4 Warga Ditangkap karena Aniaya 7 Polisi Hutan dan Bakar Mobil Perhutani

Kompas.com - 26/08/2018, 18:39 WIB
Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah‎ menunjukkan empat pelaku yang melukai tujuh anggota Polisi Hutan Perhutani KPH Blora sekaligus membakar mobil dinas Perhutani KPH Blora saat di Mapolres Blora, Minggu (26/8/2018). dokumen polres bloraSatuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah‎ menunjukkan empat pelaku yang melukai tujuh anggota Polisi Hutan Perhutani KPH Blora sekaligus membakar mobil dinas Perhutani KPH Blora saat di Mapolres Blora, Minggu (26/8/2018).

BLORA, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Blora, Jawa Tengah, meringkus empat pelaku penganiayaan tujuh anggota polisi hutan dari Perhutani KPH Blora dan pembakaran mobil dinas Perhutani KPH Blora. 

"Empat orang dari puluhan pelaku sudah kami amankan. Mereka bertindak sebagai provokator, pelaku penganiayaan, pelaku pembakaran dan pelaku pelemparan dalam kasus yang melukai tujuh anggota Polhut KPH Blora serta pembakaran mobil Perhutani KPH Blora," kata Kapolres Blora AKBP Saptono, Minggu (26/8/2018).

Saptono menjelaskan, kasus tindakan anarkistis ini terjadi pada Rabu (15/8/2018) siang. Saat itu, petugas Perhutani KPH Blora memergoki sejumlah warga tengah mencuri kayu di kawasan hutan petak 90, BKPH Kalisari, KPH Blora wilayah Desa Sendangmulyo, Kecamatan Banjarejo, Blora.

Para pelaku tunggang-langgang meninggalkan dua sepeda motor dan beberapa batang kayu jati hasil pencurian itu.

Lalu sekitar pukul 18.30 WIB, para pelaku menjebak petugas Perhutani KPH Blora dengan melakukan aksi pencurian kembali di kawasan hutan petak 90, BKPH Kalisari, KPH Blora.

Saat berusaha mengejar para pelaku, petugas Perhutani KPH Blora dihadang puluhan warga di wilayah Desa Sendangmulyo, Kecamatan Banjarejo, Blora.

Baca juga: Illegal Logging di Sungai Musi, Polda Sumsel Temukan 1.848 Kubik Kayu Tak Bertuan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Puluhan warga yang telah terprovokasi tersebut langsung melempari mobil dinas Perhutani KPH Blora dengan batu dan kayu, kemudian membakarnya. Mobil Mitsubishi Strada itu hangus terbakar dengan kerugian mencapai Rp 300 juta. Para pelaku juga menganiaya tujuh anggota Perhutani KPH Blora.

"Dari kejadian tersebut, mobil Perhutani ludes terbakar dengan kerugian mencapai Rp 300 juta. Tujuh petugas Perhutani KPH Blora mengalami luka-luka setelah dianiaya. Para pelaku kemudian melarikan diri hingga kepolisian datang ke lokasi untuk meredam emosi warga," kata Saptono.

Jadi pelajaran

Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo menjelaskan, dalam penanganan kasus ini, kepolisian harus bekerja ekstra hati-hati karena langsung berhadapan dengan warga yang masih emosi.

"Kami terapkan metode pendekatan, kami kumpulkan barang bukti, olah TKP di lokasi kejadian serta meminta keterangan dari korban dan saksi," tambahnya.

Empat pelaku yang diamankan, yaitu SP, SR, SA, SS. Mereka adalah warga Kecamatan Banjarejo, Blora.

"Salah satu pelaku yang kami amankan adalah kadus (kepala dusun) yang berperan menyuruh membeli bensin untuk membakar mobil Perhutani," kata Heri.

Menurut Heri, aksi anarkistis tersebut terjadi secara spontan. Kasus ini merupakan bentuk pelajaran bagi warga bahwa segala macam bentuk anarkistis hingga penganiayaan dan perusakan barang milik pribadi atau fasilitas negara dapat dikenakan sanksi pidana. Apalagi para petugas Perhutani tersebut sedang melaksanakan tugas.

"Aksi ini murni sepontanitas, diharapkan masyarakat untuk tidak mudah terpancing provokasi yang berujung anarkis. Para pelaku dikenai pasal penganiayaan, perusakan dan pembakaran dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. Kami masih memburu para pelaku lain," tegasnya.

Administratus Perhutani KPH Blora, Rukman Supriatna, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Blora yang telah berhasil menangkap pelaku penganiayaan petugas Perhutani KPH Blora dan pembakaran mobil dinas KPH Blora.

"Saya atas nama Perhutani mengucapkan terima kasih kepada kapolres Blora beserta jajarannya karena dengan cepat dan tanggap berhasil menangkap empat pelaku provokator dan menyelamatkan anggota kami dari kepungan warga," pungkasnya.

Kronologi penyerangan

Untuk diketahui, puluhan orang tiba-tiba menyerang tujuh anggota polisi hutan Perhutani KPH Blora yang tengah patroli di Petak 90 BKPH Kalisari, Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Rabu (15/8/2018) malam.

Dalam insiden ini, massa membakar mobil patroli dan menganiaya tujuh personel Polhut Perhutani KPH Blora.

Administratur Perhutani KPH Blora, Rukman Supriatna, mengungkapkan, sebelum kejadian, anggota Perhutani KPH Blora yang tengah berpatroli mendengar suara orang menebang pohon. Petugas Perhutani KPH Blora kemudian menghampiri sumber suara.

"Di petak 90 itu mereka mendengar ada bunyi orang tebang pohon. Setelah selang berapa menit, ada 7 pohon jati berukuran besar roboh. Diperkirakan pelaku penebangan hutan lebih dari tujuh orang," kata Rukman.

Baca juga: BNPB: Longsor di Brebes Bencana Alam, Bukan karena Illegal Logging

Petugas KPH Blora kemudian mengamankan tujuh batang pohon berukuran besar yang ditebang secara ilegal tersebut.

Petugas KPH Blora kemudian meminta bantuan Polhut karena massa berdatangan. Merespons situasi ini, regu patroli Polhut langsung meluncur ke lokasi.

Saat itu, Polhut sempat mencoba berkomunikasi secara baik-baik dengan massa.

"Kami mencoba untuk negosiasi, ternyata malah dipukuli dan dilempari batu. Mobil juga hangus dibakar. Tujuh anggota Polhut mengalami luka serius dan dilarikan ke RSUD dr Soetijono Blora," pungkasnya.

Kompas TV Lahan milik Perhutani di Ponorogo, Jawa Timur kembali terbakar
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.