Terjaring OTT Pungli, Kadispenduk Jember Ditetapkan Tersangka

Kompas.com - 02/11/2018, 12:37 WIB
Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, Bersama Kasatreskrim AKP Erik Pradana, Saat Menggelar Press Release, Terkait Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Pungli Pengurusan Dokumen Kependudukan, Yang Melibat Kepala Dispendukcapil Jember, dan Seorang Calon. KOMPAS.com/ Ahmad WinarnoKapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo, Bersama Kasatreskrim AKP Erik Pradana, Saat Menggelar Press Release, Terkait Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Pungli Pengurusan Dokumen Kependudukan, Yang Melibat Kepala Dispendukcapil Jember, dan Seorang Calon.

JEMBER, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Jember, Jawa Timur, menetapkan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember, Sri Wahyuniati, sebagai tersangka kasus dugaan pungutan liar pengurusan dokumen kependudukan.

Selain kepala dinas, polisi juga menetapkan seorang calo berinisial K sebagai tersangka kasus tersebut.

Penetapan kedua tersangka tersebut menyusul kegiatan operasi tangkap tangan ( OTT) di kantor Dispendukcapil Jember, yang dilakukan Polres Jember, Rabu (31/10/2018) malam.


Dari hasil OTT tersebut, polisi mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp 10 juta dari tangan Kepala Dispendukcapil.

Baca juga: Ridwan Kamil Minta Tim Saber Pungli Buat Buku Panduan Modus KKN

Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menuturkan, kasus OTT tersebut bermula banyaknya laporan warga yang masuk, bahwa terjadi dugaan praktik pungli terhadap pengurusan dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Kartu Identitas Anak (KIA), dan akta kelahiran.

“Jadi, banyak warga yang mengeluh kepada kami, bahwa pengurusan dokumen kependudukan cukup lama. Namun, jika ingin cepat maka bisa lewat samping, dengan membayar sejumlah uang,” ungkap Kusworo, Jumat (2/11/2018).

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, akhirnya polisi melakukan OTT terhadap Kepala Dispendukcapil, dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

“Jadi, tersangka calo berinisial K ini, memiliki kaki tangan di bawahnya yang bertugas menjaring pemohon dokumen kependudukan, yang ingin cepat proses pengurusannya. Mereka biasanya mematok tarif Rp 100.000 untuk pengurusan KK, KTP, dan akta kelahiran, sedangkan KIA dipatok sebesar Rp 25.000,” kata dia.

Baca juga: Kapolres Prabumulih: Polisi Pungli atau Memeras, Saya Tindak Tegas

Setelah berkas terkumpul, selanjutnya tersangka K akan menyerahkan seluruh dokumen berikut uang tersebut kepada Kepala Dispendukcapil, untuk ditandatangani.

“Dengan membayar tersebut, maka pengurusan dokumen kependudukan bisa selesai sehari,” ujar Kusworo.

Saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman terkait kasus dugaan pungli tersebut. “Terus kita dalami kasus ini,” tutup dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Korban Pemukulan Motivator Bertambah Jadi 10 Siswa, Alami Lebam hingga Luka di Bibir

Regional
Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Garuda dan Air Asia Mulai Penerbangan Internasional di YIA pada April 2020

Regional
Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Fakta Jelang Pelantikan Presiden, Keamanan Rumah Jokowi Berlapis hingga Patroli di Sekolah

Regional
Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Jaring Investor, Pemdaprov Jabar Dahulukan Kerja Sama dengan BUMD

Regional
PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

PKB Minta Jokowi-Ma'ruf Amin Tak Terburu-buru Tentukan Menteri

Regional
Aktivitas Reklamasi Semakin 'Menggila', Ketua DPRD Batam Berang

Aktivitas Reklamasi Semakin "Menggila", Ketua DPRD Batam Berang

Regional
Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Duduk Perkara Pemukulan 8 Siswa oleh Motivator karena Tertawa

Regional
Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Sunan Kuning Tutup, Pekerja di Lokalisasi Depresi, Masuk RSJ

Regional
Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Hasto Sebut Menteri dari PDI-P Paling Banyak di Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin

Regional
Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Mengaku Pernah Kerja di RSCM, Dokter Gadungan Ditangkap Polisi

Regional
Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Kronologi Motivator Tampar 8 Siswa Saat Seminar

Regional
Wali Kota Malang Menangis Saat Temui Siswa Korban Pemukulan Motivator

Wali Kota Malang Menangis Saat Temui Siswa Korban Pemukulan Motivator

Regional
Termakan Hoaks Gempa Besar dan Tsunami, Banyak Warga Tinggalkan Ambon

Termakan Hoaks Gempa Besar dan Tsunami, Banyak Warga Tinggalkan Ambon

Regional
Sekjen PDI-P: Bu Mega dan Bu Risma Sudah Bahas Calon Wali Kota Surabaya

Sekjen PDI-P: Bu Mega dan Bu Risma Sudah Bahas Calon Wali Kota Surabaya

Regional
Kantor Wali Kota Medan Digeledah, Ajudan yang Hampir Tabrak KPK Muncul

Kantor Wali Kota Medan Digeledah, Ajudan yang Hampir Tabrak KPK Muncul

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X