Kampanye Pakai Mobil Pelat Merah, Nafa Urbach Dipanggil Bawaslu Magelang

Kompas.com - 14/11/2018, 22:34 WIB
Artis peran Nafa Urbach berpose usai wawancara film Kembang Kantil di Kantor Redaksi Kompas.com, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (10/4/2018). Film ini menjadi film horor pertama Nafa setelah lima tahun menolak berbagai tawaran main film horor. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELArtis peran Nafa Urbach berpose usai wawancara film Kembang Kantil di Kantor Redaksi Kompas.com, Palmerah Selatan, Jakarta, Selasa (10/4/2018). Film ini menjadi film horor pertama Nafa setelah lima tahun menolak berbagai tawaran main film horor.

MAGELANG, KOMPAS.com - Artis peran dan penyanyi Nafa Urbach diperiksa Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, setelah diduga melakukan pelanggaran ketentuan kampanye.

Nafa merupakan calon anggota legislatif (caleg) DPR RI yang diusung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Daerah pemilihan (Dapil) 6 Jawa Tengah. Dapil ini meliputi wilayah Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Temanggung, Wonosobo dan Purworejo.

Kordiv Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Magelang Fauzan Rofiqun mengungkapkan, Nafa Urbach dan tim kampanyenya diduga melanggar Pasal 280 junto pasal 521 UU 7 tahun 2017 karena menggunakan mobil pelat merah dalam kegiatan kampanye.

"Nafa Urbach dan tim kampanyenya diduga melakukan kampanye bentuk lain, berupa baksos pembagian air bersih kepada masyarakat Dusun Kenteng, Desa Bawang, Kecamatan Tempuran, 27 Oktober 2018 lalu," jelas Fauzan, Rabu (14/11/2018).

Mereka mengajukan bantuan air bersih kepada BPBD Kabupaten Magelang pada bulan September 2018 lalu, namun belum bisa dipenuhi karena air bersih masih tersedia.

Baca juga: Nyaleg Lewat Nasdem, Nafa Urbach Tetap Main Film jika Jadi Anggota DPR

Kemudian, akhir Oktober 2018, kata Fauzan, tim kampanye Nafa menghubungi BPBD kembali untuk menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat Bawang, Kecamatan Tempuran, yang memang sedang mengalami kekeringan.

"Saat BPBD menyalurkan bantuan air bersih, mereka memasang Alat Peraga Kampanye (APK) berbentuk spanduk di mobil tangki air BPBD. Padahal mobil BPBD merupakan kendaraan milik pemerintah yang tidak boleh digunakan untuk kegiatan kampanye," tandas Fauzan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang MH Habib Shaleh menambahkan, Nafa sedianya diminta klarifikasi pada 5 November 2018, namun tidak hadir dengan alasan sedang syuting acara di salah satu stasiun TV swasta nasional.

Kemudian Nafa diwakili oleh perwakilan tim kampanyenya. Pihaknya juga sudah meminta klarifikasi sejumlah warga dan petugas BPBD Kabupaten Magelang.

"Kemudian Nafa sendiri hadir tadi siang, Rabu (14/11/2018)," ucap Habib.

Baca juga: 5 Berita Populer: Kevin/Marcus Juara All England Lagi dan Cerita Homan Paris Lamar Nafa Urbach dengan Lambhorgini

Pihaknya meminta para caleg dan tim kampanye untuk mematuhi ketentuan kampanye sesuai diatur UU 7 tahun 2017, PKPU 33 tahun 2018 tentang perubahan kedua atas PKPU Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum, terutama perihal larangan dalam kampanye serta aturan pemasangan APK dan penyebaran Bahan Kampanye (BK).

"Metode kampanye sudah diatur dalam UU 7 tahun 2017 dan PKPU. Pelanggaran atas larangan dalam kampanye juga sudah diatur dengan jelas. Kami mendorong caleg dan tim kampanye untuk mematuhi ketentuan yang ada. Sudah menjadi tugas Bawaslu untuk menegakkan aturan kampanye," kata Habib.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X