BERITA POPULER NUSANTARA: Mengungkap Tragedi Keluarga Ong hingga Hasil Visum Mahasiswi Asal Blora - Kompas.com

BERITA POPULER NUSANTARA: Mengungkap Tragedi Keluarga Ong hingga Hasil Visum Mahasiswi Asal Blora

Kompas.com - 26/10/2018, 07:27 WIB
Kelurga Fransiscus Xaverius Ong (45) bersama anak dan istrinya. FX Ong nekat menembak mati anak serta istri lantaran diduga dipicu sol permasalahan rumah tangga.ISTIMEWA Kelurga Fransiscus Xaverius Ong (45) bersama anak dan istrinya. FX Ong nekat menembak mati anak serta istri lantaran diduga dipicu sol permasalahan rumah tangga.

KOMPAS.com — Berita tentang dugaan aksi bunuh diri keluarga Fransiskus Xaverius Ong di Palembang menjadi sorotan utama pembaca.

Setiap petunjuk dan motif di balik tragedi di Palembang tersebut terus diikuti perkembangannya oleh masyarakat.

Selain itu, berita tentang meninggalnya Jessica Manonahas (10) setelah diduga menjadi korban pembakaran oleh ibu kandungnya juga menjadi trending di Kompas.com.

Berikut ini secara lengkap 5 berita populer hari Kamis (25/10/2018).

1. Menunggu hasil penyelidikan polisi tentang tragedi keluarga Ong

Ilustrasi olah TKP Ilustrasi olah TKP

Kepergian keluarga Fransiskus Xaverius (FX) Ong (45) secara tak wajar membuat para kerabat serta tetangga hingga keluarganya sendiri seakan tak percaya.

Ong nekat mengakhiri hidup bersama kedua anak serta istrinya dengan menembak kepala sendiri menggunakan senjata api jenis revolver.

Polisi mulai menemukan dan merangkai sejumlah keterangan saksi serta bukti-bukti di lokasi kejadian.

Isu adanya kehadiran orang ketiga hingga memicu perceraian pun kini terus digali oleh Polresta Palembang.

“Cece (Margaret) sering buka HP Koko (FX Ong) dan pernah lihat ada wanita lain. Mamanya Cece cerita ke orang lain sehingga sering ribut,” kata Sarah, salah satu pembantu keluarga Ong, di Polda Sumsel, Rabu (24/10/2018) malam.

Baca berita selengkapnya: Kisah Pilu Keluarga FX Ong, Dugaan Orang Ketiga hingga Tega Tembak Kepala Anak dan Istri sampai Tewas

2. Sebelum meninggal, Jessica doakan sang ibu

Setelah bertahan lebih dari sebulan, Jesssica Manonahas (10), seorang siswi SD di Desa Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, yang diduga dibakar ibunya akhirnya meninggal dunia, Selasa (23/10/2018).Tribun Manado Setelah bertahan lebih dari sebulan, Jesssica Manonahas (10), seorang siswi SD di Desa Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, yang diduga dibakar ibunya akhirnya meninggal dunia, Selasa (23/10/2018).

Jessica diduga disiram minyak panas kemudian disulut dengan api oleh sang ibu pada 12 September 2018.

Korban sudah menjalani beberapa kali operasi sebelum mengembuskan napas terakhir di RSUP Kandou, Manado.

Sebelum meninggal, Jessica sempat mendoakan sang ibu dan memaafkan perbuatannya.

"Dia (Jessica) juga sudah mendoakan sang ibu agar diberi pengampunan oleh Tuhan," kata Nurlince Sahambangu, salah satu kerabat Jessica.

Baca berita selengkapnya: Sebelum Meninggal, Bocah Jessica Maafkan Sang Ibu yang Membakarnya

3. Pernikahan "unik" di Sulawesi Selatan berlangsung meriah

Meriah, Pernikahan Terpaut Usia 45 Tahun di SidrapSuddin Syamsuddin / Kompas. Com Meriah, Pernikahan Terpaut Usia 45 Tahun di Sidrap

Pesta pernikahan pasangan Muh Idris, pemuda 20 tahun asal Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dengan Inade, janda berusia 65 tahun warga Desa Corawali, berlangsung meriah.

Pesta pernikahan berlangsung dengan adat Bugis. Kedua mempelai mengenakan baju berwarna merah dengan riasan khas Bugis. Sebelum akad nikah dilakukan, Idris terlihat tegang, tetapi ditutupi dengan senyum yang bahagia.

“Tegang kurasa,” kata Idris singkat.

Jarak usia yang berbeda jauh tak menghalangi niat pasangan tersebut untuk mengikat tali pernikahan.

Baca berita selengkapnya: Meriah, Pernikahan Terpaut Usia 45 Tahun di Sidrap 

4. Produksi massal ribuan unit kendaraan AMMDes

Presiden Komisaris KMWI dan KMWD Sukiyat saat menyalakan mesin kendaraan AMMDes KMW di Bengkel Kiat Motor Jalan Solo - Jogja Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (25/10/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Presiden Komisaris KMWI dan KMWD Sukiyat saat menyalakan mesin kendaraan AMMDes KMW di Bengkel Kiat Motor Jalan Solo - Jogja Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (25/10/2018).

Presiden Komisaris KMWI dan KMWD Sukiyat mengatakan telah melakukan komunikasi dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait produksi massal 15.000 unit kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) pada Januari 2019.

Komunikasi tersebut dilakukan Sukiyat ketika Presiden Jokowi menjenguk dirinya yang saat itu sedang dirawat di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta pada 14 September lalu.

"Sudah ada pembicaraan (dengan Pak Jokowi) waktu di RS Bethesda. Beliau juga tengok saya waktu sakit," kata Sukiyat, yang juga inisiator mobil Esemka di Klaten, Jawa Tengah, Kamis (25/10/2018).

Sukiyat mengaku dirinya sakit dan dirawat di RS Bethesda saat itu karena memikirkan agar mobil Esemka generasi III dengan merek Kiat Mahesa Wintor (KMW) tersebut bisa diproduksi secara massal.

Baca berita selengkapnya: Sukiyat Akui Sudah Bicara dengan Jokowi soal Produksi 15.000 Mobil Esemka Generasi III

5. Hasil visum mahasiswi W asal Blora 

Ilustrasi SHUTTERSTOCK Ilustrasi

Dari hasil visum terhadap mahasiswi W asal Blora dinyatakan tidak ada tindak kekerasan yang dialami korban.

W sempat melaporkan adanya dugaan tindakan kekerasan dan perkosaan oleh seorang sopir travel di DIY.

"Kami menerima laporan dari masyarakat bahwa ada orang yang diperkosa. Kemudian kami cek TKP-nya, kami periksa saksi-saksi, lalu kami mintakan visumnya," ujar Direktur Ditreskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo, Kamis (25/10/2018).

Hadi menyampaikan, orang yang diduga melakukan pemerkosaan sudah dimintai keterangan.

"Jadi untuk menetapkan tersangka, alat bukti yang berbicara, bukan opini yang bicara," tegasnya.

Baca berita selengkapnya: Hasil Visum Tunjukkan Tak Ada Kekerasan pada Mahasiswi yang Mengaku Diperkosa

Sumber: KOMPAS.com (Caroline Damanik, Caroline Damanik, Labib Zamani, Aji YK Putra)

 


Terkini Lainnya


Close Ads X