Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Minggu Razia, Polisi Garut Tilang 2.328 Pelanggar Lalu Lintas

Kompas.com - 16/10/2018, 12:29 WIB
Ari Maulana Karang,
Farid Assifa

Tim Redaksi

GARUT, KOMPAS.com - Polres Garut menindak 2.658 pelanggar lalu lintas dalam operasi yang digelar selama tiga minggu.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengungkapkan, dari 2.658 pelanggaran yang ditindak, 2.328 di antaranya dikenai sanksi tilang. Sementara 330 di antaranya diberi sanksi teguran.

"Kebanyakan pelanggaran yang ditindak adalah yang menyangkut keselamatan pengendara dari mulai sabuk pengaman, helm hingga berkendara bertiga," katanya.

Selain itu, pelanggaran yang ditindak ada juga yang menyangkut kelengkapan surat menyurat kendaraan yang tidak lengkap, termasuk dua mobil dinas pemerintah milik Pemkab Garut dan satu mobil dinas milik Provinsi Jawa Barat.

"Mobil dinas yang dari provinsi bantuan ke sekolah kejuruan untuk bahan praktik, harusnya dibongkar untuk belajar, jadi tidak ada pelat nomornya, ini malah dipasangi pelat nomor merah dan dipakai," jelas Budi.

Baca juga: Kecelakaan Truk Pindad vs Pick Up, 1 Tewas dan 2 Luka

Sementara, satu unit kendaraan dinas milik Pemkab Garut diamankan karena penggunanya tidak bisa menunjukan surat-surat kendaraan yang digunakannya.

"Sampai sekarang belum ada yang datang menunjukan surat-suratnya, makanya kita tahan," jelasnya.

Sementara, untuk ratusan knalpot bising yang diamankan dalam operasi, menurut Kapolres, nantinya akan dihancurkan.

Jumlah pelanggaran yang terjadi, menurut Budi, tidak terlalu banyak dibanding sebelumnya. Pihaknya pun saat ini terus gencar melakukan sosialisasi soal safety riding kepada pengguna jalan dan sekolah-sekolah untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas.

"Razia ini juga jadi bagian dari mempersempit ruang gerak para pelaku pencurian kendaraan bermotor," katanya.

Baca juga: Truk Fuso Tabrak Pengendara Motor di Riau, Seorang Petani Tewas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com