Feri Tabrak Kapal Tangker di Anambas, Begini Kronologinya - Kompas.com

Feri Tabrak Kapal Tangker di Anambas, Begini Kronologinya

Kompas.com - 11/10/2018, 21:24 WIB
Taali penumpangbyang terlempar saat terjadinya tabrakan antara Ferry MV Voc Batavia dengan kapal super tangker MT Pacific Crown di Perairan BintanDOK BNPP KELAS I TANJUNGPINANG Taali penumpangbyang terlempar saat terjadinya tabrakan antara Ferry MV Voc Batavia dengan kapal super tangker MT Pacific Crown di Perairan Bintan



ANAMBAS, KOMPAS.com - Kapal cepat Ferry MV VOC Batavia dengan rute Tanjungpinang-Letung-Tarempa, yang menabrak kapal super tangker MT Pacific Crown dalam perjalanan dari Tarempa, Kabupaten Anambas ke Tanjungpinang ternyata akibat faktor cuaca yang ekstrim.

Kepala Badan Nasional Pertolongan dan Pencarian (BNPP) klas I Tanjungpinang Budi Cahyadi Basarnas mengatakan, pada saat MV VOC Batavia melaksanakan pelayaran dari Tarempa cuaca dalam kondisi cerah.

Namun, saat sudah mendekati perairan Bintan, cuaca berubah menjadi hujan deras sehingga mengakibatkan jarak pandang minim.

"Jadi kecelakaan ini murni diakibatkan dari buruknya cuaca saat melakukan pelayaran," kata Budi.

Kronologis kejadian, menurut Budi, berawal saat pukul 13.10 WIB, ketika Ferry MV Voc Batavia melakukan pelayaran dari Anambas menuju Tanjungpinang.

Saat itu, kecepatan Ferry MV Voc Batavia sekitar 23 knot dengan jarak pandang ke laut 700 meter. Sekitar pukul 13.14 WIB, dari jarak 500 meter nakhoda melihat 1 kapal tangker.

Baca juga: Cuaca Ekstrim, Feri Dikabarkan Tabrak Kapal Tangker di Anambas

Setelah berada pada jarak 100 meter, baru nakhoda MV Voc Batavia menurunkan kecepatan.

Namun, benturan itu tidak terelakkan lagi hingga akhirnya Ferry MV Voc Batavia menabrak kapal MT Pacific Crown.

"Tabrakan itu terjadi sekitar pukul 13.18 WIB dan saat insiden tersebut satu orang penumpang yang saat itu berada di luar atas lambung kiri ferry langsung terlempar ke laut," jelas Budi.

Dia menambahkan, saat itu ABK melakukan penyelamatan kepada penumpang bernama Ta'ali warga Buton, Sulawesi Tenggara dengan menggunakan lifeboat.

Usai melakukan pertolongan,  ABK beserta nakhoda melaksanakan pengecekan mesin feri dan hasilnya tidak ada kerusakan.

"Saat itu juga feri melanjutkan perjalanannya menuju pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang," terang Budi.

Dia menambahkan, saat kejadian gelombang perairan Bintan sekitar 1 meter dengan kecepatan angin 5-30 knot dan intensitas hujan yang cukup lebat.

"Dari insiden ini kapal mengalami kerusakan pada lambung kiri, bagian atas rusak pecah hingga bagian dalam kapal sepanjang 1.5 Meter," papar Budi.

Tidak hanya itu, kata Budi, kerusakan juga terjadi pada reling bagian atas lambung kapal yang mengalami rusak berat, tiang anjungan patah, serta kiri samping haluan kapal rusak parah.



Close Ads X