Komentar Tokoh Seputar Kasus Dahnil Anzar, Jaga jarak Menurut Ketum PP Muhammadiyah hingga Dukungan PAN

Kompas.com - 27/11/2018, 19:55 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) menerima penghargaan Muhammadiyah Award dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan) pada acara Milad Muhammadiyah ke-106 di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Minggu (18/11/2018). Milad ke-106 Muhammadiyah yang bertajuk Taawun Untuk Negeri dengan mengajak masyarakat semangat tolong menolong, kerjasama, dan membangun kebersamaan di antar umat dan bangsa Indonesia. ANTARA/MOHAMMAD AYUDHAWakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) menerima penghargaan Muhammadiyah Award dari Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir (kanan) pada acara Milad Muhammadiyah ke-106 di Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, Minggu (18/11/2018). Milad ke-106 Muhammadiyah yang bertajuk Taawun Untuk Negeri dengan mengajak masyarakat semangat tolong menolong, kerjasama, dan membangun kebersamaan di antar umat dan bangsa Indonesia.

KOMPAS.com - Kasus hukum yang menjerat Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar, mendapat perhatian dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Hal tersebut terungkap saat Jusuf Kalla berpidato dalam acara Pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Saat itu Jusuf Kalla menyebut, pilihan politik Dahnil tidaklah selalu diikuti oleh Pemuda Muhammadiyah lainnya.

Komentar pun muncul dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Haedar menyoroti bahwa khittah Muhammadiyah adalah menjaga jarak dengan pergumulan politik.

Berikut komentar menarik seputar acara pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Yogyakarta dan kasus Dahnil Anzar.

1. JK ingatkan cara Muhammadiyah memilih pemimpin

Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzhar Simanjuntak saat pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (26/11/2018) KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzhar Simanjuntak saat pembukaan Muktamar Pemuda Muhammadiyah XVII di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Senin (26/11/2018)

"Ini tahun politik, demokrasi cara kita memilih pemimpin yang baik. Saya menghargai Muhammadiyah pilih yang terbaik, bukan memilih yang paling keras atau hebat kampanyenya.

Walaupun Dahnil di pihak nomor 2 tapi tidak berarti Pemuda Muhammadiyah harus untuk ikut kebijakan politik dia," kata Jusuf Kalla, Senin.

Menurut Jusuf Kalla, Ketua Umum PP Muhammadiyah memberikan kesempatan untuk memilih yang baik, dan merupakan demokrasi yang baik.

"Demokrasi bukan angka saja tapi memajukan bangsa ini. Bukan hitung-hitungan saja, tapi memajukan bangsa ini. Itu yang menjadi hak politik masyarakat," ucapnya.

Baca Juga: Buka Muktamar Pemuda Muhammadiyah, Jusuf Kalla Sempat Sindir Dahnil Anzar

2. Tanggapan Dahnil Anzar terhadap pidato Jusuf Kalla

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar dan Ketua Panitia Kemah Ahmad Fanani usai menjalani pemerimsaan Polda Metro Jaya, Jumat (23/11/2018).Kompas.com/SHERLY PUSPITA Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar dan Ketua Panitia Kemah Ahmad Fanani usai menjalani pemerimsaan Polda Metro Jaya, Jumat (23/11/2018).

Usai mendengar pidato Jusuf Kalla, Dahnil Anzar menganggap Wapres Jusuf Kalla merupakan tokoh yang bijak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X