4 Fakta Kasus Pembunuhan Karyawati Bank, Saksi Kunci hingga Kronologi - Kompas.com

4 Fakta Kasus Pembunuhan Karyawati Bank, Saksi Kunci hingga Kronologi

Kompas.com - 14/09/2018, 09:59 WIB
Polisi tengah melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah Ela Nurhayati (42), karyawati bank BUMN di rumahnya di Kampung Pangragajian RT 03/RW 09 Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (11/9/2018) siang.KOMPAS.com/AGIE PERMADI Polisi tengah melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah Ela Nurhayati (42), karyawati bank BUMN di rumahnya di Kampung Pangragajian RT 03/RW 09 Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (11/9/2018) siang.

KOMPAS.com - Selasa (11/9/2018), warga kampung Pengragajian, Desa Kayuambon, heboh dengan suara tangisan bocah yang bajunya bersimbah darah.

Setelah warga menolong anak tersebut dan mendatangi rumahnya, warga menemukan ibu kandung korban, Ela Nurhayati (42), tewas mengenaskan dengan sejumlah luka tusukan di tubuhnya.

Polisi terus melakukan penyelidikan kasus pembunuhan Ela yang merupakan karyawati bank. Berikut fakta yang terungkap:

1. Anak korban menangis dan minta tolong

Ilustrasi tahanan anak.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi tahanan anak.

Salah satu warga bernama Deni Irawan (36) mengatakan, saat kejadian itu dirinya mendengar seorang anak menangis dan berteriak minta tolong.

Deni dan sejumlah warga segera menolong anak tersebut dan mengajak untuk pergi ke rumahnya.

"Saat itu pintu gerbangnya dalam keadaan terkunci. Saat terbuka, saya masuk dengan bapak-bapak lainnya. Ketika yang lain menenangkan si anak, saya ke belakang dan melihat darah. Saya langsung pusing kalau lihat darah, langsung saya balik lagi. Sepertinya ada korbannya di dekat pintu," kata Deni di lokasi kejadian, Selasa (11/9/2018).

Setelah mengetahui ada korban tergeletak di dalam rumah, warga pun segera melapor ke polisi.

Kabid humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menambahkan, korban ditemukan warga sekitar pukul 11.50 WIB setelah saksi melihat anak korban yang menangis sambil membawa ponsel dan pakaian yang berlumuran darah di rumah korban

Baca Juga: Kejadian di SPN Dirgantara Batam, Ini Kata Kadisdik Kepri

2. Polisi temukan senjata tajam ada didekat tubuh korban

Ilustrasi senjata tajam.Kompas.com Ilustrasi senjata tajam.

Kombes Pol Trunoyudho Wisnu Andiko mengatakan, polisi segera melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah korban.

"Hasil olah TKP ada bekas luka di tubuh korban, tapi masih didalami. Saat ini kami masih mencari keterangan para saksi," jelasnya.

Tidak ada barang hilang di kediaman korban. Namun begitu, polisi menemukan ada benda tajam di sekitar jasad korban.

"Tidak ada yang hilang, tapi ada benda tajam di sekitar mayat," kata Trunoyudha. Ela ditemukan telungkup bersimbah darah di ruang tamu.

Baca Juga: Terlibat Cekcok, Suami Tembak Istrinya Pakai "Air Soft Gun"

3. Saksi kunci dan barang bukti yang diamankan polisi

Petugas tengah membawa jasad Ela Nurhayati, wanita yang ditemujan bersimbah darah di ruang tamu rumahnya, di Kampung Pangragajian Rt.03 Rw.09 Desa Kayuambon Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Selasa (11/9/2018) siang. KOMPAS.com/AGIEPERMADI Petugas tengah membawa jasad Ela Nurhayati, wanita yang ditemujan bersimbah darah di ruang tamu rumahnya, di Kampung Pangragajian Rt.03 Rw.09 Desa Kayuambon Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat Selasa (11/9/2018) siang.

Berdasar hasil olah tkp dan penyelidikan sementara, salah satu saksi kunci pembunuhan Ela adalah anak kandunganya sendiri.

Anak kandungnya yang merupakan anak berkebutuhan khusus diketahui ada saat kejadian tersebut terjadi.

"Keterangan anak korban ini merupakan saksi kunci karena ada di situ (di TKP)," kata Trunoyudho di Bandung, Kamis (13/9/2018).

Ada pun barang bukti yang yang diamankan yakni satu buah senjata tajam (pisau dapur). Satu pasang sandal perempuan dan dua unit ponsel milik korban dan anak korban.

Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Niko Nurallah Adiputra menjelaskan, korban tinggal sendiri di rumahnya.

Namun pada saat kejadian, anak korban yang diketahui berkebutuhan khusus ini sedang bersama korban. Anak tersebut diantarkan mantan suami korban pada 7 September 2018.

