3 Fakta Baru Kasus Bupati Malang, Dugaan Terima Gratifikasi hingga Mundur dari Nasdem

Kompas.com - 09/10/2018, 13:06 WIB
Bupati Malang Rendra Kresna saat memberikan keterangan usai rumah dinasnya di Pendopo Kabupaten Malang digeledah KPK, Senin (8/10/2018) KOMPAS.com/ANDI HARTIKBupati Malang Rendra Kresna saat memberikan keterangan usai rumah dinasnya di Pendopo Kabupaten Malang digeledah KPK, Senin (8/10/2018)

KOMPAS.com - Bupati Malang Rendra Kresna menyatakan mundur sebagai Ketua DPW NasDem Jawa Timur.

Pernyataan tersebut diungkapkan Rendra setelah membaca sekilas status dirinta tersangka dalam surat penggeledahan rumah dinas dan kantornya.

Saat itu, dirinya membaca telah menjadi tersangka kasus suap DAK Pendidikan 2011. 

Berikut fakta terbaru terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Malang tersebut. 

1. Bupati Malang akui menjadi tersangka

Ketua DPW Nasdem Jawa Timur yang juga Bupati Malang Rendra Kresna saat ditemui usai melantik sejumlah kepala desa di Pendopo Kabupaten Malang, Selasa (13/6/2017)KOMPAS.com / Andi Hartik Ketua DPW Nasdem Jawa Timur yang juga Bupati Malang Rendra Kresna saat ditemui usai melantik sejumlah kepala desa di Pendopo Kabupaten Malang, Selasa (13/6/2017)
 

Bupati Malang Rendra Kresna diduga menerima gratifikasi dari rekanan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2011. 

"Saya kan disangkakan menerima gratifikasi dari pemborong, rekanan DAK 2011," katanya di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (9/10/2018).

Rendra mengetahui dirinya menjadi tersangka dari surat penggeledahan yang dilakukan oleh penyidik KPK pada Senin (8/10/2018) malam.

Saat itu, penyidik menggeledah rumah dinas Rendra yang ada di Pendopo Agung Kabupaten Malang di Jalan Agus Salim, Kota Malang serta rumah pribadinya yang ada di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

"Ya, tersangka saya, saya baca di berita acara penggeledahan, itu kan menyatakan bahwa saya sebagai tersangka kasus ini, nama Rendra Kresna," ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Malang Akui Sudah Jadi Tersangka Suap DAK Pendidikan oleh KPK

2. Bupati Malang mundur sebagai Ketua DPW NasDem Jawa Timur

Ilustrasi korupsiTHINKSTOCKS/TUPUNGATO Ilustrasi korupsi

Bupati Malang Rendra Kresna telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur.

Hal itu terkait dengan posisinya yang ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan tahun 2011.

"Sebetulnya itu hal yang memang patut untuk dilakukan ya bagi kader yang mungkin tidak bisa lagi all out karena harus berhadapan dengan kasus ataupun perkara seperti saya, bahwa sekarang saya ini ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK," katanya di Pendopo Kabupaten Malang, Selasa (9/10/2018).

Surat pengunduran dirinya itu diajukan pada Senin (8/10/2018) malam, setelah dirinya mengetahui bahwa sudah berstatus tersangka.

"Tadi malam. Sekarang zaman itu kan, jadi itu difoto kemudian dikirim ke sana (DPP)," ungkapnya.

Baca Juga: Bupati Rendra Mundur dari Ketua DPW NasDem Jatim karena Jadi Tersangka KPK

3. Alasan Bupati Malang mundur sebagai Ketua DPW NasDem

Bupati Malang Rendra Kresna saat memberikan keterangan usai rumah dinasnya di Pendopo Kabupaten Malang digeledah KPK, Senin (8/10/2018)KOMPAS.com/ANDI HARTIK Bupati Malang Rendra Kresna saat memberikan keterangan usai rumah dinasnya di Pendopo Kabupaten Malang digeledah KPK, Senin (8/10/2018)

Bupati Rendra Kresna mundur menjadi Ketua DPW NasDem agar bisa konsentrasi menghadapi kasus hukum yang dihadapinya.

