Dugaan Suap Bupati Malang, KPK Periksa Pemilik Perusahaan Pemenang Tender DAK 2011

Kompas.com - 13/10/2018, 17:25 WIB
Pemilik CV Sawunggaling Moh Zaini Ilyas usai diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK di Aula Bhayangkari Polres Malang pada Sabtu (13/10/2018) KOMPAS.com/ANDI HARTIKPemilik CV Sawunggaling Moh Zaini Ilyas usai diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK di Aula Bhayangkari Polres Malang pada Sabtu (13/10/2018)

MALANG, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi terkait kasus suap dan gratifikasi yang menyeret nama Bupati Malang Rendra Kresna di Aula Bhayangkari Polres Malang, Sabtu (13/10/2018).

Salah satu saksi yang diperiksa adalah dari pihak swasta Moh Zaini Ilyas.

Zaini diperiksa dalam posisinya sebagai pemilik perusahaan CV Sawunggaling. Perusahaan tersebut merupakan salah satu pemenang tender proyek peningkatan mutu pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Anggaran proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011 yang berujung pada kasus dugaan suap Bupati Malang Rendra Kresna.


Pada kesempatan itu, Zaini mengaku ditanya tentang proses perusahaannya memenangkan lelang hingga pada pencairan anggaran.

"Pertanyaannya banyak. Diceritain asal usulnya mulai proses penandatanganan, proses pencairan, bukti pencairan. Bukti pencairan sudah saya transfer ke Ali Murtopo semunya," katanya.

Baca juga: KPK Periksa 8 Saksi Terkait Kasus Suap dan Gratifikasi Bupati Malang

Meski merupakan pemilik perusahaan, Zaini mengaku tidak mengetahui pelaksanaan proyek tersebut. Sebab pada waktu itu, perusahaan miliknya dikuasakan kepada Ali Murtopo sebagai direktur.

"Waktu itu perusahaan saya boleh dikatakan dipakai oleh Ali Murtopo. Saya persilakan sebagai kuasa direktur. Itu ada notarisnya," ungkapnya.

Dengan begitu, pencairan anggaran proyek tersebut masuk ke rekening perusahaan. Setelah itu, Zaini mengaku bahwa seluruh uang senilai Rp 8,8 miliar yang masuk ke rekening perusahaannya langsung ditransfer ke rekening Ali Murtopo.

"Mau tidak mau (uang) tetap masuk ke rekening perusahaan saya. Setelah masuk rekening perusahaan saya, cair, saya transfer ke Ali Murtopo," katanya.

Waktu itu, pencairan anggaran DAK tersebut terjadi pada akhir tahun 2011 dengan empat kali transfer. Transfer pertama senilai Rp 3 miliar, kedua Rp 3 miliar, ketiga Rp 1,8 miliar dan transfer keempat Rp 650 juta.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harapan RK Terhadap Kabinet Baru Jokowi: Ekonomi Melompat, Sosial Politik Kondusif

Harapan RK Terhadap Kabinet Baru Jokowi: Ekonomi Melompat, Sosial Politik Kondusif

Regional
Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Regional
Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X