Takut Gempa Susulan, Tamu Hotel di Lombok Belum Diperbolehkan Masuk Kamar

Kompas.com - 19/08/2018, 23:26 WIB
Alas karpet disediakan pihak hotel pasca gempa di Lombok dan sekitarnya, Minggu (19/8/2018) malam. KOMPAS.com/JESSI CARINAAlas karpet disediakan pihak hotel pasca gempa di Lombok dan sekitarnya, Minggu (19/8/2018) malam.
Penulis Jessi Carina
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kehebohan terjadi di salah satu hotel di Kota Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat akibat gempa susulan malam ini, Minggu (19/8/2018). Salah satu tamu hotel, Nur Aida, menceritakan sekitar 22.57 WITA dirinya akan tidur di kamarnya.

Namun belum sampai pulas, tiba-tiba dia mendengar suara retak dari bagian dinding. Lampu kamar langsung padam. Aida bangun dari tempat tidurnya.

“Tiba-tiba lampu padam, lantai bergoyang, kami semua langsung turun dari lantai 5,” ujar Aida.

Aida menempati kamar yang berada di lantai 5 bersama satu orang teman sekamarnya. Keduanya langsung panik karena lantai kamar bergoyang kencang saat mereka berdiri.

Aida mengatakan dia langsung menyalakan senter dari ponselnya dan menuju pintu bersama teman sekamarnya.

Baca juga: Tamu Hotel di Lombok: Gempa Pertama Goyang Kencang, Lampu Mati, dan Dinding Bunyi

“Di luar saya lihat orang-orang sudah berlarian,” kata dia.

Mereka berlari menuju tangga darurat. Sebagian besar mengenakan pakaian tidurnya tanpa alas kaki. Namun ada juga yang sempat membawa tas ransel mereka.

Semua berlari menuruni tangga menuju lantai dasar. Hingga pukul 00.06 WITA, semua tamu hotel masih berada di luar. Pegawai hotel memberikan mereka selimut, air mineral, hingga sendal.

Pihak hotel juga menggelar karpet dan alas terpal lain untuk dijadikan tempat berkumpul para tamu.

Baca juga: Dalam 1 Jam, Ada Empat Gempa Bermagnitudo di Atas 5 Guncang Lombok

“Untuk sekarang kami tidak membolehkan untuk masuk ke kamar masing-masing dulu. Sementara kami akan melakukan pengecekan di tiap kamar untuk barang barang dan mengevakuasi jika ada yang masih berada di kamar,” kata petugas hotel.

Berdasarkan catatan yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG),  gempa bumi di atas magnitudo 5 mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan sekitarnya pada Minggu (19/8/2018) malam, dalam rentang waktu 50 menit.

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Sehari Kasus Covid-19 di Solo Tambah 100, Wali Kota Rudy: Jangan Mudik Dulu

Dalam Sehari Kasus Covid-19 di Solo Tambah 100, Wali Kota Rudy: Jangan Mudik Dulu

Regional
Polisi Selidiki Demo Buruh Cianjur yang Diduga Melanggar Protokol Kesehatan

Polisi Selidiki Demo Buruh Cianjur yang Diduga Melanggar Protokol Kesehatan

Regional
Berikan Kode OTP karena Dijanjikan Pulsa Rp 500.000, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Berikan Kode OTP karena Dijanjikan Pulsa Rp 500.000, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Banten Ingatkan Pandemi Masih Jadi Ancaman

Kasus Covid-19 Meningkat, Gubernur Banten Ingatkan Pandemi Masih Jadi Ancaman

Regional
Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Pangdam Siliwangi dan Kapolda Banten Akan Turunkan Baliho Tak Berizin

Regional
Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Pengungsi Gunung Merapi di Sleman Dibekali Pelatihan Keterampilan

Regional
Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Gubernur Banten Sebut Sekolah Tatap Muka Dimulai pada Januari 2021

Regional
Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Permudah Akses Pelayanan Publik Lewat Inovasi, Diskominfo Babel Raih 4 Penghargaan

Regional
Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Cerita Kapolsek Takut Menangis Saat Anak Seorang Tahanan Menikah di Kantor Polisi

Regional
Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Debat Pilkada Karawang, Adu Canggih Teknologi hingga Janji Calon Bupati

Regional
Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Aplikasi Fight Covid-19 Babel Raih Penghargaan dari Kemenpan RB

Regional
Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Limbah Sungai Ciujung Jadi Topik Debat, Ini Kata 2 Paslon Pilkada Serang

Regional
Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Kabupaten Tasikmalaya Terendam Banjir

Regional
Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Ditegur Tak Pakai Helm, Ibu Ini Marahi Polisi di Tengah Jalan, Ini Ceritanya

Regional
Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Dalam Hitungan Menit Setelah Berikan Kode OTP, Ratusan Juta Tabungan Nasabah Bank Raib

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X