Dipailitkan Buruh, Pemilik Pabrik di Pasuruan Ini Melawan

Kompas.com - 05/11/2018, 19:16 WIB
Tjandra Surya melaporkan buruh yang telah membuatnya pailit ke Polda Jawa Timur KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALTjandra Surya melaporkan buruh yang telah membuatnya pailit ke Polda Jawa Timur


SURABAYA, KOMPAS.com - Tjandra Surya saat ini hanya bisa duduk di kursi roda. Usahanya berupa pabrik pengolahan kulit di Pasuruan terancam hilang disita kurator, setelah dipailitkan oleh Pengadilan Negeri Surabaya.

Pria 58 tahun itu tidak menyangka jika karyawannya memiliki niat untuk menguasai perusahaannya.

"Padahal saya sudah baik sama mereka," terangnya, Senin (5/10/2018).

PT Surya Sukmana Leather, perusahaan pengolah kulit yang berlokasi di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan itu divonis pailit awal 2017 lalu.

Dia dilaporkan EU, buruh yang mengaku karyawan bersama beberapa rekannya karena perusahaan menunggak gaji beberapa buruh senilai Rp 98 juta.

"Ini yang tidak masuk akal, tunggakan gaji 98 juta, bisa memailitkan perusahaan yang asetnya Rp 296 miliar," kata penasehat hukum perusahaan, Togar Situmorang.

Baca juga: Sariwangi Pailit Jadi Berita Terpopuler

Kejanggalan lainnya kata dia, seharusnya semua permasalahan buruh dengan perusahaan harus melalui beberapa tahap. Seperti, penyelesaian antara buruh dengan perusahaan atau bipartit. Jika belum selesai, maka dibawa ke forum tripartit yang melibatkan pemerintah, baru setelah itu masuk ke pengadilan niaga.

"Ini kok tiba-tiba sudah masuk ke pengadilan dan dan diproses perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), ini janggal," jelasnya.

Pihaknya mengaku sudah melaporkan EU ke Polda Jawa Timur atas dugaan penipuan dan pemalsuan identitas.

"Kami mempertanyakan legal standing pelapor. Karena pelapor hanya buruh di perusahaan tersebut, bukan karyawan," ucapnya.

Dia mencurigai ada upaya sistematis dari berbagai pihak untuk memailitkan perusahaan kliennya.

"Pelan-pelan, kami akan urai fakta dan siapa pelaku utamanya," ujar Togar.

Kepada Polda Jawa Timur, dia juga meminta perlindungan aset perusahaan. Karena sejak diputus pailit, aset perusahaan dikuasai oleh kelompok buruh.

Terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera, yang dikonfirmasi mengatakan, secara umum polisi akan memproses semua laporan yang masuk.

"Nanti pasti akan diproses. Polisi akan bersikap profesional menangani kasus apa pun," ucapnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Buntut Kebakaran SPBU di Bukittinggi, Polisi Amankan Seorang Sopir

Regional
Jenazah Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Jenazah Bayi Ditemukan Dalam Kardus di Pinggir Jalan, Baru Berusia 4 Hari

Regional
Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Seorang Pekerja Tersengat Listrik PLN, Tergantung 2 Jam di Atas Papan Reklame

Regional
Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai 'Calon Pengantin' Bom Bunuh Diri

Cerita di Balik Polwan NOS Dipecat karena Terpapar Radikalisme, Diduga Sebagai "Calon Pengantin" Bom Bunuh Diri

Regional
Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Fakta Ratusan Ikan dan Biota Laut Mati Mendadak, Beredar Berbagai Isu hingga LIPI Akan Lakukan Penelitian

Regional
Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Komisioner KPU Palopo Meninggal Dunia

Regional
Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Kebakaran Lahan Belum Selesai, Palembang Terpapar Kabut Asap Ekstrem

Regional
Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Ditabrak Saat Ganti Ban di Ngawi, Penumpang Truk Tewas

Regional
Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Cukup Rp 5,6 Juta, Ini Cara Rio dan Karin Tekan Biaya Pernikahan

Regional
Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Asap Misterius dan Bau Menyengat Keluar dari Sebidang Tanah Warga Jombang

Regional
Terjadi Sebanyak 1.516 Gempa Susulan di Maluku, Ini Penyebabnya

Terjadi Sebanyak 1.516 Gempa Susulan di Maluku, Ini Penyebabnya

Regional
Pemuda Ini Ngamuk di Rumah Sakit Saat Lukanya Dijahit

Pemuda Ini Ngamuk di Rumah Sakit Saat Lukanya Dijahit

Regional
Iseng, Pria Ini Ukir Batu Jadi Patung di Sepanjang Sungai yang Mengering

Iseng, Pria Ini Ukir Batu Jadi Patung di Sepanjang Sungai yang Mengering

Regional
4 Fakta Kecelakaan Rombongan Pengantin, 2 Tewas, 17 Luka-luka hingga 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh

4 Fakta Kecelakaan Rombongan Pengantin, 2 Tewas, 17 Luka-luka hingga 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh

Regional
Cerita Rio dan Karin, Menikah dengan Biaya Rp 5,6 Juta, Seserahan Sport Bra, Cincin Kawin dari Meteorit

Cerita Rio dan Karin, Menikah dengan Biaya Rp 5,6 Juta, Seserahan Sport Bra, Cincin Kawin dari Meteorit

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X