Dugaan Pelecehan Seksual Saat KKN, Ini Kata Rektor UGM

Kompas.com - 09/11/2018, 15:39 WIB
Para mahasiswa saat membubuhkan tanda tangan di sebuah Baliho dalam aksi di Taman San Siro Fisipol UGM. KOMPAS.com / Wijaya KusumaPara mahasiswa saat membubuhkan tanda tangan di sebuah Baliho dalam aksi di Taman San Siro Fisipol UGM.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Rektor Universitas Gadjah Mada ( UGM) Panut Mulyono menyampaikan, UGM mampu menyelesaikan kasus dugaan pelecehan seksual yang terjadi saat KKN pada pertengahan tahun 2017 lalu.

Panut juga meyakini UGM akan bisa menghasilkan keputusan-keputusan yang seadil-adilnya.

"Saya sebagai orang tua, sejak awal meyakini bahwa UGM mampu menyelesaikan persolan ini," ujar Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono saat ditemui di UGM, Jumat (09/11/2018)

Diungkapkannya, pihaknya akan menyelesaikan persoalan ini berdasarkan peraturan-peraturan yang ada di UGM.

Tak hanya itu, UGM juga akan menghasilkan keputusan yang seadil-adilnya bagi kedua belah pihak.

"Dua-duanya adalah anak kami, yang kami wajib untuk memberikan edukasi. Bagi yang salah kami berikan sanksi yang setimpal, tetapi nantinya harapannya dia menjadi orang yang baik," tandasnya.

Baca juga: Menteri Yohana: Kasus Pelecehan Seksual di UGM dalam Proses Mediasi

Panut menuturkan, sebetulnya mempunyai harapan kedua mahasiswa bisa lulus dari UGM. Setelah lulus dapat berguna bagi bangsa dan negara.

"Sebetulnya kami ingin dua-duanya lulus dari UGM, menjadi orang yang lebih baik, kelak bisa menjadi orang-orang yang berkontribusi bagi masyarakat, bangsa dan negara," tegasnya

"Anak kami yang perempuan tentu kami sangat bersimpati dan kami akan membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada," imbuhnya.

Menurutnya, ketika keputusan yang diambil oleh UGM dengan sejujur-jujurnya dan seadil-adilnya dirasa tidak memenuhi unsur keadilan, maka UGM tidak mempermasalahkan jika persoalan tersebut dibawa ke ranah hukum.

"Kami yakin sebetulnya tanpa ke ranah hukum, UGM bisa menyelesaikan sendiri persoalan ini, dengan sebaik-baiknya, dengan seadil-adilnya," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh sesama rekan KKN berinisial HS seorang mahasiswa Fakultas Teknik. Peristiwa ini terjadi saat mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada pertengahan tahun 2017 lalu. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X