Politisi-politisi Demokrat yang Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin - Kompas.com

Politisi-politisi Demokrat yang Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Kompas.com - 07/09/2018, 06:05 WIB
Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan Maruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). Selain pasangan Jokowi-Maruf Amin, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari Senin 13 Agustus. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan satu diantara syarat wajib yang diberlakukan KPU bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres mendatang.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo dan Maruf Amin tiba untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, Minggu (12/8/2018). Selain pasangan Jokowi-Maruf Amin, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada hari Senin 13 Agustus. Pemeriksaan kesehatan tersebut merupakan satu diantara syarat wajib yang diberlakukan KPU bagi capres dan cawapres untuk mengikuti Pilpres mendatang.

KOMPAS.com — Menjelang Pemilihan Presiden 2019, sejumlah tokoh dari Partai Demokrat justru menyatakan dukungan bagi Jokowi-Ma'ruf Amin.

Pernyataan sikap mereka pun mengundang kegeraman dari petinggi Partai Demokrat. Seperti diketahui, Partai Demkorat memutuskan pilihannya bergabung dengan koalisi pendukung Prabowo-Sandiaga pada pemilihan presiden.

Berikut sejumlah tokoh Partai Demokrat yang terang-terangan menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf Amin.

1. Lukas dukung Jokowi karena Jokowi paham Papua

Gubernur Papua Lukas Enembe (kiri) bersama Wakil Gubernur Klemen Tinal melakukan salam komando usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). Presiden melantik sembilan gubernur dan wakil gubernur hasil Pilkada Serentak 2018, yaitu Papua, NTT, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Bali, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARI Gubernur Papua Lukas Enembe (kiri) bersama Wakil Gubernur Klemen Tinal melakukan salam komando usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). Presiden melantik sembilan gubernur dan wakil gubernur hasil Pilkada Serentak 2018, yaitu Papua, NTT, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Bali, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Papua Lukas Enembe mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Secara tegas Lukas menjelaskan, keputusannya tersebut tidak ada urusan dengan Partai Demokrat yang justru memilih Prabowo-Sandiaga.

"Tidak ada urusan. Tidak ada urusan dengan partai," kata Lukas usai dilantik sebagai Gubernur Papua periode kedua oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Menurut Lukas, politik adalah pilihan masing-masing dan tak harus selalu mengekor ke partai. Ia pribadi mendukung Jokowi karena menilai sosok politisi PDI-P tersebut mengerti masalah Papua.

Baca Juga: Dukung Jokowi, Gubernur Lukas Enembe Sebut Tak Ada Urusan dengan Demokrat

2. "Si Naga Bonar" bersedia jadi Jubir Jokowi-Ma'ruf Amin

Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Dedy Mizwar atau yang akrab disapa Demiz mengunjungi Pasar GSP Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Senin (30/4/2018).Dokumentasi Tim Pemenangan DM4Jabar. Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 4 Dedy Mizwar atau yang akrab disapa Demiz mengunjungi Pasar GSP Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Senin (30/4/2018).

Deddy Mizwar, pemeran film Naga Bonar tahun 1987, menyatakan kesediaannya menjadi juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sejumlah tokoh Partai Demokrat menyayangkan sikap Deddy Mizwar tersebut. Namun, Dedy justru berharap sikap politiknya tersebut dihargai sebagai pilihan pribadi.

"Artinya, ini adalah sikap politik yang harus dihargai," kata Deddy seusai mengikuti rapat tim Jokowi-Ma'ruf di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/9/2018).

Sementara itu, Deddy menyadari keputusannya tersebut berbeda dengan kebijakan Partai Demokrat yang mengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Namun, Deddy mengatakan, ia tetap mengedepankan etika dalam mengambil keputusan politik ini.

Baca Juga: TGB Menyampaikan Dukungan kepada Jokowi Sejak Dua Tahun Lalu

3. TGB: Dukungan Jokowi adalah rasional

Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kiri) saat tiba untuk memberikan bantuan korban gempa secara simbolis di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Minggu (2/9/2018). Sebanyak 5.293 korban gempa dari Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Mataram menerima bantuan berupa tabungan sebesar Rp 50 juta untuk perbaikan rumah yang rusak berat dan Rp 25 juta untuk rumah yang rusak ringan.ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI Presiden Joko Widodo (kanan) berbincang dengan Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (kiri) saat tiba untuk memberikan bantuan korban gempa secara simbolis di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Minggu (2/9/2018). Sebanyak 5.293 korban gempa dari Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah dan Mataram menerima bantuan berupa tabungan sebesar Rp 50 juta untuk perbaikan rumah yang rusak berat dan Rp 25 juta untuk rumah yang rusak ringan.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) mengaku dirinya adalah politisi Partai Demokrat. Namun, sejak dua tahun lalu, ia menyampaikan dukungannya secara pribadi kepada Presiden Joko Widodo.

Menjelang Pilpres 2019 ini, TGB mengungkapkan dukungannya tersebut secara terbuka.

"Terus terang pada beliau (Jokowi) sudah lama, hampir dua tahun lalu. Sebagai bagian apresiasi saya," ujar TGB dalam kunjungannya ke Redaksi Kompas dan Kompas.com di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (12/7/2018) sore.

Sikap politik TGB diwujudkan dengan pengunduran dirinya menjadi kader Partai Demokrat.

"Benar. Saya sudah mundur sejak beberapa hari lalu," ujar TGB kepada Kompas.com, Senin (23/7/2018).

TGB menekankan bahwa dukungannya tersebut rasional jika melihat kerja pemerintah pusat terhadap seluruh wilayah Indonesia, terutama kawasan Indonesia timur.

Baca Juga: Dukung Jokowi, Nasib Deddy Mizwar dan Lukas Enembe Dibahas di Komwas Demokrat

4. Soekarwo bantah keluar dari Demokrat

Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, SoekarwoKOMPAS.com/Achmad Faizal Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Soekarwo

"Enggak ada itu hengkang dari Demokrat. Saya sudah 10 tahun di Demokrat masak mau pindah," kata Soekarwo usai rapat Paripurna di DPRD Jatim, Rabu (15/8/2018).

Begitulah komentar Mbah Karwo, panggilan akrab politisi Partai Demokrat, saat ditanya wartawan tenang isu kepindahannya ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin.

Dirinya menjelaskan, pertemuan dengan Surya Paloh, kata dia, hanya pertemuan biasa. Dia dan Surya Paloh adalah teman lama yang dulu sama-sama mendirikan Ormas Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI).

"Hanya saja momentumnya politik, jadi diartikan politik juga akhirnya," ujar Gubernur Jatim ini.

Baca Juga: Penjelasan Soekarwo Terkait Isu "Loncat" ke Nasdem dan Dipanggil SBY

Sumber (KOMPAS.com: Achmad Faizal, Ichsanuddin, Fabian Januarius Kuwado, Rahmat Nur Hakim)

 

 



Close Ads X