Kasus dugaan korupsi tersebut, membuat Rendra tidak bisa konsentrasi dalam mengemban jabatan sebagai ketua DPW NasDem Jawa Timur.

"Otomatis konsentrasi pecah, saya kemudian harus bisa memberikan jawaban yang benar saat datang pemeriksaan. Sementara kalau masih menjabat sebagai ketua DPW, belum tentu bisa saya melakukannya dengan baik dan cermat," ungkapnya.

Rendra mengatakan, pengunduruan dirinya dari jabatan Ketua DPW murni karena inisiatifnya sendiri.

Baca Juga: KPK Benarkan Ada Penggeledahan di Malang

Sumber: KOMPAS.com (Andi Hartik)

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Warga Positif Covid-19, Gang Berisi 75 Warga di Denpasar Dikarantina

Satu Warga Positif Covid-19, Gang Berisi 75 Warga di Denpasar Dikarantina

Regional
UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Mei 2020

Regional
Balikpapan Mulai Susun Konsep Penerapan New Normal

Balikpapan Mulai Susun Konsep Penerapan New Normal

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Mei 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 Mei 2020

Regional
Penumpang Bandara YIA Tujuan Jakarta Wajib Memenuhi Syarat Ini

Penumpang Bandara YIA Tujuan Jakarta Wajib Memenuhi Syarat Ini

Regional
Waspada! Banjir Rob Terjang Pesisir Selatan Bali

Waspada! Banjir Rob Terjang Pesisir Selatan Bali

Regional
Belum Terapkan New Normal, Tanggap Darurat di Salatiga Diperpanjang Satu Bulan

Belum Terapkan New Normal, Tanggap Darurat di Salatiga Diperpanjang Satu Bulan

Regional
Kapolsek Ditahan, Posisi Terancam Diganti, Diduga Mabuk, Mobilnya Tabrak Rumah hingga Tewaskan Warga

Kapolsek Ditahan, Posisi Terancam Diganti, Diduga Mabuk, Mobilnya Tabrak Rumah hingga Tewaskan Warga

Regional
Salurkan BLT Dana Desa, Bupati Luwu Utara: Poinnya Bukan Bantuan, Tapi..

Salurkan BLT Dana Desa, Bupati Luwu Utara: Poinnya Bukan Bantuan, Tapi..

Regional
Gelombang Tinggi Merusak Bangunan di Pantai Selatan Gunungkidul

Gelombang Tinggi Merusak Bangunan di Pantai Selatan Gunungkidul

Regional
#BantuMakan, Aksi Mahasiswa Undip Bantu Teman yang Tak Mudik Selama Pandemi Covid-19

#BantuMakan, Aksi Mahasiswa Undip Bantu Teman yang Tak Mudik Selama Pandemi Covid-19

Regional
Gadis 16 Tahun Disetubuhi Ayahnya Sejak SD hingga Hamil, Terungkap Setelah Lahirkan Bayi

Gadis 16 Tahun Disetubuhi Ayahnya Sejak SD hingga Hamil, Terungkap Setelah Lahirkan Bayi

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang 3 Hari, Jadi Masa Evaluasi Sebelum New Normal

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang 3 Hari, Jadi Masa Evaluasi Sebelum New Normal

Regional
Baru Beoperasi, RSUP dr J Leimana Ambon Sudah Tangani 10 Pasien Corona

Baru Beoperasi, RSUP dr J Leimana Ambon Sudah Tangani 10 Pasien Corona

Regional
Sulit Tampilkan Wisata Budaya Saat New Normal, Bali Ingin Genjot Wisata Alam

Sulit Tampilkan Wisata Budaya Saat New Normal, Bali Ingin Genjot Wisata Alam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X