Kompas.com - 29/09/2018, 11:49 WIB
Suasana pemukiman yang rusak akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). ANTARA FOTO/BNPB/pras/18. BNPBSuasana pemukiman yang rusak akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). ANTARA FOTO/BNPB/pras/18.

KOMPAS.com - Tsunami menerjang permukiman di sekitar Pantai Talisa Palu dan pantai di Donggala pada hari Jumat (28/9/2018).

Tsunami tersebut terjadi pasca-gempa dengan magnitudo 7,4 mengguncang Donggala di kedalaman 10 kilometer, berpusat di 0,18 LS dan 119,85 BT atau 27 kilometer Timur Laut Donggala-Sulawesi Tengah.

Berikut sederetan fakta seputar tsunami yang terjadi di Palu pasca-gempa.

1. Peringatan dini BMKG akan potensi tsunami 

Peringatan tsunami.Thinkstock Peringatan tsunami.

Berdasar keterangan resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada hari Jumat (28/9/2018) gempa di Donggala berpotensi tsunami.

Wilayah yang diperkirakan terancam adalah Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah. Pasca-gempa jaringan komunikasi di Donggala putus. Akibatnya, BMKG masih belum memantau seberapa parah dampak gempa dengan magnitudo 7,4.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca Juga: Gempa 7,7 Guncang Donggala Sulteng, Berpotensi Tsunami

2. Tsunami diperkirakan mencapai 2 meter

Sebuah bangunan pusat perbelanjaan yang roboh akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah. Kejadian ini disertai tsunami hingga Palu, menyebabkan banyak bangunan rusak dan komunikasi terputus. Jumlah korban masih terus didata.AFP PHOTO/BNPB/HANDOUT Sebuah bangunan pusat perbelanjaan yang roboh akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018). Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah. Kejadian ini disertai tsunami hingga Palu, menyebabkan banyak bangunan rusak dan komunikasi terputus. Jumlah korban masih terus didata.

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, tsunami yang terjadi cukup tinggi. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 1,5-2 meter.

"Kami belum data konkret, tapi ketinggian antara 1,5 meter sampai 2 meter," kata Rahmat, dalam wawancara kepada Kompas TV, Jumat malam.

Tsunami tersebut terjadi pasca-gempa besar berkekuatan 7,4 yang mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018).

Menurut BMKG, tsunami terjadi di Palu, Donggala, dan Mamuju. Namun, hingga saat ini belum dapat dipastikan apakah ada korban atau jumlah kerugian akibat tsunami.

Baca Juga: BMKG Pastikan Tsunami 1,5 Meter hingga 2 Meter Melanda Palu dan Donggala

3. Peringatan tsunami dicabut

Sejumlah bangunan ambruk akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018).ANTARA FOTO/BNPB Sejumlah bangunan ambruk akibat gempa di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018).

Pada pukul 17.37 WIB, BMKG mencabut peringatan dini tsunami pasca- gempa bermagnitudo 7,4 di sekitar Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) sore.

Pencabutan teringatan tersebut kurang lebih setengah jam dari waktu terjadinya gempa pada pukul 17.02 WIB.

Alasan pencabutan itu adalah air naik semakin surut dan pengamatan saksi mata salah satunya staf BMKG di Kota Palu.

"Peringatan tsunami telah kami keluarkan sekitar lima menit setelah kejadian gempa. Terpantau dari saksi mata di lapangan, ketinggian muka air laut mencapai 1,5 meter," kata Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG.

"Namun, kemudian setelah kita pantau, tsunami datang, air naik semakin surut. Dengan surutnya air yang teramati, maka peringatan dini tsunami kami akhiri," sambung dia.

Sebelum peringatan dini tsunami dicabut, BMKG menyatakan bahwa wilayah Donggala bagian barat berada dalam status siaga.

Sedangkan wilayah yang berstatus waspada adalah Donggala bagian utara, Mamuju bagian utara, dan Kota Palu bagian barat.

Baca Juga: BMKG Cabut Peringatan Tsunami akibat Gempa Berkekuatan 7,7 di Sulteng

4. Pernyataan tidak ada tsunami susulan

Kondisi bangunan RS Anutapura yang rusak akibat gempa di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018).ANTARA FOTO/BNPB/ Kondisi bangunan RS Anutapura yang rusak akibat gempa di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (29/9/2018).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memastikan tak ada tsunami susulan yang akan melanda wilayah Palu dan sekitarnya.

"Warning tsunami sudah berakhir. Tidak ada tsunami lagi," kata Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam wawancara dengan Kompas TV, Jumat (28/9/2018).

Rahmat menegaskan, dengan dicabutnya peringatan tsunami tersebut,  masyarakat yang tinggal di pesisir pantai tidak perlu khawatir.

