Setelah Terlempar ke Luar, Jumaidi Cari Air Minum di Balik Reruntuhan Pesawat - Kompas.com

Setelah Terlempar ke Luar, Jumaidi Cari Air Minum di Balik Reruntuhan Pesawat

Kompas.com - 12/08/2018, 19:56 WIB
Jumadi, korban selamat yang dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat Demonim Air KOMPAS.com/istimewa Jumadi, korban selamat yang dievakuasi dari lokasi jatuhnya pesawat Demonim Air

TIMIKA, KOMPAS.com — "Sa bapak meninggal," ucap Jumaidi sambil terisak.

Dalam rekaman video yang didokumentasikan Penerangan Kodam 17 Cenderawasih, terlihat Tim SAR gabungan Basarnas, TNI-Polri, pemda, dan masyarakat setempat berjibaku memberikan pertolongan kepada Jumaidi.

Dalam video itu juga tampak Jumaidi menceritakan kisahnya dalam musibah jatuhnya Pesawat Dimonim Air PK-HVQ di Gunung Menuk, Kampung Okatem, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, pada Sabtu (11/8/2018).

Jumaidi yang masih berusia 12 tahun ini bercerita, ketika pesawat terjatuh dan menghantam pepohonan, ia terempas ke luar.

Dalam keadaan sadar, ia kemudian bangkit berdiri, lalu mencari air minum di balik reruntuhan pesawat.

Dia mencari air karena saat itu giginya copot akibat benturan saat terempas keluar pesawat.

"Kemarin sore itu saya di luar, terlempar. Saya masuk lagi cari air minum, gigiku pindah," cerita Jumadi dalam rekaman video tersebut.

Baca juga: Jumaidi, Korban Selamat Kecelakaan Pesawat Dimonim, Dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Papua

Sambil menangis, Jumadi menyebutkan bahwa bapaknya meninggal.

Jumaidi adalah anak dari Jamaludin yang menjadi korban meninggal dunia dalam musibah pesawat tersebut.

Dari sembilan orang yang berada dalam pesawat tersebut, hanya Jumaidi yang berhasil selamat.

Jumaidi telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Oksibil.

Jumaidi dievakuasi menggunakan Pesawat Dimonim Air PK HVC, Minggu (12/8/2018), dari Bandara Oksibil ke Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Sementara delapan korban meninggal dunia saat ini masih disemayamkan di Rumah Sakit Oksibil. Rencananya, Senin (13/8/2018) besok seluruh korban diserahkan kepada pihak keluarga.

Pesawat Dimonim Air PK-HVQ yang hilang kontak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, ditemukan di Gunung Menuk.

Pesawat tersebut ditemukan pada Minggu (12/8/2018) pagi sekitar pukul 08.45 WIT dalam keadaan hancur.

Sebelumnya, Pesawat Dimonim Air PK-HVQ, Tipe PAC 750XL milik PT Martha Buana Abadi yang membawa tujuh penumpang hilang kontak di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua, Sabtu (11/8/2018).

Pesawat yang dipiloti Kapten Lessie dan Kopilot Wayan Sugiarta itu bertolak dari Bandara Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, pukul 13.50 WIT, menuju Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Baca juga: BERITA FOTO: Pesawat Dimonim Air Jatuh di Papua dan Tewaskan 8 Orang

Sekitar pukul 14.17 WIT, pilot pesawat melakukan komunikasi dengan pihak Menara Bandara Oksibil.

Pesawat seharusnya sudah mendarat di Bandara Oksibil pukul 14.30 WIT. Namun, hingga pukul 15.00 WIT, pesawat tak kunjung mendarat.

Korban selamat :

1. Jumaidi (penumpang)

Korban meninggal dunia :

1. Lessie (pilot)

2. Wayan Sugiarta (kopilot)

3. Sudir Zakana (penumpang)

4. Martina Uropmabin (Penumpang)

5. Hendrikus Kamiw (penumpang)

6. Lidia Kamiw (penumpang)

7. Jamaludin (penumpang)

8. Naimus (penumpang)


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

Truk Tangki Pertamina Terperosok, BBM Tumpah dan Jadi Rebutan Warga

Truk Tangki Pertamina Terperosok, BBM Tumpah dan Jadi Rebutan Warga

Regional
Mulai 18 Desember, Garuda Indonesia Buka 2 Rute Penerbangan dari Bandara Kertajati

Mulai 18 Desember, Garuda Indonesia Buka 2 Rute Penerbangan dari Bandara Kertajati

Regional
Kabel yang Menjuntai hingga Hampir Menyentuh Jalan di Bekasi Diperbaiki

Kabel yang Menjuntai hingga Hampir Menyentuh Jalan di Bekasi Diperbaiki

Megapolitan
Hilang 30 Tahun Lalu di Himalaya, Jenazah Dua Pria Berhasil Ditemukan

Hilang 30 Tahun Lalu di Himalaya, Jenazah Dua Pria Berhasil Ditemukan

Internasional
“Dulu Kami Takut Kalau Ada TNI atau Polri, tapi Sekarang Terbantu Secara Ekonomi”

“Dulu Kami Takut Kalau Ada TNI atau Polri, tapi Sekarang Terbantu Secara Ekonomi”

Nasional
Jokowi: Anggaran Jangan Habis untuk Rapat dan Perjalanan Dinas

Jokowi: Anggaran Jangan Habis untuk Rapat dan Perjalanan Dinas

Nasional
Kunjungi Timor Leste, Gubernur Viktor Berdansa Diiringi Alunan Suara Mari Alkatiri

Kunjungi Timor Leste, Gubernur Viktor Berdansa Diiringi Alunan Suara Mari Alkatiri

Regional
Kementerian PUPR Rencanakan NCICD untuk Tanggulangi Banjir Rob Jakarta

Kementerian PUPR Rencanakan NCICD untuk Tanggulangi Banjir Rob Jakarta

Megapolitan
Cerita Risma di Korea Utara: Rumah Sakit dan Sekolahnya Bagus-bagus, Tapi...

Cerita Risma di Korea Utara: Rumah Sakit dan Sekolahnya Bagus-bagus, Tapi...

Regional
Netizen Kesulitan Lihat Hasil Seleksi Awal CPNS Kemenag, Ini Solusinya

Netizen Kesulitan Lihat Hasil Seleksi Awal CPNS Kemenag, Ini Solusinya

Nasional
Militer AS Nyatakan 5 Anggota Marinir yang Hilang Sudah Tewas

Militer AS Nyatakan 5 Anggota Marinir yang Hilang Sudah Tewas

Internasional
Pos TNI yang Baru Didirikan di Distrik Yigi Diserang KKB, 2 Prajurit Terluka

Pos TNI yang Baru Didirikan di Distrik Yigi Diserang KKB, 2 Prajurit Terluka

Regional
Atap Kios Rasuna Garden Food Street yang Diterbangkan Angin Selesai Diperbaiki

Atap Kios Rasuna Garden Food Street yang Diterbangkan Angin Selesai Diperbaiki

Megapolitan
Banjir Bandang dan Longsor di Tiris Probolinggo, 2 Orang Hilang

Banjir Bandang dan Longsor di Tiris Probolinggo, 2 Orang Hilang

Regional
Ma'ruf Amin: Tidak Ada Kriminalisasi Ulama

Ma'ruf Amin: Tidak Ada Kriminalisasi Ulama

Nasional

Close Ads X