Bupati Malang Mengaku Kenal dengan Ali Murtopo dan Eryk Talla

Kompas.com - 12/10/2018, 12:57 WIB
Bupati Malang Rendra Kresna saat ditemui usai acara di Pendopo Agung Kabupaten Malang di Jalan KH Agus Salim nomor 7 Kota Malang pada Kamis (11/10/2018) malam. KOMPAS.com/ANDI HARTIKBupati Malang Rendra Kresna saat ditemui usai acara di Pendopo Agung Kabupaten Malang di Jalan KH Agus Salim nomor 7 Kota Malang pada Kamis (11/10/2018) malam.

MALANG, KOMPAS.com - Bupati Malang Rendra Kresna mengaku kenal dengan Ali Murtopo dan Eryk Armando Talla sudah sejak lama.

Kedua nama itu diduga telah memberikan uang berupa suap terhadap Rendra Kresna oleh Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK). Ketiganya sudah ditetapkan menjadi tersangka sebagai penerima dan pemberi.

Rendra yang saat ini menjabat sebagai bupati di periode keduanya bahkan menyebut bahwa keduanya yang telah melaporkan dirinya menerima uang suap ke KPK.

Baca juga: Kasus Gratifikasi Bupati Malang, KPK Periksa Pejabat BLH dan BPKAD

"Dia kan yang melaporkan bahwa dia memberikan uang kepada saya. Saya kenal, siapa yang tidak kenal dengan Ali Murtopo. Dia kan anak Kabupaten Malang. Eryk siapapun pasti kenal dia kan pemborong. Saya kenal dengan kedua orang itu," katanya saat ditemui di Pendopo Agung Kabupaten Malang di Jalan KH Agus Salim nomor 7 Kota Malang, Kamis (11/10/2018) malam.

Rendra mengetahui bahwa Ali Murtopo dan Eryk yang melaporkan kasus itu karena dirinya sudah pernah diperiksa sebelumnya oleh penyidik KPK.

"Saya tahu itu, saya kan dulu sudah pernah dimintai keterangan laporan Ali Murtopo dan Eryk," katanya.

Kendati begitu, Rendra mengaku tidak mengetahui alasan keduanya melapor ke KPK. Rendra hanya mengetahui bahwa Ali Murtopo yang mengerjakan proyek penyediaan sarana di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011 yang berujung pada pelaporan pemerimaan suap.

Baca juga: Janji Penuhi Pemeriksaan KPK, Bupati Malang Siap Jika Langsung Ditahan

"Saya tidak tahu. Yang saya tahu bahwa Ali Murtopo itu yang mengerjalan proyek DAK itu. Kemudian dia melaporkan saya menerima gratifikasi itu. Yang lainnya saya tidak tahu," ungkapnya.

Rendra juga mengaku tidak megetahui terkait kemungkinan adanya persaingan proyek sehingga kedua orang tersebut memilih melapor ke KPK.

"Saya tidak pada kontek mengetahui tentang hal - hal itu. Karena saya tidak mengikuti proses proyeknya siapa. Karena saya mengawal sampai APBD itu didok. Setelah itu semuanya itu ada di dinas," katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menetapkan dua perkara terhadap Rendra Kresna. Pertama, Rendra selaku Bupati Kabupaten Malang periode 2010-2015, diduga menerima suap terkait penyediaan sarana, terutama proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sebesar Rp 3,45 miliar.

Selain Rendra, KPK juga menetapkan seseorang dari pihak swasta bernama Ali Murtopo (AM) sebagai pemberi suap.

Kedua, Rendra bersama seorang pihak swasta bernama Eryk Armando Talla (EAT) diduga menerima gratifikasi sekitar Rp 3,55 miliar. Dalam perkara ini, Eryk juga ditetapkan sebagai tersangka.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Protes Bus Trans Jateng, Puluhan Awak Mikrobus di Purbalingga Mogok Kerja

Protes Bus Trans Jateng, Puluhan Awak Mikrobus di Purbalingga Mogok Kerja

Regional
Polemik Jalur Tambang Parung Panjang, DPRD Jabar Minta Aktivitas Tambang Ditutup

Polemik Jalur Tambang Parung Panjang, DPRD Jabar Minta Aktivitas Tambang Ditutup

Regional
Museum Pendidikan Surabaya Bakal Dilengkap 800 Benda Bersejarah

Museum Pendidikan Surabaya Bakal Dilengkap 800 Benda Bersejarah

Regional
447 Ternak Babi di Kabupaten Karo Mati akibat Kolera

447 Ternak Babi di Kabupaten Karo Mati akibat Kolera

Regional
Uang Kuliah Anak Rp 250 Juta Dipakai untuk Suap Mantan Bupati Kudus

Uang Kuliah Anak Rp 250 Juta Dipakai untuk Suap Mantan Bupati Kudus

Regional
Mahasiswa Walenrang Lamasi Blokade Jalan Tuntut Pemekaran Kabupaten

Mahasiswa Walenrang Lamasi Blokade Jalan Tuntut Pemekaran Kabupaten

Regional
Tangkap Terduga Teroris di Kampar Riau, Densus 88 Temukan Buku Jihad hingga Ketapel

Tangkap Terduga Teroris di Kampar Riau, Densus 88 Temukan Buku Jihad hingga Ketapel

Regional
4 Fakta 25 Makam di Tasikmalaya Dibongkar, Bukan Pertama Kali hingga Polisi Bentuk Tim

4 Fakta 25 Makam di Tasikmalaya Dibongkar, Bukan Pertama Kali hingga Polisi Bentuk Tim

Regional
Wakil Bupati Kendal: Saya Akan Pecat Oknum PNS yang Ketahuan Jadi Calo CPNS

Wakil Bupati Kendal: Saya Akan Pecat Oknum PNS yang Ketahuan Jadi Calo CPNS

Regional
Saat Gibran Gigih Maju Pilkada, Relawan 'Blusukan' hingga Ditanggapi Santai Calon Walkot Solo

Saat Gibran Gigih Maju Pilkada, Relawan "Blusukan" hingga Ditanggapi Santai Calon Walkot Solo

Regional
Nyamar Jadi Pocong 5 Siswa SMP Ditangkap, Sempat Kucing-kucingan dengan Polisi

Nyamar Jadi Pocong 5 Siswa SMP Ditangkap, Sempat Kucing-kucingan dengan Polisi

Regional
Pergi Melaut, Nelayan Manokwari Hilang di Perairan Tanah Rubuh

Pergi Melaut, Nelayan Manokwari Hilang di Perairan Tanah Rubuh

Regional
Di Hadapan 1590 Legislator Jateng, Ganjar Tekankan Antikorupsi dan Integritas

Di Hadapan 1590 Legislator Jateng, Ganjar Tekankan Antikorupsi dan Integritas

Regional
Kronologi Seorang Karyawan Tewas setelah Separuh Badanya Terjepit Mesin Roll

Kronologi Seorang Karyawan Tewas setelah Separuh Badanya Terjepit Mesin Roll

Regional
100 Rekaman Adegan Ranjang Jadi Barang Bukti Kasus Video Seks 3 Pria 1 Wanita di Garut

100 Rekaman Adegan Ranjang Jadi Barang Bukti Kasus Video Seks 3 Pria 1 Wanita di Garut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X