Nelayan Boleh Bantu Cari Puing Pesawat tapi Tidak Boleh Masuk TKP Lion Air Jatuh

Kompas.com - 01/11/2018, 15:59 WIB
Pokmaswas Nelayan Karawang dilibatkan untuk mencari puing pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 yang jatuh di perairan Karawang.



KOMPAS.com/ FARIDA FARHANPokmaswas Nelayan Karawang dilibatkan untuk mencari puing pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610 yang jatuh di perairan Karawang.

KARAWANG, KOMPAS.com - Nelayan di sekitar perairan Karawang saat ini diimbau untuk membantu penyisiran puing dan korban pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610. Namun, mereka tidak diperbolehkan mendekati TKP jatuhnya pesawat naas tersebut. 

Hal itu ditegaskan oleh Kakorpolairud  Baharkam Irjen Chairul Noor Alamsyah di Posko Aku Polda Jabar di Pantai Tanjungpakis, Karawang, Kamis (1/11/1018).

Chairul menyebutkan, imbauan agar nelayan ikut membantu penyisiran disampaikan melalui kapolda, kapolres,  kapolsek, hingga bhabinkamtibmas. Hanya saja, nelayan diminta tak masuk ke dalam koordinat pencarian tim gabungan evakuasi.

"Sebaiknya tidak masuk ke TKP. Karena kalau di TKP sudah dibatasi. Di pesisir saja," ujar Chairul. 

"Hari ini pencarian dibagi menjadi dua tim. Tim pertama akan melakukan penyisiran sampai ke muara Sungai Citarum. Tim kedua akan menyusuri hingga pantai Subang," lanjutnya.

Baca juga: 4 Fakta Baru Kecelakaan Lion Air JT 610, Radius Pencarian Diperluas hingga Nelayan Lihat Pesawat Terbang Miring


Chairul juga meminta masyarakat di sekitar pantai melapor kepada posko, polisi atau pihak terkait jika menemukan korban atau serpihan pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018 lalu.

Sebelumnya, puluhan nelayan yang tergabung dalam kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) dari 12 muara di sepanjang pantai Utara Karawang dilibatkan turut mencari korban dan puing pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT610.

"Pokmaswas dilibatkan dalam pencarian. Tapi tidak secara langsung. Mereka (nelayan) sambil ngejaring," ujar Kasatpol airud Polres Karawang AKP Sitorus di posko Tanjungpakis, Karawang, Kamis (1/11/2018).

Baca juga: Sembari Tangkap Ikan, Puluhan Nelayan Karawang Dilibatkan Cari Puing Lion Air

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Usai Surati Australia dan Jerman soal Sampah, Siswi SMP Ini juga Akan Surati Inggris dan Kanada

Regional
Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Detik-detik Pembunuhan Pelajar SMA yang Ditemukan Jadi Tengkorak, Berawal dari Titipan Kado

Regional
3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

3 Turis Diduga Terjangkit Virus Corona, Dinkes Bali Minta Warga Tak Panik

Regional
Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Cerita Putra Penderita ODGJ: Kami Selalu Berdoa Ayah Lepas dari Pasungan...

Regional
Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Kerajaan Kandang Wesi di Garut, Padepokan Silat dan Tempat Pembuatan Senjata di Masa Padjadjaran

Regional
Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Empat Pelajar SMP yang Jatuh ke Jurang di Cianjur Diduga Hendak Tawuran

Regional
Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Ricuh Warga di Perumnas Mandala, Massa Saling Lempar Batu hingga Polisi Letuskan Tembakan

Regional
Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Keluarga Tak Yakin Tengkorak yang Ditemukan Milik Astrid, Pelajar SMA yang Hilang 2 Bulan

Regional
Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Jadi Venue Piala Dunia U-20, Pemkot Surakarta Butuh Rp 80 Miliar

Regional
8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

8 Tahun Disiksa Ibu Kandung, Anak: Kami Ingin Ibu Peluk dan Kasih Sayangnya

Regional
Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Enam dari 11 Kabupaten Penyelenggara Pilkada 2020 di Papua, Ada Riwayat Konflik

Regional
Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Berkat Pembaca Kompas.com, Kini Nining Tak Lagi Tinggal di WC Sekolah dan Buka Usaha

Regional
Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Pembebasan Lahan Bandara Kediri, Pemerintah Akan Gunakan Skema Konsinyasi

Regional
Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Pasangan Suami Istri Nekat Konsumsi Sabu di Kamar Rumah, Begini Akhir Nasibnya

Regional
Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Ini Permintaan Sukiyah Setelah Rambutnya yang Jadi Sarang Tikus Dipotong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X