Terobos Razia Polisi, Rizal Kedapatan Bawa Senpi di Pinggang

Kompas.com - 08/11/2018, 18:34 WIB
Rizal Wani (51) ketika berada di Polresta Palembang untuk menjalani pemeriksaan. Ia ditangkap lantaran kedapatan membawa senjata api rakitan, ketika hendak menerobos operasi zebra, Kamis ( 8/11/2018). KOMPAS.com/ Aji YK PutraRizal Wani (51) ketika berada di Polresta Palembang untuk menjalani pemeriksaan. Ia ditangkap lantaran kedapatan membawa senjata api rakitan, ketika hendak menerobos operasi zebra, Kamis ( 8/11/2018).

 

PALEMBANG, KOMPAS.com - Operasi Zebra yang berlangsung di Jalan KH Wahid Hasyim Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/11/2018), sempat diwarnai aksi tegang.

Sebab, salah satu pengendara motor dengan plat nomor BG 4911 RC nekat menerobos razia yang digelar Satlantas Polresta Palembang, sehingga ia pun langsung diamankan.

Ketika ditangkap, pria yang diketahui bernama Rizal Wani (51) warga Jalan H Hamzah Kuncit Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Kertapati, Palembang, ini kedapatan membawa senjata api rakitan jenis revolver beserta peluru tajam, serta senjata tajam (sajam) jenis pisau lipat.


Todong Senjata Api dan Ancam Bawa Anak, Perampok Gasak Rp 500 Juta

Kasat Lantas Polresta Palembang Kompol Arif Harsono mengatakan, selain peluru tajam, mereka juga menemukan lima peluru senjata airsoft gun yang dibawa Rizal.

“Pelaku sempat marah saat kita kejar dan tangkap. Waktu itu anggota curiga karena pelaku ini hendak menerobos lokasi razia zebra. Setelah digeladah, ternyata ada senpi dan sajam,” kata Arif, Kamis.

Arif melanjutkan, saat ini, Rizal telah diserahkan kepada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang untuk dilakukan proses hukum atas kepemilikan senjata api rakitan tanpa izin.

Senpi itu disimpan dalam tas, sepeda motor dan pelaku sudah diserahkan ke Satreskrim untuk ditindak lanjuti,” ujar dia.

Seorang Wartawan di Sumsel Dibegal, Ditodong Senpi, Motor Dirampas

Sementara, dari pengakuan Rizal, senjata api rakitan beserta sajam itu ia bawa untuk berjaga diri dari kawanan begal ketika pulang bekerja larut malam.

Senjata itu ia beli seharga Rp 1 juta dari temannya sejak satu tahun lalu. “Hanya untuk jaga diri karena banyak begal, belum pernah saya gunakan,” singkat dia.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X