Pelaku Pembakaran Hutan Gunung Sindoro Ditangkap Polisi - Kompas.com

Pelaku Pembakaran Hutan Gunung Sindoro Ditangkap Polisi

Kompas.com - 18/09/2018, 15:47 WIB
Tersangka pembakaran kawasan hutan di Gunung Sindoro (tengah) di Polres Temanggung, Selasa (18/9/2018).KOMPAS.com/IKA FITRIANA Tersangka pembakaran kawasan hutan di Gunung Sindoro (tengah) di Polres Temanggung, Selasa (18/9/2018).

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Temanggung, menangkap Teguh (43) atas dugaan kasus pembakaran hutan di Gunung Sindoro, Temanggung, Jawa Tengah.

Pria asal Dusun Sibajag, Desa Canggal, Kecamatan Candiroto, Kabupaten Temanggung ini ditangkap bersama sejumlah barang bukti, di antaranya kayu, mata kapak, cangkul, parang, tali, dan lainnya.

Wakil Kepala Polres Temanggung Kompol Sugiatmo menjelaskan, kasus ini bermula saat kebakaran hebat terjadi di lahan hutan milik negara di lereng Gunung Sindoro, awal September 2018.

Polisi kemudian menyelidiki dan mendapat informasi terkait aktivitas pelaku sebelum kebakaran terjadi di sekitar lokasi. Tepatnya di petak 7B Resor Pemangku Hutan (RPH) Kwadungan BPKH Temanggung KPH Kedu Utara masuk Desa Canggal.

Baca juga: 700 KK di Kediri Alami Krisis Air Bersih akibat Kebakaran Hutan

"Setelah kami lakukan penyelidikan dan keterangan beberapa saksi, akhirnya kami bisa menangkap Teguh, 5 hari setelah Teguh melakukan pembakaran untuk perluasan lahan pribadinya," jelas Sugiatmo, dalam gelar perkara di mapolres setempat, Selasa (18/9/2018).

Di hadapan polisi, Teguh sengaja membakar ranting dan semak-semak di kawasan tersebut untuk membuka lahan perkebunan baru tanpa izin.

Bahkan, kata Sugiatmo, Teguh sudah mulai menebang pohon Acasia sejak setahun lalu dan menyimpan potongan-potongan kayu di area itu.

Akhir Agustus 2018, Teguh dan istrinya mengambil kayu-kayu itu dan berangsur mengangkutnya pulang untuk kayu bakar.

"Sambil mengangkut kayu-kayu acasia itu, Teguh memotong semak-semak, mengumpulkan ranting-ranting pohon, kemudian dibakar pakai korek api kayu dengan tujuan supaya lebih cepat bersih," jelas Sugiatmo.

Baca juga: Luas Kebakaran Hutan di Gunung Sindoro Capai 245 Hektar

Kepada polisi, Teguh mengaku meninggalkan lahan tersebut dalam kondisi api sudah padam. Ia juga tidak menyadari jika api yang dibuatnya mengakibatkan kebakaran hebat di lereng Gunung Sindoro.

"Hasil olah TKP di lokasi kebakaran kami menemukan bekas pembakaran dan tonggak pohon acasia decuren. Adapun luasan lahan yang terbakar mencapai 10,4 hektar," ungkapnya.

Sugiatmo menegaskan, tersangka terancam pasal 78 UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

Sementara itu, tersangka Teguh mengaku tidak menyangka jika niatnya membuka lahan perkebunan baru menimbulkan kebakaran hutan.

Ia sengaja membakar semak-semak dan ranting supaya lahan bersih dengan cepat.

"Tidak tahu kalau jadi kebakaran. Ini pertama kali (membakar lahan)," kata Teguh singkat.

Seperti diberitakan, lebih dari sepekan, ratusan hektar kawasan hutan milik Perhutani di Gunung Sindoro terkabar.

Kebakaran meluas hingga Gunung Sumbing di wilayah Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Magelang.

Hingga saat ini BPBD dibantu Polri, TNI, dan relawan masih melakukan upaya pemadaman, baik manual maupun bantuan helikopter bom air milik BNPB.


Terkini Lainnya

Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Terancam 20 Tahun Penjara

Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR Terancam 20 Tahun Penjara

Megapolitan
Data Sementara BKN: 1.751.661 Pelamar CPNS 2018 Lolos Seleksi Administrasi

Data Sementara BKN: 1.751.661 Pelamar CPNS 2018 Lolos Seleksi Administrasi

Nasional
Petugas Kebersihan Diduga Telah Masuk Konsulat di Istanbul Sebelum Tim Penyelidik

Petugas Kebersihan Diduga Telah Masuk Konsulat di Istanbul Sebelum Tim Penyelidik

Internasional
2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR adalah PNS Kemenhub

2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR adalah PNS Kemenhub

Megapolitan
Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Bantah Pasang Iklan di Videotron

Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Bantah Pasang Iklan di Videotron

Nasional
INFOGRAFIK: Implementasi Program Rusunami DP 0 Rupiah

INFOGRAFIK: Implementasi Program Rusunami DP 0 Rupiah

Megapolitan
Meski Krisis Anggaran, Aceh Utara Usulkan Beli Mobil Baru untuk Bupati

Meski Krisis Anggaran, Aceh Utara Usulkan Beli Mobil Baru untuk Bupati

Regional
Kata Bawaslu soal Dugaan Kampanye Videotron Jokowi-Ma’ruf Amin

Kata Bawaslu soal Dugaan Kampanye Videotron Jokowi-Ma’ruf Amin

Nasional
Diperiksa Bawaslu, Siswa SMAN 87 Terbawa Emosi Bela Guru yang Diduga Doktrin Anti-Jokowi

Diperiksa Bawaslu, Siswa SMAN 87 Terbawa Emosi Bela Guru yang Diduga Doktrin Anti-Jokowi

Megapolitan
Jokowi Minta Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Dipertahankan

Jokowi Minta Surplus Neraca Perdagangan Indonesia Dipertahankan

Nasional
[HOAKS] Pelamar CPNS Wajib Cetak Kartu Informasi Akun pada 15 Oktober

[HOAKS] Pelamar CPNS Wajib Cetak Kartu Informasi Akun pada 15 Oktober

Nasional
Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR

Polisi Tetapkan 2 Tersangka Kasus Peluru Nyasar di Gedung DPR

Megapolitan
Memasuki Tahun Politik, Buwas Pastikan Pramuka Netral

Memasuki Tahun Politik, Buwas Pastikan Pramuka Netral

Nasional
Sambangi Rumah Ketua DPRD, Taufik Nyatakan Diri sebagai Cawagub DKI dari Gerindra

Sambangi Rumah Ketua DPRD, Taufik Nyatakan Diri sebagai Cawagub DKI dari Gerindra

Megapolitan
Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak '2019 Ganti Presiden'

Jubir Jokowi-Ma'ruf Minta Polisi Selidiki Video Anak Berseragam Pramuka Teriak "2019 Ganti Presiden"

Nasional
Close Ads X