Polisi Ungkap Kasus Penjualan Satwa Dilindungi di Pasar Ayam Cirebon

Kompas.com - 03/11/2018, 17:18 WIB
Wakapolres Cirebon, Kompol Jarot Sungkowo menunjukan salah satu hewan lindung yang diamankan satuan reskrim dari pasar ayam weru, Sabtu (3/11/2018). Hewan lindung lainya adalah: dua ekor kukang jawa, dua ekor elang tikus dewasa, tiga ekor elang bondol anak, dan satu ekor elang hitam. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONWakapolres Cirebon, Kompol Jarot Sungkowo menunjukan salah satu hewan lindung yang diamankan satuan reskrim dari pasar ayam weru, Sabtu (3/11/2018). Hewan lindung lainya adalah: dua ekor kukang jawa, dua ekor elang tikus dewasa, tiga ekor elang bondol anak, dan satu ekor elang hitam.


CIREBON, KOMPAS.com – Satuan Reskrim Polres Cirebon mengamankan sejumlah hewan lindung yang dijual di Pasar Ayam, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (3/11/2018).

Hewan lindung yang diamankan antara lain dua ekor kukang jawa, dua ekor elang tikus dewasa, tiga ekor elang bondol anak, dan satu ekor elang hitam yang juga masih berusia anak.

 

Hewan lindung itu diamankan dari tangan para penjual berinisial S dan AS, yang melakukan jual-beli secara online dan langsung di tempat.

Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto menyampaikan, kedua pelaku dinilai melanggar UU Nomor 5 Tahun 90 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman lima tahun penjara.

Baca juga: Jual Online Satwa Dilindungi, Warga Bondowoso Ini Ditangkap Polisi

“Mereka melanggar Pasal 40 yang berbunyi barang siapa dengan sengaja menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam kondisi hidup, maka terancam lima tahun penjara,” kata Hermanto, saat gelar perkara.

Hewan dilindungi itu disebut dibeli para pelaku dari penjual yang berasal di Surabaya, Jawa Timur, secara online. Hewan tersebut kemudian dikirim ke pelaku menggunakan jasa ekspedisi kereta api.

Para pelaku ini mengambil untung berkali lipat dari harga beli. Pelaku berinisial S misalnya, menjual kukang seharga Rp 450.000 dari harga beli Rp 200.000 per hewan.

Di dalam kandang, ada dua ekor kukang, ibu dan anaknya yang masih kecil.

Hal itu juga diakui tersangka AS. Dia membeli elang bondol seharga Rp 600.000 dan menjualnya Rp 1 juta.

Baca juga: Pemilik Satwa Langka Diimbau Serahkan Peliharaannya ke BKSDA

Kemudian, elang hitam yang dibelinya Rp 1,8 juta dijual Rp 2 juta. Sedangkan anak alap-alap tikus yang dibeli Rp 250.000, dijual Rp 300.000.

“Saya membeli dari Surabaya via online, dan proses pengirimannya menggunakan kereta api,” kata AS.

Suhermanto menegaskan tim satuan reskrim akan mendalami kasus temuan hewan yang dilindungi dan dijual secara illegal tersebut.

Dia juga akan melacak proses transaksi jual-beli yang dilakukan secara online, untuk mengetahui sumber penjual dan juga para pembelinya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X