Jaksa Lhokseumawe Tahan Terpidana Kredit Macet Rp 75 Miliar

Kompas.com - 17/11/2018, 15:17 WIB
Ilustrasi DOK KOMPASIlustrasi

ACEH UTARA, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe menahan Ishaq Abdullah, terpidana dalam kasus kredit macet Bank Aceh sebesar Rp 75,1 miliar, Jumat (16/11/2018) malam.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lhokseumawe Miftahuddin, Sabtu (17/11/2018), menjelaskan, Ishaq dalam kapasitasnya sebagai kepala Bagian Legal Bank Aceh Cabang Lhokseumawe menjadi salah satu terpidana dalam kasus kredit macet.

Dia dijerat Pasal 49 UU No 7 Tahun 1992 yang diubah dengan UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang perbankan junto Pasal 65 KUHPidana dan divonis bersalah oleh putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 1460 K/PID.SUS/2015 tanggal 19 April 2016 dengan hukuman lima tahun penjara serta denda Rp 10 miliar subsider enam bulan penjara.

“Meski MA sudah memvonis tahun 2016, namun salinan lengkap putusan itu baru kita terima. Sehingga baru kita eksekusi malam tadi ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Lhokseumawe,” sebut Miftahuddin.

Baca juga: Polisi: Niat Jahat Korupsi Dana Hibah Bansos Ada di Sekda Tasikmalaya

Dia menjelaskan, Isqah divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Lhokseumawe pada 3 Maret 2015. Karena vonis bebas, maka jaksa penuntut umum melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Hasilnya Ishaq divonis bersalah.

Selama rentang waktu 2015 hingga 2017, sambung Miftahuddin, Ishaq sempat pergi ke Kalimantan. Setelah menerima salinan putusan MA, jaksa langsung berkoordinasi dengan Kejari Bireuen dan Polres Bireuen untuk mengetahui posisi terpidana.

“Setelah kita ketahui posisinya, kita tangkap dia di rumahnya di Desa Paya Meneng, Kecamatan Matang Geulumpang Dua, Kota Lhokseumawe.

“Dari Bireuen ke Lhokseumawe dibantu pengawalan oleh Polres Bireuen hingga kita masukkan ke LP Lhokseumawe,” pungkasnya.

Baca juga: Polisi: 6 ASN dan 3 Sipil jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Bansos Tasikmalaya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jejak Perjalanan Warga Rohingnya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Jejak Perjalanan Warga Rohingnya yang Terdampar di Aceh, Berlayar dari Bangladesh dengan Tujuan Akhir Malaysia

Regional
Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Viral, Video Wisatawan Lompat dari Tebing Saat Gelombang Tinggi

Regional
Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Penahanan Warganet yang Ancam Bunuh Dokter dan Polisi Ditangguhkan, Ini Alasannya...

Regional
Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan 'Drive-Thru'

Masyarakat Boyolali Hanya Diizinkan Gelar Pernikahan "Drive-Thru"

Regional
Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Cegah Pernikahan Dini di Mataram, Paslon Selly-Manan Akan Buat Balai Mediasi di Kelurahan

Regional
Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Penjelasan Bank di Salatiga yang Dilaporkan karena Uang Nasabah Rp 1 Miliar Raib

Regional
Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Siswi SMA Diduga Buang Bayi yang Baru Dilahirkannya, Terbongkar dari Ditemukannya Sebuah Buku Catatan

Regional
Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Berburu Tenun Cual Kuno, Mengunci Sejarah, Merawat Tradisi

Regional
Temukan Alamat dan Puisi, Polisi Amankan Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya

Temukan Alamat dan Puisi, Polisi Amankan Siswi SMA yang Diduga Buang Bayinya

Regional
Genangan Banjir di Cilacap Berangsur Surut, 531 Orang Masih Mengungsi

Genangan Banjir di Cilacap Berangsur Surut, 531 Orang Masih Mengungsi

Regional
Penjual Tanaman Hias Menjamur di Polewali Mandar

Penjual Tanaman Hias Menjamur di Polewali Mandar

Regional
Kisah Guru Honorer di Samarinda, 11 Tahun Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar

Kisah Guru Honorer di Samarinda, 11 Tahun Jalan Kaki Susuri Hutan demi Mengajar

Regional
Dimaafkan Satgas Covid-19, Penahanan Warganet yang Ancam Polisi dan Dokter Ditangguhkan

Dimaafkan Satgas Covid-19, Penahanan Warganet yang Ancam Polisi dan Dokter Ditangguhkan

Regional
Debat Pilkada Mataram, Jaga Jarak Diabaikan, Para Pendukung Tak Pakai Masker dengan Benar

Debat Pilkada Mataram, Jaga Jarak Diabaikan, Para Pendukung Tak Pakai Masker dengan Benar

Regional
Setelah Lobi Sipir 1 Jam, Polisi Akhirnya Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Setelah Lobi Sipir 1 Jam, Polisi Akhirnya Periksa Bandar Narkoba di Lapas Pekanbaru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X