Bus Dilarang Masuk Jalur Cikidang-Palabuhanratu di Sukabumi

Kompas.com - 15/09/2018, 07:49 WIB
Salah satu rambu bertuliskan Bus Dilarang Masuk dipasang di persimpangan Cikidang, Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (14/8/2018). KOMPAS.com/BUDIYANTOSalah satu rambu bertuliskan Bus Dilarang Masuk dipasang di persimpangan Cikidang, Jalan Raya Sukabumi-Bogor, Kecamatan Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (14/8/2018).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Pemerintah melarang bus melintas di Jalan Cibadak-Cikidang-Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, untuk sementara.

Kebijakan itu diambil pascakecelakaan lalu lintas dua unit mikrobus masuk jurang di jalur tersebut pada pekan lalu.

Keputusan diambil bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat, Satlantas Polres Sukabumi, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, dan Dishub Kabupaten Sukabumi.

"Sampai saat ini untuk sementara bus dilarang masuk jalur Cikidang, karena memang rawan kecelakaan," ungkap Kepala Polres Sukabumi, AKBP Nasriadi kepada Kompas.com di Palabuhanratu, Jumat (14/9/2018).

Ia mengatakan, keputusan itu diambil untuk mencegah terjadi kembali kecelakaan di jalur alternatif menuju Pelabuhanratu dan ke sejumlah obyek wisata di selatan Sukabumi tersebut.

Baca juga: Kurang dari 24 Jam, 2 Bus Masuk Jurang di Sukabumi, 22 Tewas dan 37 Luka

Seorang petugas melihat bangkai mini bus yang masuk jurang setelah dievakuasi di Tanjakan Letter S, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018).KOMPAS.com/BUDIYANTO Seorang petugas melihat bangkai mini bus yang masuk jurang setelah dievakuasi di Tanjakan Letter S, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9/2018).
Selanjutnya, pengaturan diserahkan kepada Dishub Provinsi Jawa Barat karena jalan tersebut merupakan jalan Provinsi.

"Selanjutnya dalam regulasi nanti apakah akan dipasang portal atau dibuat larangan permanen untuk bus, kebijakannya ada di Dishub Provinsi," sambungnya.

Baca juga: Menhub Cabut Izin Penyelenggaran PO Bus yang Kecelakaan di Sukabumi

Sejak lama kepolisian selalu mengimbau agar bus tidak masuk ke jalur Cikidang. Pasalnya, jalur sepanjang sekitar 42 kilometer itu banyak belokan tajam dengan tanjakan dan turunan yang curam.

"Karena belum ada regulasinya, kami hanya bisa sebatas mengimbau agar bus tidak masuk jalur Cikidang," tutur Nasriadi.

Lokasi mikro bus Lemhanas masuk jurang di Tanjakan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018).KOMPAS.com/BUDIYANTO Lokasi mikro bus Lemhanas masuk jurang di Tanjakan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2018).

Dia mengatakan, untuk semua bus bisa melintasi jalur utama, yakni Jalan Cibadak-Warungkiara-Palabuhanratu.

Jaraknya tidak jauh berbeda sekitar 45 kilometer dan kondisi lintasan jalan tidak seperti jalur Cikidang.

"Tetap saja semua sopir atau pengendara harus konsentrasi dan dengan kendaraan yang laik jalan atau sehat. Bila mengantuk silakan istirahat di tempat-tempat yang aman," imbau Nasriadi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Berpakaian Minim dan Tanpa Identitas, 7 Wanita Pemandu Karaoke Diamankan

Regional
Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi kolom 1.000 Meter.

Terjadi Letusan Gunung Merapi dengan Tinggi kolom 1.000 Meter.

Regional
Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Menantu dan Cucu Ketiga Jokowi yang Baru Lahir Boleh Pulang Besok

Regional
Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Edhy Prabowo Sampaikan 2 Pesan Jokowi pada Nelayan di Bangka

Regional
Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Istri Dilempar Sperma di Pinggir Jalan, Suami Ini Cari Rumah Pelaku...

Regional
Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Polisi Gagalkan Pengiriman Buruh Migran Ilegal di Cianjur

Regional
Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Cahaya Api dan Guguran Lava Terlihat dari Gunung Karangetang, Warga Diminta Waspada

Regional
Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Di Balik Teror Tawon Ndas di Klaten, 9 Nyawa Melayang Sejak 2017 hingga 236 Sarang Dimusnahkan

Regional
Slank hingga Soimah Ramaikan Konser Budaya di Taman Candra Wilwatikta

Slank hingga Soimah Ramaikan Konser Budaya di Taman Candra Wilwatikta

Regional
4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sumut, Perakit Bom Tewas Ditembak hingga 18 Orang Tersangka

4 Fakta Penangkapan Terduga Teroris di Sumut, Perakit Bom Tewas Ditembak hingga 18 Orang Tersangka

Regional
Sekotak Teh untuk Pelari Borobudur Marathon 2019...

Sekotak Teh untuk Pelari Borobudur Marathon 2019...

Regional
Rekrut Calon TKW secara Ilegal, Pasutri di Cianjur Diciduk Polisi

Rekrut Calon TKW secara Ilegal, Pasutri di Cianjur Diciduk Polisi

Regional
Hingga Sabtu Malam 187 Gempa Susulan Terjadi, 10 Kali Dirasakan Warga Manado

Hingga Sabtu Malam 187 Gempa Susulan Terjadi, 10 Kali Dirasakan Warga Manado

Regional
Pembunuh 2 Agen Sapi Ditangkap, Diburu Polisi 10 Hari hingga Menyamar Jadi Tukang Kebun

Pembunuh 2 Agen Sapi Ditangkap, Diburu Polisi 10 Hari hingga Menyamar Jadi Tukang Kebun

Regional
Perahu Diterjang Ombak, Pencari Ikan di Rawa Pening Tenggelam

Perahu Diterjang Ombak, Pencari Ikan di Rawa Pening Tenggelam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X