Kuasa Hukum AMP: Ada Sekitar 9 Mahasiswa Papua yang Dibawa Polisi

Kompas.com - 16/08/2018, 07:37 WIB
Halaman asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya porak poranda usai terjadi bentrokan KOMPAS.com/Achmad FaizalHalaman asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan Surabaya porak poranda usai terjadi bentrokan

SURABAYA, KOMPAS.com - Polrestabes Surabaya menggeledah asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Rabu (15/8/2018) sekitar pukul 22.00 WIB.

Penggeledahan dilakukan atas laporan anggota organisasi masyarakat (ormas) yang diduga dianiaya Aliansi Mahasiswa Papua (AMP). Selain itu, polisi juga melakukan olah TKP di asrama mahasiswa Papua.

Saat melakukan penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa senjata tajam jenis parang.

Kuat dugaan, parang tersebut digunakan mahasiswa Papua melakukan penganiayaan terhadap anggota ormas. Mahasiswa Papua kemudian dibawa ke Polrestabes Surabaya untuk diperiksa.

Baca juga: Menurut Camat, Mahasiswa Papua Sempat Marah Saat Ditawarkan Bendera

Kuasa hukum AMP dari LBH Surabaya, Sahura mengatakan, sejak tadi malam sampai kini mahasiswa Papua masih diperiksa penyidik Polrestabes Surabaya.

"Sejak semalam masih diperiksa. Ada sekitar 9 mahasiswa Papua yang dibawa," ucap Sahura kepada Kompas.com, Kamis (16/8/2018).

Menurut Sahura, mahasiswa Papua tidak melakukan penganiayaan atau pembacokan terhadap ormas di asrama Papua, yang selama ini dituduhkan.

"Itu tidak benar. Memang ada yang pegang senjata, tapi nggak sampai melakukan penganiayaan. Ormas yang luka itu diduga jatuh karena terpental oleh temannya sendiri," kata Sahura.

Saat polisi melakukan penggeledahan, sambung Sahura, kepolisian dan AMP sepakat ketika barang bukti diserahkan, polisi tidak akan melanjutkan proses penggeledahan.

Baca juga: 5 Fakta di Balik Bentrokan Ormas dan Mahasiswa Papua di Surabaya

"Tapi ternyata mahasiswa Papua diangkut semua. Mereka agak tegang, ada yang kecapean karena ada yang kuliah juga. Ini masih diperiksa bergantian," tutur Sahura.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Covid-19 di Riau Bertambah Hampir 300 Kasus, Jumlah Total Melejit

Covid-19 di Riau Bertambah Hampir 300 Kasus, Jumlah Total Melejit

Regional
Tak Ada Listrik, Warga di NTT Terpaksa Nyalakan Pelita di Malam Hari, PLN: Kami Akan Survei

Tak Ada Listrik, Warga di NTT Terpaksa Nyalakan Pelita di Malam Hari, PLN: Kami Akan Survei

Regional
Kasus Covid-19 dari Klaster Santri di Bintan Bertambah 13

Kasus Covid-19 dari Klaster Santri di Bintan Bertambah 13

Regional
KA Siliwangi Berikan Tiket Rp 0, Catat Jadwal dan Cara Mendapatkannya

KA Siliwangi Berikan Tiket Rp 0, Catat Jadwal dan Cara Mendapatkannya

Regional
Sebelum Meninggal Terpapar Covid-19, Sinden Sering Isi Acara dan Bertemu Banyak Orang

Sebelum Meninggal Terpapar Covid-19, Sinden Sering Isi Acara dan Bertemu Banyak Orang

Regional
Kajari Jember dan 4 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Tetap Buka

Kajari Jember dan 4 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Tetap Buka

Regional
Fakta di Balik 16 Orang Positif Covid-19 Usai Arisan RT di Kulon Progo, Petugas Tracing 2 Pasar

Fakta di Balik 16 Orang Positif Covid-19 Usai Arisan RT di Kulon Progo, Petugas Tracing 2 Pasar

Regional
Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Klaster Baru, Sejumlah Santri di Banyumas Positif Covid-19, 2 Ponpes Diminta Lockdown

Regional
Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Beras Bansos Bercampur Biji Plastik, Ini Kata Bupati Cianjur

Regional
Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Regional
Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Regional
Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Tak Pernah Nikmati Listrik, Warga Desa di NTT Merasa Dianaktirikan Negara

Regional
Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Regional
Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Regional
Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X