Penjelasan KNKT soal Pertemuan Tertutup dengan Keluarga Korban Lion Air JT 610

Kompas.com - 27/11/2018, 16:59 WIB
Kepala Subkomite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo (berdiri) memperlihatkan Angle of Attack (AOA) Lion Air JT-610 kepada wartawan saat konferensi pers di Gedung KNKT, Jakarta, Rabu (7/11/2018) CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comKepala Subkomite Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo (berdiri) memperlihatkan Angle of Attack (AOA) Lion Air JT-610 kepada wartawan saat konferensi pers di Gedung KNKT, Jakarta, Rabu (7/11/2018)

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) melakukan pertemuan tertutup dengan keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (27/11/2018) siang.

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Kapten Nur Cahyo Utomo menyebut, pertemuan ini dilakukan secara tertutup karena pihak keluarga dianggap sebagai pihak pertama yang berhak tahu tentang investigasi KNKT.

" Keluarga korban adalah pihak yang berhak tahu terlebih dahulu tentang perkembangan penyidikan KNKT. Untuk rekan-rekan wartawan besok kita lakukan jumpa pers di Jakarta," ujar Nur Cahyo, usai pertemuan dengan pihak keluarga korban di salah satu hotel di Pangkal Pinang, Selasa.

Baca juga: KNKT Gelar Pertemuan Tertutup dengan Keluarga Korban Lion Air JT 610 di Pangkal Pinang

KNKT melakukan pertemuan ini untuk menginformasikan hasil investigasi awal kepada keluarga korban. Saat ini, KNKT masih terus melakukan penyidikan terkait penyebab jatuhmya Lion Air PK LQP di Perairan Tanjung Karawang, pada Senin (29/10/2018) lalu.

"Ini merupakan laporan awal kepada pihak keluarga (korban). Kita pun masih terus melakukan penyidikan. Keluarga korban menanggapi dengan baik. Tapi, memang mereka berharap agar penyidikan ini tuntas, dan keluarga yang belum teridentifikasi bisa ditemukan," kata Nur Cahyo.

M Rifani, salah satu keluarga korban mengatakan, KNKT menyebut memang ada kerusakan pada pesawat tersebut dalam penerbangan sebelumnya dari Bali ke Jakarta.

"Mereka (KNKT) tadi mengatakan memang ada kerusakan saat penerbangan dari Bali ke Jakarta. Tapi, tidak jelas apakah pengujian dilakukan oleh komputer atau manusia sehingga diputuskan layak terbang. Apakah perbaikannya belum fix seratus persen, atau dipaksakan terbang, pihak Lion-lah yang tahu," ujar Rifani.

Baca juga: Komisi V DPR: Kemenhub Abaikan Rekomendasi KNKT

"Kami berharap permasalahan ini dibuka sebagaimana mestinya. Jadi, di dunia penerbangan khusunya di Indonesia, kecelakaan seperti ini tidak terulang. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian bagi semua maskapai penerbangan dan juga pemerintah. Jangan seperti ini, setelah ada kejadian baru berbenah, atau malah cuma pura-pura berbenah," tegas Rifani, yang merupakan keluarga dari korban Dede Anggraini.

Hal senada juga diungkapkan oleh keluarga korban lainnya, Dona, yang berharap agar peristiwa ini tidak terulang lagi.

"Semoga peristiwa ini bisa terungkap apa penyebabnya, dan hal ini menjadi perhatian semua pihak. Agar tidak lagi terjadi kecelakaan pesawat seperti ini," ujar Dona, yang merupakan istri dari korban Rangga Adiprana.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X