 Persen Per November 2022, Gubri: Semoga Terus Meningkat

Regional
Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Targetkan Stunting di Bawah 14 Persen pada 2024, Bupati Ipuk Sambangi Pelosok-pelosok Desa

Regional
Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Dapat Suntikan Dana dari Pemprov Sulsel, Bandara Arung Palakka Kembali Beroperasi untuk Masyarakat Bone

Regional
Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Pembangunan Desa di Riau Terus Dilakukan, Gubri Dapat Apresiasi dari Wamendesa PDTT

Regional
Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Ganjar Ajak Sekolah Kreatif Giatkan Pendidikan Antikorupsi

Regional
Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Degan Jelly, Produk Rumahan yang Jadi Primadona di Banyuwangi

Regional
Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Permudah Pencari dan Pemberi Kerja di Medan, Walkot Bobby Luncurkan Aplikasi Siduta

Regional
Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Riau Jadi Daerah Penghasil Sawit Terbesar, Gubri Minta BPDPKS Lebih Transparan soal Pengelolaan Dana Sawit

Regional
'T-Rex' yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

"T-Rex" yang Bermain di Tambang Pasir Ilegal di Klaten?

Regional
Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Perempuan Kuat, Perempuan Bersemangat

Regional
Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Tingkatkan Produksi Pertanian, Pemprov Sulsel Salurkan 2.500 Ton Benih untuk 100.000 Ha Lahan

Regional
Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Wujudkan Medan Berkah, Maju, dan Kondusif, Bobby Ajak Seluruh Elemen Kolaborasi Cegah Korupsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.