Setelah Punya 31 Cucu dan 11 Cicit, Pernikahan Ishak Akhirnya Tercatat

Kompas.com - 17/09/2018, 16:04 WIB
Ishak bin Tgk Cut Ben (88) dan istrinya Latifah (83) mengikuti prosesi pencatatan pernikahan di depan kantor camat  Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Senin (17/9/2018). KOMPAS.com/Masriadi SamboIshak bin Tgk Cut Ben (88) dan istrinya Latifah (83) mengikuti prosesi pencatatan pernikahan di depan kantor camat Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Senin (17/9/2018).


ACEH UTARA, KOMPAS.com
– Ishak bin Tgk Cut Ben (88) dan istrinya Latifah (83) warga Desa Seumirah, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Senin (17/9/2018) akhirnya memiliki buku nikah.

Pasangan ini menikah pada 22 April 1959, namun baru hari itu mencatatkan pernikahannya (isbat) bersama 52 pasangan lainnya dari empat desa yaitu Desa Seumirah, Alue Papeun, Darussalam, dan Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara.

“Saya mendaftar haji pada 2013 dan perlu buku nikah agar bisa berangkat haji. Dari dulu saya tak pernah memiliki buku nikah, karena konflik zaman dulu sehingga tak bisa menikah di Kantor Urusan Agama ( KUA),” sebutnya terbata-bata.

Keduanya pun tampak sumringah. Sepanjang pernikahan mereka, Ishak dan Latifah memiliki 6 anak, 31 cucu, dan 11 cicit.

Setelah prosesi isbat nikah disaksikan perwakilan dari Mahkamah Syariah, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kantor Kementerian Agama, dan Kantor Urusan Agama (KUA) Nisam Antara, Ishak dan Latifah disambut anak dan cucunya.

“Alhamdulillah, saya bisa berhaji dan dokumen sudah lengkap mulai dari KTP, KK, buku nikah dan lain sebagainya,” sebutnya.

Baca juga: 50 Pasutri Korban Konflik dan Tsunami Ikut Isbat Nikah di Bener Meriah

Sekretaris Eksekutif Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan (RPuK) Leila Juari menyebutkan, program isbat nikah itu hasil kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) RI.

“Ini bagian kerja-kerja RPuK agar korban pelanggaran HAM mendapatkan akses pelayanan dasarnya paskakonflik. RPuK mencoba memfasilitasi kepentingan masyarakat korban dan pemerintah yang menginginkan ketertiban administrasi dapat terwujud”, kata Leila.

Dia menyebutkan, RPuK mendorong agar seluruh pemerintah kabupaten/kota di Aceh membuat program pencatatan nikah untuk korban konflik.

“Kalau tanpa buku nikah, mereka tak bisa mendapat layanan apa pun, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan gratis, dan seluruhnya dari pemerintah. Kami harap, bupati/walikota paham soal ini,” pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Regional
Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Regional
Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Regional
Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Regional
Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Regional
Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Regional
Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Regional
Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

Regional
Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Regional
Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Regional
3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

Regional
Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Regional
Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X