Petani yang Setubuhi Anak Tirinya Mengaku Tidak Puas Pelayanan Istri

Kompas.com - 04/09/2018, 07:32 WIB
ilustrasi kekerasan terhadap perempuan ilustrasi kekerasan terhadap perempuan

LUWU, KOMPAS.com - IB (39), petani Cengkeh asal Dusun Batari, Desa Sampano, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, nekat setubuhi anak tirinya DR yang masih berumur 13 tahun. Pelaku mengakui perbuatan bejatnya akibat tidak puas dengan pelayanan istrinya.

“Istriku selalu pergi pak, biasa di pergi ke acara pesta pengantin malam baru pulang, na saya juga butuhkan dia, biasa pergi sampai 7 hari,” kata IB kepada Kompas.com di ruang Satreskrim Polres Luwu, Senin ( 3/9/2018).

Kata dia, bahwa dirinya melakukan perbuatan asusila tersebut sebanyak 5 kali sejak anak tirinya duduk di kelas 4 SD hingga saat ini. Awalnya dia sering melihat anak tirinya tidur sendirian di kamarnya, hingga dia tergiur.

Baca juga: Petani Ini Mengaku Setubuhi Anak Tiri di Kebun Cengkeh Sejak Korban Kelas 4 SD

“Saya lakukan 3 kali di rumah di waktu malam, saat istri tidak ada, dan 2 kali di kebun cengkeh saat siang,” ungkapnya.

Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim Polres Luwu, Ipda Abdul Azis, mengatakan bahwa motif yang dilakukan oleh pelaku karena selalu mendapati korban dalam keadaan sendiri.

“Motifnya karena selalu medapati korban sendiri di rumah, dengan itu pelaku tergiur dengan anak tirinya sendiri, apalagi sang istri selalu tidak berada di rumah, sehingga dia melakukan persetubuhan,”ujarnya.

Baca juga: Ayah yang Tega Cabuli Anak Tiri Beraksi Setelah Nonton Film Dewasa

Pelaku terancam pasal 81 ayat 3 undang-undang nomor 17 tahun tahun 2016 yang diubah menjadi undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

KA Lokal Merak-Rangkasbitung Kembali Beroperasi 9 Agustus, Ini Jadwalnya

Regional
Rapid Test Reaktif, Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bayinya Meninggal: Saya Kecewa...

Rapid Test Reaktif, Ibu Melahirkan di RS Tanpa Bantuan Tenaga Medis, Bayinya Meninggal: Saya Kecewa...

Regional
Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Pemkot Bengkulu Beri Kuota Internet Gratis untuk Siswa dan Guru SMP

Regional
Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

Kantor PDI-P Cianjur Dilempar Bom Molotov, Pintu Depan Terbakar

Regional
1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

1 Kecamatan di Trenggalek Jadi Zona Hijau, 3 SMP akan Gelar Belajar Tatap Muka

Regional
6 Pasien Covid-19 di Banyumas Meninggal, Satu Kampung di-Lockdown

6 Pasien Covid-19 di Banyumas Meninggal, Satu Kampung di-Lockdown

Regional
INACA Kampanyekan Terbang Aman di Tengah Wabah Covid-19

INACA Kampanyekan Terbang Aman di Tengah Wabah Covid-19

Regional
Cerita Jonathan Belajar Online, Jual Pempek demi Beli Kuota Internet

Cerita Jonathan Belajar Online, Jual Pempek demi Beli Kuota Internet

Regional
Penjelasan RS Terkait Ibu yang Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas Saat Persalinan

Penjelasan RS Terkait Ibu yang Kehilangan Bayinya karena Tak Dihiraukan Petugas Saat Persalinan

Regional
Terkatung 12 Hari di Laut Natuna, Kapal Nelayan Selamat Berkat Layar Terpal

Terkatung 12 Hari di Laut Natuna, Kapal Nelayan Selamat Berkat Layar Terpal

Regional
Guru TK Dilecehkan Kepala Sekolah Dalam Ruangan, Bajunya Ditarik hingga Robek

Guru TK Dilecehkan Kepala Sekolah Dalam Ruangan, Bajunya Ditarik hingga Robek

Regional
Niat Cari Kerja ke Pontianak, Warga Jombang Kabur ke Hutan karena Positif Corona, Ini Kisahnya...

Niat Cari Kerja ke Pontianak, Warga Jombang Kabur ke Hutan karena Positif Corona, Ini Kisahnya...

Regional
Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

Kota Madiun Lombakan Kedisiplinan Protokol Kesehatan Covid-19, Juara Satu Dapat Satu Ton Beras

Regional
Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Pasar Cihapit Jadi Tongkrongan Anak Muda Gaul di Bandung, Dulunya Kamp Tawanan Jepang

Regional
Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

Berebut Tanah Yayasan, Ibu dan Anak di Purbalingga Saling Lapor ke Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X