Sandiaga Uno: Soal Internal Demokrat, Semua Partai Alami Hal yang Sama - Kompas.com

Sandiaga Uno: Soal Internal Demokrat, Semua Partai Alami Hal yang Sama

Kompas.com - 12/09/2018, 16:15 WIB
Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri coffe morning bersama bakal calon legislatif dari partai koalisi di Jalan Besar Ijen, Kota Malang, Rabu (12/9/2018)KOMPAS.com / ANDI HARTIK Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno saat menghadiri coffe morning bersama bakal calon legislatif dari partai koalisi di Jalan Besar Ijen, Kota Malang, Rabu (12/9/2018)

MALANG, KOMPAS.com - Bakal calon wakil presiden, Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan bahwa Partai Demokrat tetap ada di dalam koalisi pendukungnya. Meskipun, sejumlah kader Partai Demokrat di daerah memilih mendukung pasangan Joko Widodo - Ma'ruf Amin.

"Jadi seperti kita sampaikan tadi  partai Demokrat kokoh ada di koalisi Prabowo - Sandi. Realita politiknya tentunya internal partai sendiri yang akan nanti mengelola dinamikanya," katanya.

Sandiaga memahami apa yang terjadi di internal Partai Demokrat. Menurutnya, setiap partai akan mengalami hal yang sama. Hanya saja Partai Demokrat yang terlebih dahulu mencuat ke publik.

Baca juga: Politisi-politisi Demokrat yang Dukung Jokowi-Maruf Amin

"Kami yakin itu ada di mana - mana. Di partai - partai lainnya juga sama. Tapi Demokrat yang terdepan untuk mengangkat isu ini," katanya.

Bagi Sandiaga, dukungan tidak hanya diraih dari kader partai politik. Orang - orang di luar parati politik juga harus dirangkul. Seperti kaum emak - emak yang disebutnya sebagai 'partai' Permak Bodi atau Persatuan Emak-Emak Prabowo Sandi.

"Bagi kita yang paling penting selain dari pada partai - partai mitra koalisi yang hadir disini juga partai-partai yang selama ini tidak tertangkap aspirasinya. Seperti partai emak - emak, betul nggak," katanya.

Selain itu, Sandiaga juga akan memprioritaskan isu ekonomi sebagai pesan untuk meraih dukungan. Bukan melulu soal politik yang disebutnya cenderung mengkotak - kotakkan dukungan.

"Pesan - pesan ekonomi harus menjadi prioritas kita. Jadi bukan hanya pesan - pesan politik mengenai isu siapa dan dimana, siapa yang akan memilih siapa. Tapi isu ekonomi untuk membuka lapangan kerja, menggerakan ekonomi," jelasnya.


Komentar
Close Ads X