Kompas.com - 10/11/2018, 18:22 WIB
Ratusan Keris Yang akan di Bersihkan atau Jamasan Tosan Aji di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul, Senin (8/10/2018) Kompas.com/Markus YuwonoRatusan Keris Yang akan di Bersihkan atau Jamasan Tosan Aji di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Gunungkidul, Senin (8/10/2018)

KENDAL,KOMPAS.comKeris zaman kerajaan Majapahit, Mataram, dan beberapa kerajaan yang pernah ada di Indonesia, dipamerkan di GOR Bahurekso, Kendal, Jawa Tengah, Jumat (09/11) hingga Minggu (11/11).

Pameran digelar oleh Paguyuban Tosan Aji Kendal.

Menurut ketua panitia, Jupriyono, pameran dilaksanakan dalam rangka nguri-uri budaya asli Indonesia. Sebab, sekarang ini banyak generasi muda yang tidak paham akan keris.

“Banyak yang menghubungkan keris dengan klenik. Padahal, keris itu senjata yang proses pembuatannya tidak semua orang bisa melakukannya,” kata Jupri, Sabtu (10/11).

Baca juga: Kaldron Api di GBK Berbentuk Keris dan Diberi Nama Bilah Nusantara

Jupri menjelaskan, keris yang dipamerkan berasal dari berbagai daerah di pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan. Keris tertua yang ikut dalam pemeran ini berasal dari zaman Singosari dan Majapahit.

“Ada ratusan keris yang dipamerkan di sini,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain pameran keris, tambah Jupri, ada juga bazar perlengkapan keris, seperti minyak untuk membersihkan keris dan sarung keris dengan aneka ukiran.

Sementara itu, Wakil Bupati Kendal Masrur Maskur yang ikut menyaksikan pameran keris  mengaku takjub dengan beberapa keris yang dipamerkan. Sebab, keris-keris yang umurnya sudah ratusan tahun tersebut mempunyai nilai seni tinggi.

“Nenek moyang kita memang hebat-hebat. Bayangkan, dengan peralatan yang seadanya, mereka bisa membuat keris berlekuk-lekuk. Pamor keris tersebut sangat menakjubkan,” jelasnya.

Pameran keris tersebut, menurut Masrur, sangat baik di lihat oleh generasi sekarang. Hal ini, sebagai pengetahuan betapa nenek moyang kita mempunyai daya cipta yang tinggi.

“Setelah melihat, generasi muda harus mencintai dan melestarikannya,” kata Masrur. 

Kompas TV Pasar Yakopan yang identik dengan barang antik digelar untuk memperingati ulang tahun pendiri Kompas Gramedia Jakob Oetama.




Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.