Kepala Balai Taman Nasional Komodo Sebut Gili Lawa Laut Tidak Ditutup

Kompas.com - 05/08/2018, 07:48 WIB
Wisatawan menikmati pemandangan saat senja di atas bukit di Gili Lawa Darat di Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Selasa (29/8). Selain alam lautnya, pesona darat di kawasan ini juga menjadi daya tarik wisatawan. KOMPAS/HERU SRI KUMOROWisatawan menikmati pemandangan saat senja di atas bukit di Gili Lawa Darat di Kawasan Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Selasa (29/8). Selain alam lautnya, pesona darat di kawasan ini juga menjadi daya tarik wisatawan.

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Budhy Kurniawan mengatakan, obyek wisata Gili Lawa Laut di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih dibuka untuk pengunjung, menyusul terbakarnya padang rumput di Gili Lawa Darat.

"Kita hanya tutup Gili Lawa Darat, sedangkan Gili Lawa Laut adalah pulau terpisah dan tidak terjadi kebakaran di sana," ucap Budhy kepada Kompas.com, Minggu (5/8/2018) pagi.

Menurut Budhy, para wisatawan diperbolehkan mengunjungi obyek wisata Gili Lawa Laut, asalkan jangan membuat aktivitas yang bisa menimbulkan kebakaran.

"Kita juga minta partisipasi semua pihak agar menjaga bersama kenyamanan dan ketertiban saat berkunjung ke Kawasan Taman Nasional Komodo," imbuhnya.

Budhy pun terus mengimbau kepada pengunjung untuk mematuhi sejumlah aturan saat berkunjung.

Taman Nasional Komodo yang menyandang predikat sebagai Cagar Bloster dan Warisan Alam Dunia (UNESCO) dibentuk dengan tujuan untuk melindungi satwa komodo beserta ekosistemnya, untuk dipertahankan dan dimanfaatkan bagi tujuan penelitian, pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya dan parwisata.

Baca juga: Gili Lawa Taman Nasional Komodo Terbakar, 11 Orang Diperiksa Polisi

Untuk meminimalisasi perubahan lingkungan, pengelolaan Taman Nasional Komodo dilakukan dengan sistem zonasi. Hal ini sekaligus untuk mengakomodasi berbagai kepentingan, baik nelayan, pelaku wisata maupun pihak lainnya.

Selanjutnya, pemanfaatan ruang dalam Kawasan Taman Nasional Komodo untuk aktivitas wisata dizinkan pada zona-zona tertentu sepanjang aktivitas tersebut tidak merusak dan mengancam kelestarian ekosistem satwa komodo serta spesies-spesies lainnya baik di darat maupun di perairan.

"Zona inti adalah zona yang tertutup untuk umum, mutlak dilindungi dan di dalamnya tidak diperbolehkan adanya perubahan apapun oleh aktivitas manusia. Kegiatan yang diperbolehkan hanya kegiatan pemantauan oleh pengelola kawasan dan peneltian dengan izin khusus," sebut Budhy.

Saat berwisata ke Taman Nasional Komodo dilarang mengambil bagian tubuh flora dan founa, maupun bahan fisik (pasir dan batu), karena hal tersebut dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan kawasan taman nasional dan melanggar ketentuan dalam Pasal 19, 21 dan pasal 33 Undang-undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Regional
UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

Regional
Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Regional
Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Regional
Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Regional
Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Regional
Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Regional
UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

Regional
Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Regional
Cegah Penyebaran Covid-19, Hendrar Prihadi Pantau Kondisi Masyarakat Semarang

Cegah Penyebaran Covid-19, Hendrar Prihadi Pantau Kondisi Masyarakat Semarang

Regional
Gunung Merapi Kembali Erupsi Sabtu Malam, Ketinggian Kolom 3.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Erupsi Sabtu Malam, Ketinggian Kolom 3.000 Meter

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Pemkab Manggarai Barat Bebaskan Retribusi Hotel dan Restoran di Labuan Bajo

Antisipasi Dampak Corona, Pemkab Manggarai Barat Bebaskan Retribusi Hotel dan Restoran di Labuan Bajo

Regional
Kabar Baik, Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Dinyatakan Sembuh

Regional
Local Lockdown' Kota Tasikmalaya: Semua Transportasi Umum Tak Boleh Masuk, Pengusaha Angkutan Umum Diminta Tak Panik

Local Lockdown" Kota Tasikmalaya: Semua Transportasi Umum Tak Boleh Masuk, Pengusaha Angkutan Umum Diminta Tak Panik

Regional
Gunung Merapi Meletus untuk Kedua Kalinya pada Hari Ini

Gunung Merapi Meletus untuk Kedua Kalinya pada Hari Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X