Kompas.com - 29/08/2018, 16:51 WIB
Ilustrasi 
DIDIE SW/dok. Kompas.comIlustrasi

PALEMBANG, KOMPAS.com - Perbuatan sadis dilakukan Irawan (38) terhadap istrinya, Kanik (39), serta anak tirinya DS (12).

Irawan membacok keduanya secara membabi buta hingga harus dilarikan ke rumah sakit lantaran mengalami luka serius.

Kejadian berlangsung di rumah kontrakan Irawan dan Kanik di  Simpang Rajo RT 20 RW 5, Kelurahan Handayani Mulia, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Rabu (29/8/2018).

Mulanya, korban Kanik hendak mengantarkan DS ke sekolah dengan menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba Irawan marah dan melarang istrinya mengantarkan DS.

Baca juga: Bayi 3 Bulan Tewas Dianiaya Ayahnya Sendiri

Kanik kemudian marah hingga mereka bertengkar. Mendadak pelaku masuk ke dalam rumah dan mengambil parang dan langsung membacok tubuh korban.

DS yang menjerit ketakutan melihat ibunya dianiaya oleh bapak tirinya itu,  mencoba melerai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Irawan malah kembali mengayunkan parang ke arah DS dan keduanya terkapar bersimbah darah.

Pelaksana harian Kapolsek Talang Ubi, Iptu Roni Hermawan mengatakan, para tetangga korban yang melihat kejadian tersebut langsung melarikan Kanik dan DS menuju ke rumah sakit setempat.

Sedangkan Irawan, melarikan diri lantaran ketakutan dikeroyok warga atas perbuatannya itu.

“Setelah dilakukan olah TKP dan keterangan para saksi, pelaku akhirnya ditangkap tak jauh dari lokasi kejadian karena mencoba melarikan diri,” imbuh Roni.

Baca juga: Polisi yang Menyamar di Ruko Cengkareng Hampir Dianiaya Preman

Roni mengungkapkan, tersangka Irawan kini ditahan untuk diperiksa lebih lanjut atas ulahnya tersebut. Kejiwaan pria yang berprofesi sebagai petani itupun akan ikut diperiksa.

“Dugaan sementara, pelaku marah karena istrinya hendak mengantarkan anak tirinya sekolah," ungkapnya.

"Penyebabnya belum tahu kenapa melarang, karena pelaku masih dalam pemeriksaan. DS mengalami luka bacok di lengan karena mencoba melerai, sedangkan istrinya terdapat lima luka bacokan,” tuturnya.

Atas perbuatannya, Roni terancam dikenakan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pasal 351 tentang Penganiayaan dengan ancaman 20 tahun penjara.

Kompas TV Media sosial dihebohkan dengan surat dari seorang anak yang ayahnya yang menjadi tahanan Polres Subang meninggal.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.