Bupati Puncak Jaya Kecam KKB yang Tembak 2 Anggota TNI

Kompas.com - 20/08/2018, 20:52 WIB
Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda didampingi Kapolres Puncak Jaya AKBP Ary Purwanto saat memberikan keterangan kepada pers kepada wartawan, Senin (20/8/2018). KOMPAS.com/JHON ROY PURBA Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda didampingi Kapolres Puncak Jaya AKBP Ary Purwanto saat memberikan keterangan kepada pers kepada wartawan, Senin (20/8/2018).

JAYAPURA, KOMPAS.com – Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda mengecam keras penembakan terhadap dua anggota TNI oleh kelompok kriminal bersenjata sipil ( KKB) di jembatan Tingginambut, kampung Tingginime, Distrik Tingginambut kabupaten Puncak Jaya, Papua, Minggu (19/8) siang.

Dikatakannya, sejak dilantik pada 2017 selaku pimpinan daerah setempat, dia selalu intens membangun koordinasi bersama jajaran Muspida, baik Kapolres, Dandim serta pimpinan DPR dalam upaya mengantisipasi pergerakan kelompok tersebut.

“Sangat disesalkan masih saja ada oknum yang melakukan tindakan (penembakan) seperti itu. Ini diluar dugaan dan kami mengutuk keras kejadian ini,” ungkapnya kepada wartawan di Jayapura, Senim (20/8/2018).

Mewakili pemerintah daerah dan masyarakat setempat, ungkap Yuni, pihaknya menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga dua anggota TNI yang gugur saat bertugas. Apalagi kejadian ini merupakan yang kesekian kalinya terjadi dan dilakukan oleh KKB tersebut.

Baca juga: HUT Kemerdekaan RI di Papua, KKB Tembak Truk di Area Freeport

“Padahal saat menyambut perayaan Hut ke- 73 RI lalu, kami dari pemerintah menggelar berbagai lomba yang melibatkan masyarakat. Dalam upacara kemarin, pemerintah memberikan kekebasan kepada masyarakat untuk terlibat didalamnya," kata dia. 

"Saya himbau dari kejadian ini masyarakat tetap tenang. Sebab yang terjadi adalah ulah dari oknum yang tidak bertanggung jawab dan sengaja ingin membuat daerah Puncak Jaya menjadi tidak aman.” 

Yuni meminta kepada masyarakat, agar tetap melakukan aktivitas seperti biasanya, sementara aparat keamanan terus melakukan penjagaan disetiap titik terutama di wilayah kota mulia.

Di tempat yang sama, Kapolres Puncak Jaya AKBP Ary Purwanto juga menyampaikan ucapan belangsungkawa dan duka yang mendalam atas tewasnya dua prajurit TNI saat mengemban tugas menjaga NKRI.

"Saya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mempercayakan pengamanan dan stabilitas keamanan kepada jajarannya bersama TNI," ungkap Ary yang baru mengemban tugas sebagai Kapolres beberapa hari lalu.

Baca juga: Operasi Penyergapan KKB di Tiom, TNI Sita 2 Senjata Api

Untuk diketahui, informasi yang diperoleh dari berbagai sumber yang enggan menyebutkan namanya, dua anggota TNI dari Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) atau biasa disebut pasukan Maleo, yakni Alm Letda Inf Amran Blegur dan Alm Pratu Fredi ditembak KKB saat membawa bahan makanan di jembatan Tingginambut, Kampung Tingginime, Distrik Tingginambut kabupaten Puncak Jaya, Minggu (19/8/2018) lalu.

Saat itu, Alm Letda Amran sebagai komandan pos Tingginambut, pagi hari menerima telepon dari anak buah panglima kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), Goliat Tabuni yang bernama Erianus Tabuni.

Erianus meminta korban untuk memberikan bantuan makanan dan juga aki sepeda motor dengan perjanjian jika permintaanya dituruti, Erianus akan menyerahkan satu buah senjata laras pendek kepada korban.

Saat tengah perjalanan menuju Tingginambut, kedua korban yang menggunakan sepeda motor Suzuki Thunder dihadang tepat saat berada di jembatan Tingginambut, keduanya langsung diberondong peluru.

Jasad kedua korban akhirnya ditemukan di sebuah rumah kayu tak jauh dari lokasi jembatan. Kini kedua korban telah dievakuasi, untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah 7 Hari, Pencarian WN Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Dihentikan

Setelah 7 Hari, Pencarian WN Amerika yang Hilang di Teluk Ambon Dihentikan

Regional
Orangtuanya Positif Covid-19, Pasangan di Gunungkidul Harus Tunda Pernikahan

Orangtuanya Positif Covid-19, Pasangan di Gunungkidul Harus Tunda Pernikahan

Regional
2 Kepala Dinas Meninggal karena Covid-19, Seluruh Kantor SKPD di Kabupaten Banjar Disterilkan

2 Kepala Dinas Meninggal karena Covid-19, Seluruh Kantor SKPD di Kabupaten Banjar Disterilkan

Regional
7 Orang Tewas akibat Truk Tabrak 4 Sepeda Motor, Begini Kronologinya...

7 Orang Tewas akibat Truk Tabrak 4 Sepeda Motor, Begini Kronologinya...

Regional
Dampak Covid-19, PAD Kota Ambon Terjun Bebas

Dampak Covid-19, PAD Kota Ambon Terjun Bebas

Regional
Pesan Sultan HB X Jelang Peringatan Kemerdekaan: Jangan Ada yang Merasa Mayoritas

Pesan Sultan HB X Jelang Peringatan Kemerdekaan: Jangan Ada yang Merasa Mayoritas

Regional
Sempat Terlihat Menyapu di Pagi Hari, Dewi Ditemukan Tewas di Ruang Tamu Beberapa Jam Kemudian

Sempat Terlihat Menyapu di Pagi Hari, Dewi Ditemukan Tewas di Ruang Tamu Beberapa Jam Kemudian

Regional
Tingkatkan Kemampuan Petugas Indra, Dompet Dhuafa Gelar Workshop Pemeriksaan Mata Dasar

Tingkatkan Kemampuan Petugas Indra, Dompet Dhuafa Gelar Workshop Pemeriksaan Mata Dasar

Regional
Tiru Jawa Barat, Ambon Akan Terapkan PSBB Lokal di Setiap Desa

Tiru Jawa Barat, Ambon Akan Terapkan PSBB Lokal di Setiap Desa

Regional
Mahasiswa Kedokteran Asal Tegal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Mahasiswa Kedokteran Asal Tegal Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Kecelakaan Beruntun, Sebuah Truk Tabrak 4 Sepeda Motor, 7 Orang Meninggal

Kecelakaan Beruntun, Sebuah Truk Tabrak 4 Sepeda Motor, 7 Orang Meninggal

Regional
Tingkatkan Keahlian Menjahit Kaum Dhuafa Cirebon, Dompet Dhuafa Gelar Jabar Bagja

Tingkatkan Keahlian Menjahit Kaum Dhuafa Cirebon, Dompet Dhuafa Gelar Jabar Bagja

Regional
Masih Zona Merah, PSBB Transisi di Ambon Bakal Diperpanjang

Masih Zona Merah, PSBB Transisi di Ambon Bakal Diperpanjang

Regional
105 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Banjar Kalsel Terpapar Covid-19

105 Tenaga Kesehatan di Kabupaten Banjar Kalsel Terpapar Covid-19

Regional
Tracing Klaster DPRD Maluku, Belum Ada Anggota Dewan yang Jalani Tes Swab

Tracing Klaster DPRD Maluku, Belum Ada Anggota Dewan yang Jalani Tes Swab

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X