Curi Ikan di Indonesia, Kapal Ikan Vietnam Berbendera Malaysia Diamankan

Kompas.com - 29/11/2018, 07:27 WIB
Patroli laut yang digelar jajaran Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI kembali menangkap sebuah kapal ikan Vietnam berbendera Malaysia CM 98981 TS, yang sedang mencuri ikan di perairan pulau terdepan Indonesia. DOK BAKAMLAPatroli laut yang digelar jajaran Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI kembali menangkap sebuah kapal ikan Vietnam berbendera Malaysia CM 98981 TS, yang sedang mencuri ikan di perairan pulau terdepan Indonesia.

BATAM, KOMPAS.com - Patroli laut yang digelar jajaran Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI kembali menangkap sebuah kapal ikan Vietnam berbendera Malaysia CM 98981 TS, yang sedang mencuri ikan di perairan pulau terdepan Indonesia, Senin (26/11/2018).

Penangkapan yang dilakukan di perairan sebelah barat Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri), ini dilakukan kapal patroli Bakamla RI KN Bintang Laut–4801 yang dikomandani Kapten Margono Eko Hari Susanto.

"Kapal ikan asing (KIA) ini terlihat di radar dan begitu didekati KIA ini malah kabur pada posisi 3.29.866 U-104.51.733 T," kata Kasubbag Humas Bakamla RI, Mayor Marinir Mardiono, Rabu (28/11/2018) malam tadi.

Menurut Mardiono, penangkapan KIA tersebut berawal dari radar KN Belut Laut-4801 mendeteksi adanya sebuah objek yang diduga sebuah kapal memasuki wilayah perairan perbatasan Indonesia dari Malaysia.

Selanjutnya KN Belut Laut-4801 mendekati sasaran dengan pengamatan secara visual dan memperolah hasil objek mencurigakan yang tertangkap radar. Objek tersebut adalah sebuah KIA.

Kapal patroli Bakamla RI tersebut kemudian memeriksa kapal, nakhoda, dokumen dan muatannya.

Baca juga: Lagi, 1 Kapal Vietnam Ditangkap karena Mencuri Ikan di Laut Natuna

Dari sana diketahui KIA bernama CM 98981 TS yang dinakhodai Vo Thanh Vu, warga Vietnam, serta 10 anak buah kapal (ABK) yang seluruhnya WNA Vietnam, sama sekali tidak memiliki dokumen yang sah dalam melakukan aktivitasnya.

"Hasil pemeriksaan, KIA tersebut sama sekali tidak memiliki Surat Izin Usaha Penangkapan (SIUP) dan Surat Izin Pengangkut Ikan (SIPI) yang ditetapkan oleh pemerintah RI," jelas Mardiono.

Untuk muatan kapal sendiri, Mardiono mengatakan saat diperiksa hanya ada sedikit berupa ikan campuran.

Petugas Bakamla menduga hasil tengkapan KIA itu sebelumnya telah dibongkar di Malaysia kemudian kembali menangkap ikan di perairan Indonesia.

"KIA ini juga menggunakan jaring apung yang melanggar ketentuan," ungkap Mardiono.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X