Kisah Pilu Menaiki Rakit untuk Pulang

Kompas.com - 06/10/2018, 21:30 WIB
Dua anak melintas di jalan yang terendam banjir di Desa Nga, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (26/9/2018).KOMPAS.com/Masriadi Dua anak melintas di jalan yang terendam banjir di Desa Nga, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (26/9/2018).


ACEH UTARA, KOMPAS.com – Jam menunjukkan pukul 08.00 WIB, Sabtu (6/10/2018). Sepagi itu, Nur Kemala, warga Desa Paya Lueng Jalo, Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara berdiri di hamparan air bah membentang di depannya di Desa Leubok Pirak, Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara.

Dia baru saja pulang dari Kota Lhokseumawe menuju rumahnya. Mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri itu tak punya pilihan lain selain menumpang rakit yang disediakan warga.

Jalanan yang menghubungkan Kecamatan Pirak Timu dengan Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara membentang tertutup air yang meluap dari Krueng (sungai) Pirak, di kawasan itu.


Ketinggian air bervariasi mulai 80 sentimeter hingga satu meter. Di sebagian pemukiman penduduk ketinggian air mencapai  satu setengah meter. Kawasan itu memang langganan terendam banjir.

Namun, kali ini penyebabnya karena sejumlah tanggul yang membentengi Krueng Keureuto dan Krueng Pirak jebol.

Air sungai pun meluber ke pemukiman dan jalan yang dilalui warga. Curah hujan di kawasan pegunungan membuat debit dua sungai utama itu meningkat. Sehingga sebagian tanggul jebol dan air mengalir ke pemukiman.

“Terpaksa naik rakit. Tak ada solusi lain jika sudah begini, satu-satunya transportasi agar bisa pulang ke rumah ya rakit,” sebut Nur Kemala.

Baca juga: Antisipasi Banjir, Kecamatan Cipayung Normalisasi Saluran Penghubung Kalijati

Rakit dari papan itu dibangun seadanya oleh warga. Penumpang harus merogoh kocek mulai Rp 5.000-Rp 15.000, tergantung jenis kendaraan yang digunakan.

Hampir 200 meter rakit itu akan ditarik sejumlah warga. Penumpang berdiri sembari memegangi sepeda motor.

“Bagi yang tak biasa, ini akan menjadi pengalaman menakutkan,” terang Nur Kemala.

Sebagian warga memilih tak pulang ke rumah, menunggu air surut. Bahkan, sebagian lagi menginap di rumah keluarganya.

“Takut saja kalau naik rakit,” ujar warga lainnya, Siti Sarah.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kasus Tewasnya 2 Siswa SMA Taruna, Polisi Segera Tetapkan Tersangka Baru

Kasus Tewasnya 2 Siswa SMA Taruna, Polisi Segera Tetapkan Tersangka Baru

Regional
Rabu, Arya Mantan Bocah Obesitas Akan Jalani Operasi Gelambir

Rabu, Arya Mantan Bocah Obesitas Akan Jalani Operasi Gelambir

Regional
Peringati Hari Anak, Ganjar Ajak Anak dengan HIV/AIDS Bermain Bola

Peringati Hari Anak, Ganjar Ajak Anak dengan HIV/AIDS Bermain Bola

Regional
Bukannya Pidato, Ganjar Pilih Bermain Engklek

Bukannya Pidato, Ganjar Pilih Bermain Engklek

Regional
Pembatalan PNS Dokter Gigi Romi Telah Dikonsultasikan dengan Kemenpan RB dan Kemenkes

Pembatalan PNS Dokter Gigi Romi Telah Dikonsultasikan dengan Kemenpan RB dan Kemenkes

Regional
201 Perguruan Tinggi Swasta di Jabar dan Banten Belum Terakreditasi

201 Perguruan Tinggi Swasta di Jabar dan Banten Belum Terakreditasi

Regional
Cerita Warga Australia Traveling dengan Land Rover, Keliling Sejumlah Negara hingga Jatuh di Underpass Kentungan

Cerita Warga Australia Traveling dengan Land Rover, Keliling Sejumlah Negara hingga Jatuh di Underpass Kentungan

Regional
Wagub Uu Bagikan 300 Sertifikat Halal untuk Pelaku Usaha Kecil

Wagub Uu Bagikan 300 Sertifikat Halal untuk Pelaku Usaha Kecil

Regional
Video Detik-detik Land Rover dan Truk Terguling ke Lubang Proyek Underpass Kentungan

Video Detik-detik Land Rover dan Truk Terguling ke Lubang Proyek Underpass Kentungan

Regional
Sekolah Disegel, Ratusan Siswa SD di Bengkulu Belajar di Jalan

Sekolah Disegel, Ratusan Siswa SD di Bengkulu Belajar di Jalan

Regional
Soal Mediasi Antara Lisa Marlina dan Ni Luh Djelantik, Ini Kata Polisi

Soal Mediasi Antara Lisa Marlina dan Ni Luh Djelantik, Ini Kata Polisi

Regional
Mengingat Nazar Amien Rais Saat Pilpres 2014

Mengingat Nazar Amien Rais Saat Pilpres 2014

Regional
Lewat Anak Muda, Wali Kota Hendi Berhasil Tingkatkan IPM Kota Semarang

Lewat Anak Muda, Wali Kota Hendi Berhasil Tingkatkan IPM Kota Semarang

Regional
KPK Geledah Rumah Staf Gubernur Kepri Nonaktif di Batam

KPK Geledah Rumah Staf Gubernur Kepri Nonaktif di Batam

Regional
Akun Lisa Marlina Disebut Hina Warga Bali, Ni Luh Djelantik Resmi Lapor Polisi

Akun Lisa Marlina Disebut Hina Warga Bali, Ni Luh Djelantik Resmi Lapor Polisi

Regional
Close Ads X