Genteng Anti Gempa Inovasi Mahasiswa Undip Raih Emas di Jerman

Kompas.com - 26/11/2018, 17:25 WIB
Genteng anti gempa, karya mahasiswa asal Undip Semarang, menangi kontes dengan raihan medali emas di Jerman,  Senin(26/11/2018) KOMPAS.com/NAZAR NURDINGenteng anti gempa, karya mahasiswa asal Undip Semarang, menangi kontes dengan raihan medali emas di Jerman, Senin(26/11/2018)

SEMARANG, KOMPAS.com – Hasil karya inovasi sejumlah mahasiswa Universitas Diponegoro ( Undip), Semarang, Jawa Tengah diapresiasi tingkat dunia.

Genteng anti gempa, nama inovasi tersebut mendapat meraih medali emas saat kontes International Trade Fair of Ideas Invetions and New Products di Jerman, belum lama ini.

Genteng anti gempa terbuat dari bahan yang kerap ditemui di sekitar rumah. Genteng terbuat dari adonan pasir, semen, air dan limbah styrofoam. Karena diberi tambahan styrofoam, genteng ini berbeda dengan genteng umumnya, karena beratnya lebih ringan.

Dengan sifat ringan itu, genteng ini diklaim cocok dipakai di daerah rawan gempa. Ketika terjadi gempa, diharapkan dapat meminimalisir korban jiwa.

Baca juga: Jaring Inovasi Orang Muda, Universitas Pertamina Gelar SPACE UP 2018

Ketua tim Genteng Styrofoam, Yunnia Rahmadani, menjelaskan, genteng buatannya dibuat khusus di daerah tempat tinggalnya, di Kabupaten Grobogan. Ia mengaku membutuhkan beberapa kali percobaan agar genteng yang dibuat sesuai dengan spesifasi.

Takaran antara pasir, semen, air hingga styrofoam harus tepat karena bisa mempengaruhi mutu genteng. Setelah beberapa percobaan, genteng yang diteliti berhasil dibuat.

“Ini gentengnya dibuat di Grobogan, langsung di daerah sentra kerajinan. Genteng ini berbeda karena ada tambahan limbah styrofoam,” ujar Yunnia, saat ditemui di kampus Undip, Senin (26/11/2018).

 

Ramah lingkungan

Genteng anti gempa, karya mahasiswa asal Undip Semarang, menangi kontes dengan raihan medali emas di Jerman,  Senin (26/11/2018).KOMPAS.com/NAZAR NURDIN Genteng anti gempa, karya mahasiswa asal Undip Semarang, menangi kontes dengan raihan medali emas di Jerman, Senin (26/11/2018).

Ia menjelaskan, genteng anti gempa dapat disebut ramah lingkungan karena mampu mendaur ulang limbah styrofoam. Sebagian bahan limbah juga diambil dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Undip.

Baca juga: Inovasi Alat Pengolahan Limbah Batik Antar 5 Mahasiswa Undip Raih Emas di Jepang

Limbah yang diambil kemudian dihaluskan, dicampur dengan adonan pasir dan semen, kemudian masuk dalam cetakan. Berdasar data laboratorium, kekuatan genteng anti gempa rata-rata kuat, dengan berat per genteng mencapai 760 gram.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan 'Contact Tracing'

Stop Penularan Covid-19, Jabar Maksimalkan Lakukan "Contact Tracing"

Regional
Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Kapal Tenggelam Dihantam Gelombang, 5 Penumpang Hilang, 1 Selamat

Regional
Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Kasus Penganiayaan Pengemudi Ojol, Tersangka Sempat Mengancam akan Menembak Korban

Regional
Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Sebelum Hilang Misterius, Pendaki di Gunung Guntur Sempat Begadang hingga Jam 2 Pagi

Regional
Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Pilkada Banyuwangi 2020, PDI-P Beri Rekomendasi untuk Istri Bupati Azwar Anas

Regional
Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Duduk Perkara Penganiayaan Pengemudi Ojol di Pekanbaru, Berawal Saling Klakson

Regional
Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Pilkada Gresik 2020, Rekomendasi PKB Turun kepada Pasangan Qosim-Alif

Regional
Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Beri Mahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Pengantin Pria: Tak Ada Niat Ingin Viral

Regional
Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Bentrok di Madina, 3 Warga Menyerahkan Diri, Total 17 Diamankan

Regional
Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Suap, Bupati Kutai Timur Dipecat Nasdem

Regional
Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Tawa Lepas 2 Gadis Cilik di Tengah Kepungan Banjir di Kotawaringin Barat

Regional
Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Kronologi ABK Jatuh dari Kapal dan Hilang di Laut Aru, Berawal Perbaiki Lampu Rusak

Regional
Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Penganiaya Pengemudi Ojol di Pekanbaru Ternyata dalam Pengaruh Narkoba

Regional
Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Detik-detik Pendaki Hilang di Gunung Guntur, Berhasil Ditemukan Berkat Ritual Penjaga Parkir

Regional
Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Viral karena Nikahi Model Cantik dengan Mahar Sandal Jepit, Pria Ini Dirisak, Dibilang hanya Cari Sensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X