"Hanya saja pas jam kejadian di TKP hanya ada dua orang, yakni korban dan anaknya," ujar Niko.

Saat ini penyidik telah memintai keterangan terhadap delapan orang saksi, termasuk anak korban. Namun, karena anak korban berkebutuhan khusus, penyidik mendatangkan saksi ahli.

Baca Juga: Mengamuk di Pesantren, Pria Ini Ditembak Mati Polisi

4. Korban adalah karyawati bank yang jarang bersosialisasi

IlustrasiiStockphoto Ilustrasi

Kabar pembunuhan Ela Nurhayati pun membuat gempar warga sekitar. Sedikt warga yang mengenal Ela, karena korban diketahui sibuk bekerja dari pagi hingga malam.

Deni, salah satu warga, mengatakan, korban adalah pribadi yang baik dan ramah namun jarang keluar rumah.

"Korban sudah tinggal di sini sendiri, kalau anaknya sama suaminya, kecuali libur panjang biasanya diantar mantan suaminya ke sini," katanya.

Kasus ini tengah diselidiki oleh Polres Cimahi dibantu Ditkrimum Polda Jabar. Polisi mengamankan barang bukti berupa sebuah senjata tajam (pisau dapur), sepasang sandal perempuan dan dua unit ponsel milik korban dan anak korban.

Baca Juga: 4 Fakta Gembong Sabu Mati Ditembak, Kena di Bokong hingga Perburuan Bandar Kelas Kakap

Sumber (KOMPAS.com: Agie Permadi)


Komentar

Terkini Lainnya

5 Gebrakan Rahmat Effendi setelah Resmi Jabat Wali Kota Bekasi

5 Gebrakan Rahmat Effendi setelah Resmi Jabat Wali Kota Bekasi

Megapolitan
Rute Pengalihan Arus Saat Deklarasi Kampanye Damai dan Parade Momo Asian Para Games

Rute Pengalihan Arus Saat Deklarasi Kampanye Damai dan Parade Momo Asian Para Games

Megapolitan
5 Berita Populer Nusantara: Kendaraan Ditahan hingga Perkosaan di Gunung

5 Berita Populer Nusantara: Kendaraan Ditahan hingga Perkosaan di Gunung

Regional
Kampanye Damai, Kubu Prabowo-Sandiaga Akan Kenakan Baju Adat

Kampanye Damai, Kubu Prabowo-Sandiaga Akan Kenakan Baju Adat

Nasional
Deklarasi Kampanye Damai, Ini yang Ditampilkan Tim Jokowi-Ma'ruf

Deklarasi Kampanye Damai, Ini yang Ditampilkan Tim Jokowi-Ma'ruf

Nasional
Minggu Pagi, Dua Capres-Cawapres Deklarasi Kampanye Damai di Monas

Minggu Pagi, Dua Capres-Cawapres Deklarasi Kampanye Damai di Monas

Nasional
Pertemuan Menteri Luar Negeri Batal, PM Pakistan Sebut India Arogan

Pertemuan Menteri Luar Negeri Batal, PM Pakistan Sebut India Arogan

Internasional
Taman Benyamin Sueb Bisa Dipakai untuk Acara Umum, Begini Prosedurnya

Taman Benyamin Sueb Bisa Dipakai untuk Acara Umum, Begini Prosedurnya

Megapolitan
Presiden Iran Bersumpah Bakal Membalas Serangan saat Parade Militer

Presiden Iran Bersumpah Bakal Membalas Serangan saat Parade Militer

Internasional
Risma Surati BPJS Kesehatan Minta Aturan Rujuk Ditinjau Ulang

Risma Surati BPJS Kesehatan Minta Aturan Rujuk Ditinjau Ulang

Regional
Pemilik Sabu dan Seratusan Pil Inex Ditangkap di Kuningan

Pemilik Sabu dan Seratusan Pil Inex Ditangkap di Kuningan

Megapolitan
Ajukan Protes Terkait Sanksi, China Panggil Duta Besar AS

Ajukan Protes Terkait Sanksi, China Panggil Duta Besar AS

Internasional
Operasional Trans Patriot yang Mangkrak Masuk Program Prioritas Pepen-Tri

Operasional Trans Patriot yang Mangkrak Masuk Program Prioritas Pepen-Tri

Megapolitan
Tunggu Penyelidikan Polisi, MRT Baru Dapat Dibersihkan dari Corat-coret

Tunggu Penyelidikan Polisi, MRT Baru Dapat Dibersihkan dari Corat-coret

Megapolitan
Sengaja Tularkan HIV pada Dua Pacarnya, Pria Inggris Dipenjara 5 Tahun

Sengaja Tularkan HIV pada Dua Pacarnya, Pria Inggris Dipenjara 5 Tahun

Internasional
Close Ads X