Ketua DPRD : Pemkab Segera Selesaikan Polemik Peternakan di Geopark - Kompas.com

Ketua DPRD : Pemkab Segera Selesaikan Polemik Peternakan di Geopark

Kompas.com - 16/09/2018, 21:46 WIB
Lokasi peternakan ayam diambil dari luar lokasi yang terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (11/9/2018).KOMPAS.com/Markus Yuwono Lokasi peternakan ayam diambil dari luar lokasi yang terletak di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa (11/9/2018).

YOGYAKARTA,KOMPAS.com– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul, Demas Kursiswanto mendorong perusahaan dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk segera menyelesaikan polemik peternakan ayam di kawasan Gunung Sewu Unesco Global Geopark.

Harapannya, penyelesaian polemik ini tidak mengganggu iklim investasi.

"Kami hanya mendorong pemilik perusahaan agar menyelesaikan perizinan. Pemkab juga turun ke lapangan memastikan ada tidaknya dampak negatif terhadap lingkungan dari usaha peternakan unggas," kata Demas saat dihubungi Minggu (16/9/2018) petang.

Demas mengatakan, pihaknya sudah mendatangi lokasi, Sabtu (15/9/2018) dan kedatangannya ditemui langsung oleh pihak perusahaan.

Dalam kesempatan itu, ia mempertanyakan soal persyaratan yang belum dilengkapi yakni IMB dan Amdal.

"Bagi kami, yang terpenting segera diselesaikan, jangan sampai meluas. Diselesaikan sesuai prosedur yang berlaku. Jangan berlarut-larut karena mengganggu iklim investasi,"ucapnya.

Menurut Demas, permasalahan yang selama ini berkembang karena kurangnya komunikasi.

Demas mengatakan, dari pemantauan, pihaknya belum bisa memastikan mengenai IPAL karena bukan kewenangannya.

Terkait dampak sosial, pihaknya juga sempat mempertanyakan kepada warga sekitar mengenai dampak yang dialami oleh masyarakat.

"Masyarakat di sana sudah menerima, tidak ada masalah. Memang untuk legal formalnya masih diurus mengenai perizinan," katanya.

Baca juga: Gunung Sewu Memiliki Keindahan yang Tak Dimiliki Kawasan Lain

Suhadi, Kades Pacarejo Kecamatan Semanu menyampaikan, sosialisasi pembangunan perusahaan sudah berlangsung sejak 2016.

Sebelum dibangun, warga sempat mengajukan tuntutan kepada PT Widodo Makmur Unggas.

Perusahaan telah mengabulkan tuntutan warga, meliputi keterlibatan 90 persen tenaga kerja lokal dan pemeliharaan infrastruktur untuk umum seperti jalan dan lainnya menjadi tanggung jawab perusahaan. Selain itu, CSR perusahaan diperuntukkan kepada masyarakat setempat juga sudah berjalan.

Seusai sosialiasi, berlanjut pembelian lahan milik warga. Target awal, lahan yang digunakan seluas 20 ribu meter persegi dan sekarang sudah digarap sekitar 8 ribu meter persegi.

"Semua lahan milik warga. Tanah mereka dibeli, kami tidak bisa melarang,"ucapnya.

Sebelumnya, polemik pendirian peternakan ayam dikhawatirkan merusak ekosistem kawasan Geopark Gunung Sewu. Sebab, belum ada mengenai dampak lingkungan dan perizinan namun bangunan sudah dibangun.



Close Ads X