Janji Penuhi Pemeriksaan KPK, Bupati Malang Siap Jika Langsung Ditahan

Kompas.com - 12/10/2018, 06:20 WIB
Bupati Malang Rendra Kresna saat ditemui usai acara di Pendopo Agung Kabupaten Malang di Jalan KH Agus Salim nomor 7 Kota Malang pada Kamis (11/10/2018) malam. KOMPAS.com/ANDI HARTIKBupati Malang Rendra Kresna saat ditemui usai acara di Pendopo Agung Kabupaten Malang di Jalan KH Agus Salim nomor 7 Kota Malang pada Kamis (11/10/2018) malam.

MALANG, KOMPAS.com - Bupati Malang Rendra Kresna mengaku sudah menerima surat pemanggilan pemeriksaan sebagai tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Rendra Kresna yang sedang menjabat di periode keduanya ini menegaskan akan memenuhi pemeriksaan yang diagendakan pada Senin (15/10/2018) mendatang.

"Iya saya datang dong. Kemudian apapun pertanyaan akan saya jawab. Apapun yang terjadi saya siap," katanya di Pendopo Agung Kabupaten Malang di Jalan KH Agus Salim nomor 7 Kota Malang, Kamis (11/10/2018) malam.

Baca juga: Bupati Malang: Saya Tidak Terima Suap, Tapi Saya Bertanggungjawab...

Mantan Ketua DPW Patai NasDem Jawa Timur itu mengaku sudah siap dengan segala kemungkinan yang terjadi. Termasuk jika dirinya langsung ditahan oleh KPK.

"Saya harus prepare. Harus menerima bahwa itu adalah bagian dari pada risiko saya. Makanya saya beberapa waktu yang lalu saya langsung pimpin rapat itu, agar kemudian jangan sampai melemah jangan sampai kemudian patah semangat tapi tetap trus harus giat dan tetap harus punya etos kerja tinggi untuk mengawal tugas pemerintah," katanya.

Sementara itu, Rendra sudah menunjuk kuasa hukum untuk mendampinginya selama proses hukum berlangsung.

Ketiganya adalah Gunadi Handoko, Imam Muslich dan Darmadi. Dengan begitu, Rendra mengaku sudah siap meski harus mendekan di jeruji tahanan.

Baca juga: Ditetapkan Tersangka, Bupati Malang Rendra Kresna Hormati Keputusan KPK

"Apapun yang terjadi saya sudah prepare, bahwa saya siap menghadapi itu," katanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan tersangka terhadap bupati kelahiran Pamekasan itu. Rendra selaku Bupati Malang periode 2010-2015, diduga menerima suap terkait penyediaan sarana Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sebesar Rp 3,45 miliar.

Selain Rendra Kresna, KPK juga menetapkan seseorang dari pihak swasta bernama Ali Murtopo (AM) sebagai pemberi suap.

Kedua, Rendra bersama seorang pihak swasta bernama Eryk Armando Talla (EAT) diduga menerima gratifikasi sekitar Rp 3,55 miliar. Dalam perkara ini, Eryk juga ditetapkan sebagai tersangka.

Sebanyak 22 kolasi sudah digeledah oleh tim penyidik KPK. Dari hasil penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah barang bukti. Termasuk uang 15.000 dollar Singapura yang disita dari rumah dinas bupati.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Duduk Perkara Pembunuhan Pelajar SMA yang Hilang Ditemukan Jadi Tenggorak

Regional
Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Upayakan Perbaikan

Pipa PDAM Malang Pecah, Emil: Pemprov Jatim Upayakan Perbaikan

Regional
Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Kisah Ardian, Mantan Pencuri Beras yang Kini Jadi Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus

Regional
Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Fakta Kapal TKI Ilegal Tenggelam di Selat Malaka, 9 Penumpang Belum Ditemukan hingga Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

[POPULER NUSANTARA] Kisah Sukiyah, Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus | Pembunuhan Pelajar SMA di Bengkulu

Regional
Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Atap Ruko Roboh Timpa 4 Anak, 1 Tewas di Tempat, 1 Kritis

Regional
Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Bertemu Sukiyah yang Miliki Rambut 2 Meter Jadi Sarang Tikus Paling Menggetarkan Hati Ardian

Regional
KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

KM Wingston Tenggelam di Perairan Kualatanjung, Sumut, 8 Orang Selamat, 3 Hilang

Regional
Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Sosok Ardian, Relawan Penolong Sukiyah dari Rambut 2 Meter Sarang Tikus: Mantan Residivis Keluar Masuk Penjara

Regional
Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Dipaksa Bersetubuh oleh Ayah Kandung, Korban Alami Gangguan Kejiwaan

Regional
Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Ricuh Warga Mandala Medan karena Konflik Sosial, Bukan Agama

Regional
Faktor Umur, Neneng, Gajah Berusia 55 Tahun di Kebun Binatang Medan Mati

Faktor Umur, Neneng, Gajah Berusia 55 Tahun di Kebun Binatang Medan Mati

Regional
18 TKI Ilegal Gagal ke Malaysia Akibat Kapalnya Tenggelam, 9 Orang Masih Dicari

18 TKI Ilegal Gagal ke Malaysia Akibat Kapalnya Tenggelam, 9 Orang Masih Dicari

Regional
2 Hari Diguyur Hujan Deras, Kabupaten Lahat dan Empat Lawang Diterjang Banjir dan Longsor

2 Hari Diguyur Hujan Deras, Kabupaten Lahat dan Empat Lawang Diterjang Banjir dan Longsor

Regional
Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Selama 2 Tahun, Ini Alasannya Baru Terungkap

Pria Setubuhi Dua Putri Kandung Selama 2 Tahun, Ini Alasannya Baru Terungkap

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X