"Masyarakat dipantai bisa tetap beraktivitas," kata dia. Kendati demikian, Rahmat tetap meminta masyarakat mengantisipasi gempa susulan yang kemungkinan masih akan terjadi.

Hingga pukul 21.00 WIB, BMKG mencatat sudah ada 31 gempa susulan yang berpusat di Donggala. 

Baca Juga: Kepala BMKG Pastikan Tak Ada Tsunami Susulan di Sulteng

5. Beredar video amatir terjangan tsunami

Tsunami menerjang daratan dalam video yang disebut sebagai tsunami Palu yang beredar di media sosial, Jumat (29/9/2018) sesaat setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah.YOUTUBE Tsunami menerjang daratan dalam video yang disebut sebagai tsunami Palu yang beredar di media sosial, Jumat (29/9/2018) sesaat setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah.

Video datangnya tsunami beredar di media sosial dan aplikasi pesan WhatsApp. Sejumlah pesan itu menyebut bahwa gelombang tsunami itu terjadi di Palu, tepatnya di depan X8 Palu Grand Mall.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono pun mengaku sudah melihat namun tidak tahu persis di mana dan kapan video itu diambil.

Rahmat mengatakan, Palu memang sempat dilanda tsunami, namun itu telah berlalu dan belum ada potensi untuk kembali.

"Tsunami memang terjadi. BMKG sudah memberikan warning, dan itu telah berakhir berakhir,tidak ada lagi. Daerah pantai Palu sudah dinyatakan aman," kata Rahmat dalam wawancara dengan Kompas TV, Jumat malam.

Baca Juga: Beredar Video Tsunami di Palu, Ini Kata BMKG

6. Korban dan dampak bencana tsunami masih terus dipantau

Sejumlah korban gempa  tergeletak di depan RSUD Undata, Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018).ANTARA FOTO/Rolex Malaha Sejumlah korban gempa tergeletak di depan RSUD Undata, Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018).

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, berdasarkan konfirmasi kepada BMKG, tsunami menerjang pantai Talise di Kota Palu dan pantai di Donggala.

Beberapa video tsunami yang didokumentasikan masyarakat dan disebarkan di media sosial, kata Sutopo, adalah benar.

"Gempa tsunami menimbulkan korban jiwa. Laporan sementara, terdapat beberapa korban yang meninggal karena tertimpa bangunan roboh. Jumlah korban dan dampaknya masih dalam pendataan," kata Sutopo dalam siaran pers, Jumat malam.

Sutopo menambahkan, anggota BPBD, TNI, Polri, Basarnas, SKPD, dan relawan terus melakukan evakuasi dan pertolongan pada korban.

"Korban yang luka-luka ditangani oleh petugas kesehatan. Penanganan darurat terus dilakukan," kata dia.

Baca Juga: BNPB: Gempa dan Tsunami Menimbulkan Korban Meninggal, Jumlah Masih Didata

7. Kerusakan yang terpantau akibat tsunami

Sejumlah pasien mendapat perawatan di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Undata, Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018). Perawatan di luar gedung rumah sakit tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gempa susulan. ANTARA FOTO/HO/BNPB Sutopo Purwo Nugroho Sejumlah pasien mendapat perawatan di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Undata, Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9/2018). Perawatan di luar gedung rumah sakit tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan adanya gempa susulan.

Kepala Stasiun Geofisika Kota Palu Cahyo Nugroho belum bisa memastikan korban jiwa akibat tsunami di Kota Palu. Hal itu dikarenakan jaringan komunikasi yang terputus akibat gempa.

Cahyo juga mengatakan, tsunami telah menyebabkan sebuah kapal melintang di tengah jalan, yang berlokasi di Kecamatan Mamboro, Kota Palu.

"Belum ada yang jalan keluar. Komunikasi pun terputus akibat gempa. Efek tsunami sementara ini berdasarkan hasil observasi kami itu ada sebuah kapal yang melintang di tengah jalan," ungkap Cahyo, di ruang mini gedung C, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2018).

Selain itu, tsunami disebutnya juga menyebabkan Jembatan Vatulemo di Kota Palu terputus.

"Jembatan tadi saya baru dapat gambar saja, bukan hasil observasi kami. Belum tahu sumbernya dari mana. Untuk sementara gambar seperti itu kan sulit direkayasa, jadi kami pastikan itu betul terjadi. Tapi, sumbernya belum dikonfirmasi," tambah Cahyo.

Baca Juga: Landasan Pacu Bandara Palu Rusak 400 Meter

Sumber: KOMPAS.com (Rindi Nuris Velarosdela, Sandro Gatra, Bayu Galih, Mela Arnani)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.