Sudirman Said: Waspada Genderuwo Ekonomi, Tak Tampak tapi "Nakutin"

Kompas.com - 11/11/2018, 19:43 WIB
Juru kampanye nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, saat memberikan keterangan di media center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018). KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTOJuru kampanye nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, saat memberikan keterangan di media center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018).

REMBANG, KOMPAS.com - Penanggung jawab pemenangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk wilayah Jawa Tengah, Sudirman Said, menyinggung soal istilah "genderuwo" ketika pelantikan relawan se-eks Karesidenan Pati, di Gedung Haji Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (10/11/2018).

Istilah politisi genderuwo muncul setelah Presiden Joko Widodo menggunakan istilah itu untuk menggambarkan para politikus yang dinilainya tidak beretika baik dan kerap menyebarkan propaganda untuk menakut-nakuti masyarakat.

Mantan Menteri ESDM ini mengatakan, yang harus diwaspadai saat ini adalah "genderuwo ekonomi".

"Kita harus waspada pada genderuwo ekonomi. Karena genderuwo ekonomi itu, bentuknya tak nampak tapi nakuti bikin rusak," ujar Sudirman.

Baca juga: Jokowi Sebut Politikus Genderuwo, Sandiaga Bilang Waspadai Genderuwo Ekonomi

Menurut dia, genderuwo ekonomi adalah oknum-oknum yang suka memburu kepentingan.

Sudirman mengatakan, genderuwo ekonomi membahayakan politik di Indonesia.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Genderuwo ekonomi akan terus memburu kesempatan yang tidak transparan. Genderuwo ekonomi akan terus memburu rente. Nah, kalau kita fokus pada pemberesan Genderuwo ekonomi, Insya Allah politik kita baik," kata Sudirman Said.

Sementara itu, soal target kemenangan, Sudirman Said mengaku optimistis target kemenangan bagi pasangan Prabowo-Sandiaga di Jawa Tengah akan terwujud.

Baca juga: Soal Politik Genderuwo, Ini Tanggapan Sekjen Demokrat

Sudirman mengatakan, Pilgub Jawa Tengah beberapa bulan lalu cukup menjadi acuan kemenangan sekaligus evaluasi pembelajaran bagi tim relawan.

"Pokoknya harus menang, presentasi itu sebentar lah. Kalau masyarakat Jawa Tengah seperti dibuktikan pada saat saya menjadi cagub, memang ini ada perubahan. Saya dulu memang waktunya kurang lama, kemudian juga keterbatasan kondisi, keterbatas macam-macam lah jadi kurang sedikit," ujar dia.

"Tapi untuk pak Prabowo-Sandi ini akan lebih besar perolehannya karena waktunya lebih cukup. Mereka lebih kuat dari sisi dukungan partai, dan kemampuan penetrasi ke bawah lebih baik," lanjut Sudirman Said. 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X