Kabut Asap Mulai Selimuti Palembang, Ini Penjelasan BPBD - Kompas.com

Kabut Asap Mulai Selimuti Palembang, Ini Penjelasan BPBD

Kompas.com - 14/09/2018, 20:33 WIB
Helikopter Waterboombing jenis MI 8 tiba di Base Ops Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, usai pemadaman di Kabupaten OKI, Sumsel, Jumat (14/9/2018).KOMPAS.com/ Aji YK Putra Helikopter Waterboombing jenis MI 8 tiba di Base Ops Lanud Sri Mulyono Herlambang Palembang, usai pemadaman di Kabupaten OKI, Sumsel, Jumat (14/9/2018).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Kabut asap akibat kebakaran lahan di Sumatera Selatan mulai menyelimuti wilayah Palembang.

Bahkan, ketika malam hari, asap yang menyelimuti sebagian kota terasa pekat sejak pukul 22.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB dini hari.

Kejadian mulai terlihatnya kabut asap itu pun mulai dirasakan sejak kurun waktu tiga hari terakhir oleh warga Palembang.

Baca juga: Kejari OTT Oknum Anggota DPRD Mataram Terkait Dana Rehabilitasi Gempa

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Ashori mengatakan, asap yang mulai dirasakan warga Palembang bukanlah asap akumulasi yang datang secara terus-menerus dan berada di satu tempat.

Dia memprediksi, asap di kota Palembang disebabkan kebakaran di sekitar kota.

Sementara itu, Angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) maksimum sebesar 44 persen dan masuk dalam kategori baik.

“Sebab kalau pagi sudah tidak ada lagi. Itu bukan asap akumulasi dari kebakaran hutan, kemungkinan ada yang membakar di Palembang,” kata Anshori, Jumat (14/9/2019).

Baca juga: Ketika Ridwan Kamil Terkunci di Kamar Mandi

Di sisi lain, Anshori juga tak membantah bahwa hingga saat ini masih ada titik api akibat kebakaran hutan di Sumatera Selatan, seperti kawasan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Proses pemadaman pun sampai sekarang masih terus dilakukan dengan menurunkan sebanyak delapan unit helikopter water boombing di lokasi kebakaran.

“ Dari data satelit, hari ini ada sekitar 68 titik. Memang cukup banyak jika dibandingkan sebelumnya. Tetapi, ini bukan yang terbanyak. Sepanjang tahun ini ada juga yang 90 titik hotspot,” ujarnya.

Selain itu, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) belum bisa diterapkan karena pembentukan awan penghujan masih sulit.

"Sudah dua hari ini pesawat tidak melakukan penyemaian garam karena cuaca belum bagus,” ungkapnya.


Komentar

Terkini Lainnya

5 Gebrakan Rahmat Effendi setelah Resmi Jabat Wali Kota Bekasi

5 Gebrakan Rahmat Effendi setelah Resmi Jabat Wali Kota Bekasi

Megapolitan
Rute Pengalihan Arus Saat Deklarasi Kampanye Damai dan Parade Momo Asian Para Games

Rute Pengalihan Arus Saat Deklarasi Kampanye Damai dan Parade Momo Asian Para Games

Megapolitan
5 Berita Populer Nusantara: Kendaraan Ditahan hingga Perkosaan di Gunung

5 Berita Populer Nusantara: Kendaraan Ditahan hingga Perkosaan di Gunung

Regional
Kampanye Damai, Kubu Prabowo-Sandiaga Akan Kenakan Baju Adat

Kampanye Damai, Kubu Prabowo-Sandiaga Akan Kenakan Baju Adat

Nasional
Deklarasi Kampanye Damai, Ini yang Ditampilkan Tim Jokowi-Ma'ruf

Deklarasi Kampanye Damai, Ini yang Ditampilkan Tim Jokowi-Ma'ruf

Nasional
Minggu Pagi, Dua Capres-Cawapres Deklarasi Kampanye Damai di Monas

Minggu Pagi, Dua Capres-Cawapres Deklarasi Kampanye Damai di Monas

Nasional
Pertemuan Menteri Luar Negeri Batal, PM Pakistan Sebut India Arogan

Pertemuan Menteri Luar Negeri Batal, PM Pakistan Sebut India Arogan

Internasional
Taman Benyamin Sueb Bisa Dipakai untuk Acara Umum, Begini Prosedurnya

Taman Benyamin Sueb Bisa Dipakai untuk Acara Umum, Begini Prosedurnya

Megapolitan
Presiden Iran Bersumpah Bakal Membalas Serangan saat Parade Militer

Presiden Iran Bersumpah Bakal Membalas Serangan saat Parade Militer

Internasional
Risma Surati BPJS Kesehatan Minta Aturan Rujuk Ditinjau Ulang

Risma Surati BPJS Kesehatan Minta Aturan Rujuk Ditinjau Ulang

Regional
Pemilik Sabu dan Seratusan Pil Inex Ditangkap di Kuningan

Pemilik Sabu dan Seratusan Pil Inex Ditangkap di Kuningan

Megapolitan
Ajukan Protes Terkait Sanksi, China Panggil Duta Besar AS

Ajukan Protes Terkait Sanksi, China Panggil Duta Besar AS

Internasional
Operasional Trans Patriot yang Mangkrak Masuk Program Prioritas Pepen-Tri

Operasional Trans Patriot yang Mangkrak Masuk Program Prioritas Pepen-Tri

Megapolitan
Tunggu Penyelidikan Polisi, MRT Baru Dapat Dibersihkan dari Corat-coret

Tunggu Penyelidikan Polisi, MRT Baru Dapat Dibersihkan dari Corat-coret

Megapolitan
Sengaja Tularkan HIV pada Dua Pacarnya, Pria Inggris Dipenjara 5 Tahun

Sengaja Tularkan HIV pada Dua Pacarnya, Pria Inggris Dipenjara 5 Tahun

Internasional
Close Ads X