Polisi Selidiki Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UGM di KKN

Kompas.com - 15/11/2018, 16:10 WIB
Universitas Gadjah Mada taih peringkat ke-74 sebagai universitas terbaik di Asia versi Quacquarelli Symonds (QS). Humas UGMUniversitas Gadjah Mada taih peringkat ke-74 sebagai universitas terbaik di Asia versi Quacquarelli Symonds (QS).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Polda DI Yogyakarta akhirnya ikut menyelidiki peristiwa dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi Universitas Gajah Mada (UGM) saat kuliah kerja nyata (KKN) pada pertengahan tahun 2017.

Karena lokasi kejadian berada di Maluku, Polda DIY pun akan bekerja sama dengan Polda Maluku.

"Kalau itu ada ya, hal yang terpenting korban jangan sampai mengalami korban yang kedua kalinya, di-bully misalnya, dipermalukan, karena apa aibnya akan dibawa keluar ke mana-mana. Ini yang sebenarnya tidak boleh terjadi, tapi kan kemarin seperti itu," ujar Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri di Mapolresta Yogyakarta, Kamis (15/11/2018).

Baca juga: Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Mahasiswi UGM Saat KKN: Viral lewat Balairungpress hingga Wisuda Ditunda

Ahmad menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak UGM terkait dugaan pelecehan seksual. UGM pun sudah membentuk tim untuk melakukan investigasi.

Namun demikian, UGM tetap meminta kepada kepolisian untuk melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. 

"Ini kan hanya bersumber katanya-katanya, karena itu kami kemarin berkoordinasi dengan UGM. Walupun UGM sudah membentuk tim melakukan investigasi, tetapi UGM tetap meminta bekerja sama kepada kami untuk melakukan penyelidikan terkait kebenaran kasus ini," tuturnya.

Kasus dugaan pelecehan seksual ini terjadi saat program KKN pada pertengahan 2017 lalu. Saat itu, program KKN UGM dilaksanakan di Pulau Seram, Maluku. 

"Locus delicti memang ada di Maluku. Oleh karena itu, kami akan bekerja sama dengan Polda Maluku untuk menyelidiki apakah benar terjadi kasus tersebut. Kan kasihan kalau memang tidak terjadi, beritanya sudah kemana-mana," tuturnya.

"Kami akan mencoba membantu apakah dari UGM, pihak perempuan maupun tersangka kalau memang ada nanti," imbuhnya.

Baca juga: Dugaan Pelecehan Seksual Saat KKN, Ini Kata Rektor UGM

Menurut dia, pihaknya akan proaktif dalam melakukan penyelidikan. Ahmad juga menyampaikan, tidak terlalu sulit melakukan penyelidikan untuk mengungkap kebenaran kasus dugaan pelecehan seksual ini meski sudah cukup lama, yakni pada tahun 2017.

"Kemarin kami sudah berkomunikasi. Direskrimum (Polda DIY dan Polda Maluku) sudah saling berkomunikasi juga. Saya kira tidak terlalu sulit melakukan penyelidikan, saya kira saksi-saksi masih ada, di mana waktu itu tinggal dan lain-lain," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang mahasiswi UGM diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh sesama rekan KKN. Peristiwa ini terjadi saat mengikuti Program KKN pada pertengahan tahun 2017.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geledah Kontrakan Penusuk Wiranto, Densus 88 Temukan Airsoft Gun dan Buku Agama

Geledah Kontrakan Penusuk Wiranto, Densus 88 Temukan Airsoft Gun dan Buku Agama

Regional
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Letusan dengan Tinggi Kolom 3 Km

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Letusan dengan Tinggi Kolom 3 Km

Regional
Polisi Bongkar Jaringan Aborsi di Malang, Penjual Pil Untung Rp 50.000 Per Butir

Polisi Bongkar Jaringan Aborsi di Malang, Penjual Pil Untung Rp 50.000 Per Butir

Regional
Ganjar: 4 Rekomendasi Kongres Sampah Akan Masuk APBD 2020

Ganjar: 4 Rekomendasi Kongres Sampah Akan Masuk APBD 2020

Regional
Polda Jabar Ambil Alih Kasus Jatuhnya Batu-batu Besar di Purwakarta

Polda Jabar Ambil Alih Kasus Jatuhnya Batu-batu Besar di Purwakarta

Regional
Istri Mantan Dandim Kendari Resmi Dilaporkan, Ini Penjelasan Polisi

Istri Mantan Dandim Kendari Resmi Dilaporkan, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Hanum Rais Absen di Rapat Paripurna DPRD DIY

Hanum Rais Absen di Rapat Paripurna DPRD DIY

Regional
Menabrak Truk di Tol Ngawi, Pengemudi Mobil Pribadi Tewas Seketika

Menabrak Truk di Tol Ngawi, Pengemudi Mobil Pribadi Tewas Seketika

Regional
Gunakan Ponsel, Pria Ini Merekam Video di Toilet Wanita Pelabuhan Sekupang

Gunakan Ponsel, Pria Ini Merekam Video di Toilet Wanita Pelabuhan Sekupang

Regional
Kisah Rustia, Korban Perdagangan Manusia di Irak: Saya Takut Tidak Bisa Pulang

Kisah Rustia, Korban Perdagangan Manusia di Irak: Saya Takut Tidak Bisa Pulang

Regional
Hanum Rais Dilaporkan ke Polisi karena Cuitan, PAN DIY Anggap Itu 'Statement' Pribadi

Hanum Rais Dilaporkan ke Polisi karena Cuitan, PAN DIY Anggap Itu "Statement" Pribadi

Regional
Ditangkap, Pelaku yang Perkosa Anak Tiri hingga Korban Diusir karena Dianggap Pelakor

Ditangkap, Pelaku yang Perkosa Anak Tiri hingga Korban Diusir karena Dianggap Pelakor

Regional
Perppu KPK Tak Kunjung Terbit, Basaria: Kita Tunggu Sampai 17 Oktober

Perppu KPK Tak Kunjung Terbit, Basaria: Kita Tunggu Sampai 17 Oktober

Regional
Bupati Banyuwangi Ingin Jadi Konsultan Kepala Daerah

Bupati Banyuwangi Ingin Jadi Konsultan Kepala Daerah

Regional
Siswi SMAN 1 Ungaran Manfaatkan Puntung Rokok Jadi Listrik

Siswi SMAN 1 Ungaran Manfaatkan Puntung Rokok Jadi Listrik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X