Polisi Tangkap Pelaku Pelecehan Seksual terhadap 26 Siswa di Cilacap

Kompas.com - 24/11/2018, 18:47 WIB
YES (34), seorang duda warga Dusun Dawuhan, Desa Bener, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah dibekuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Cilacap karena mencabuli 26 siswa SMP, Jumat (23/11/2018). KOMPAS.com/Dok. Humas Polres CilacapYES (34), seorang duda warga Dusun Dawuhan, Desa Bener, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah dibekuk Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Cilacap karena mencabuli 26 siswa SMP, Jumat (23/11/2018).

CILACAP, KOMPAS.com - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Cilacap membongkar kasus pencabulan atau sodomi terhadap puluhan anak di Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah.

Pelaku yang ditangkap yakni seorang duda berinisial YES (34), warga Dusun Dawuhan, Desa Bener.

Kapolres Cilacap Ajun Komisaris Besar Djoko Julianto saat konferensi pers, Jumat (23/11/2018) mengatakan, penangkapan didasari laporan dari orangtua korban. Pelapor melihat sejumlah kejanggalan yang terjadi pada perilaku anak mereka.

Baca juga: Pemerintah dan DPR Diminta Pikirkan Solusi Jangka Panjang Kasus Pelecehan Seksual

“Anak-anak pelapor jadi lebih murung, suka membolos sekolah dan sering tidak nyambung saat kegiatan belajar-mengajar,” katanya.

Dari pemeriksaan sementara, pelaku diketahui melakukan tindakan asusila kepada lebih dari 26 siswa SMP.

“Ada 26 orang pelajar Sekolah Menengah Pertama, kemungkinan korban masih bisa bertambah karena dari laptop milik pelaku terdapat chatting-an dengan korban anak lain yang berisi ajakan untuk berbuat tidak senonoh,” ujarnya.

Djoko mengungkapkan, modus yang dipakai pelaku yakni dengan iming-iming jasa pijat pembesar alat kelamin kepada anak di bawah umur.

Baca juga: Polda NTB Baru Pertama Kali Tangani Pelecehan Verbal seperti Kasus Nuril

Bahkan demi membuat siswa yang baru menginjak masa remaja tersebut tertarik, pelaku memberikan fasilitas WiFi gratis untuk bermain game online dan menonton film porno.

“Pelaku mengancam kepada korban agar tidak memberitahukan perbuatannya kepada siapapun dan memberikan uang kepada korban Rp 50.000 hingga Rp 100.000,” tambah Djoko.

Pelaku dijerat Pasal 76E Jo Pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun.

“Kepada orangtua siswa agar lebih ketat lagi mengawasi pergaulan putra putrinya baik di lingkungan sekolah atau di lingkungan masyarakat, agar tidak menjadi korban kekerasan terhadap anak,” pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Regional
Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X